Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Coffee Shop Jogja dan Coffee Shop Malang Makin Menjamur

Nggak perlu rekomendasi-rekomendasi, setiap gang juga ada.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
8 November 2021
A A
ilustrasi Iklim Coffee Shop Jogja dan Coffee Shop Malang yang Menjamur Nggak Ketolong mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO  – Coffee shop Jogja dan coffee shop Malang punya iklim serupa. Menjamur, baristanya kece, dan hampir semuanya ramai. 

Seharusnya orang-orang yang tinggal di Jogja dan Malang memang nggak pernah merasakan bingung saat mau ngopi. Baik itu “ngopi” dalam artian minum kopi, kongkow-kongkow bareng teman, bahkan “ngopi” sambil ngerjain tugas dan menyelesaikan pekerjaanmu yang nggak kelar-kelar itu. Coffee shop di kedua kota ini banyaknya minta ampun. Mau model kayak apa pun, semua ada. Tinggal pilih dan menyesuaikan budget masing-masing.

Sederhana saja kalau mau membuktikannya. Kamu cukup buka Google Maps, dan klik tulisan “coffee” yang ada di bawah kolom pencarian. Terlihat jelas titik-titik warung kopi di sekitarmu yang sudah tak terhitung jumlahnya. Sebagai contoh, saya mencari coffee shop Jogja di sekitar area kantor Mojok. Ternyata banyak banget. Padahal lokasi kantor Mojok ya sesuai namanya, di pojokan Kota Sleman.

Lima tahun yang lalu saat masih tinggal di Malang, saya rasa coffee shop Malang belum sebanyak sekarang. Kawan-kawan saya yang masih di sana kerap sambat perihal tempat ngopi yang makin banyak aja. Katanya, jadi bingung memilih.

Konon, saat ini jumlah destinasi warung kopi jadi semakin banyak dan bikin kota dengan jalanan mbulet ini semakin macet. Saya yakin betul jika kembali mengunjungi Malang sekadar untuk nostalgia, saya akan kebingungan sebab banyak banget rekomendasi coffee shop-nya. Pernyataan saya ini semakin dikuatkan dengan pernyataan akamsi, penulis Mojok Iqbal AR yang sampai mungkin sedang geleng-geleng heran kok banyak banget coffee shop Malang.

“Selain Sudimoro, daerah Omah Kampus juga banyak coffee shop (di Malang) dan rame juga.” kata Iqbal menegaskan bahwa hampir semua coffee shop Malang ramai pengunjung.

Kadang saya juga heran, coffee shop Jogja dan coffee shop Malang menjamurnya nggak ketolong. Tapi, mereka masing-masing punya segmentasi dan tetap ramai pengunjung. Masih jadi misteri kenapa bisa begitu. Kalau semuanya pakai penglaris, pocong dan kuntilanak di kedua kota tersebut bakal sibuk banget. Saya mencoba mempraktikkan metode yang sama dengan buka Google Maps dan menaruh titiknya di Jalan Sudimoro, Malang. Ah, cukup banyak, walau tetap masih lebih banyak warung kopi di Jogja.

Kisaran harga coffee shop Jogja sebenarnya cukup mahal. Jika dibandingkan dengan UMR Jogja yang aduhai bermasalah itu, saya yakin jeglek banget. Satu cangkir kopi bisa dihargai lebih dari Rp30 ribu. Belum lagi camilannya yang kadang-kadang harus dipesan sebagai teman minum. Sehari nongkrong bisa langsung bokek dan terpaksa puasa seminggu dan buka puasa pakai Indomie goreng.

Ngopi murah di Jogja sebenarnya masih bisa. Banyak banget tempat nongkrong yang menawarkan harga murah dengan wifi kencang lengkap dengan colokan. Tapi, namanya juga termakan iklan dan nafsu nongkrong di tempat populer. Terkadang rasanya sulit memilih tempat yang bagus, nyaman, wifi kencang, dan murah sekaligus. Akhirnya orang-orang merasa nggak masalah memilih tempat dengan harga kopi lumayan mahal. Ini kan gaya hidup anak muda, gitu loh. Nggak usah diprotes, sudah, daripada jadi bahan thread di Twitter.

Beda dengan Jogja, harga coffee shop Malang cenderung lebih ramah. Kisaran Rp10-20 ribu masih dapat yang lumayan. Sayangnya, beberapa orang memang menilai kopi artisan di Malang nggak lebih enak dari kopi artisan di Jogja. Lagi-lagi penilaian ini mentok seputar spekulasi dan pengalaman pengunjung. Sebab, mana mungkin satu orang bisa menjelajahi seluruh warung kopi di Jogja dan di Malang lalu menilainya secara objektif. Lha, banyak banget, je!

Selain banyak banget coffee shop, kedua kota ini punya kesamaan lain, yaitu kepopuleran barista. Barista yang punya penampilan menarik, followers medsos banyak, dan kece saat pakai apron sudah tentu jadi salah satu “indikator” penglaris. Entah bagaimana metode rekrutmen mereka, yang jelas barista masih dianggap sebagai wajah warung kopi. Semakin populer si barista di tongkrongan, semakin potensial buat menarik minat pelanggan.

Semakin banyak coffee shop Jogja dan coffee shop Malang, saya yakin ini mengubah kebiasaan bertemu dan bertamu. Dulu, janjian dan kongkow bareng teman nggak harus di warung kopi. Seringnya justru di tempat salah satu kawan biar mainnya bisa gratis dan lama. Ternyata kebiasaan mengunjungi rumah kawan sekarang sudah dianggap old school. Ngapain kopi darat di rumah kawan, ngerepotin, nggak bebas, dan yang jelas nggak bisa berteman dengan barista-barista kece.

Iklan

BACA JUGA Sisi Gelap Kedai Kopi Jogja: Ganti Barista Tiap 3 Bulan demi Cuan dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 9 November 2021 oleh

Tags: baristacoffee shopCoffee shop Jogjacoffee shop MalangKuliner JogjaMahasiswa Jogjamahasiswa malangrekomendasi warung kopiwarung kopi
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Tips Meningkatkan Kenikmatan Ayam Goreng Olive Chicken Jogja (Mojok/Agung)
Pojokan

Tips Meningkatkan Kenikmatan Rasa Ayam Goreng Olive Chicken Jogja yang Sudah Menjadi Legenda Kuliner Itu

3 Juli 2026
Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO
Cuan

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026
Warung Kopi Aceh: Tempat Orang Terlihat Sibuk, Padahal Cuma Ngopi MOJOK.CO
Esai

Warung Kopi Aceh: Tempat Orang Terlihat Sibuk, Padahal Cuma Ngopi

19 Juni 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO
Urban

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pilih jadi tukang cukur rambut rumahan dan barbershop saat teman sebaya kerja di luar negeri. Dicap pemalas tetangga, hidup berkecukupan malam dicurigai MOJOK.CO

Pilih Jadi Tukang Cukur Rumahan saat Teman Kerja di Luar Negeri: Dicap Pemalas Tetangga, Terlihat Berkecukupan Malah Dicurigai

22 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026
Punya teman si paling cashless yang sama sekali tidak pegang uang tunai (cash) merepotkan. Karena tidak semua hal bisa dibayar pakai QRIS MOJOK.CO

Teman Si Paling Cashless Pemuja QRIS bikin Repot Kita yang Sedia Tunai, Kepraktisan Semu di Balik Tren Dompet Kosong

24 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.