Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bukan Hanya Presiden Saja yang Sedang Pemilu, DPR Juga

Audian Laili oleh Audian Laili
16 Januari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Masa depan Indonesia lima tahun ke depan, tidak hanya ditentukan oleh presiden dan wakilnya. Jangan lupakan peran DPR di dalamnya, yang besok ikutan Pemilu juga.

Sepertinya gegap gempita Pilpres 2019 memang menyeruak dalam berbagai lini kehidupan kita. Rasa-rasanya lingkungan sekitar kita tak ada bosan-bosannya memberikan penilaian dan membandingkan kedua pasangan capres-cawapres tersebut untuk menentukan: mana yang terbaik. Ternyata, di tengah semarak tersebut, diam-diam kita sedang melupakan pemilihan lain yang juga diadakan pada musim ini, yakni…

…Pemilihan Legislatif (Pileg), yang pada periode ini dilakukan di saat yang bersamaan dengan Pilpres. Sayangnya, kita hanya sibuk menilai sejauh mana—kemungkinan—kemampuan Jokowi dan Prabowo untuk mengatasi permasalahan di Indonesia. Seolah-olah segala beban negara hanya ada di tangan mereka. Namun kita lupa, bahwa ada pula peran para wakil kita, sehingga kita abai untuk menilai mereka yang bakal duduk di DPR, DPD, ataupun DPRD yang katanya, akan bekerja untuk membuat kebijakan sesuai dengan kebutuhan kita.

Masalah ‘lupa’ ini bisa dikatakan sudah cukup gawat. Begini, kira-kira di antara kita berapa banyak yang setidaknya sudah tahu, siapa saja calon-calon DPR, DPRD atau DPD yang menjadi perwakilan daerah pemilihan kita? Iya, paling nggak tahu nama-namanya dulu aja~

Jangan sampai, kita hanya sebatas tahu tentang si Tsamara Amany, Fadli Zon, Fahri Hamzah, atau Mas Kokok Dirgantoro saja. Pasalnya, bisa jadi tokoh-tokoh yang sudah populer dan diam-diam kita idam-idamkan itu, ternyata justru mencalonkan diri sebagai wakil rakyat bukan dari dapil kita. Misalnya kita ngefans dengan PSI sebagai partai baru yang terasa milenial dengan Tsamara sebagai lakon kekinian yang terlihat akrab dan cerdas. Tapi begitu nanti membuka surat suara, kita nggak akan pernah menemukan foto Tsamara. Ya gimana, lha wong kita terdaftar sebagai pemilih di Wonogiri.

Lantas, dengan mudahnya kita jadi asal memilih. Hanya berdasarkan nama yang kira-kira familiar ketika dibaca. Nama yang ternyata mirip dengan orang yang kita suka, atau nama-nama yang meninggalkan memori baik dalam pikiran kita. Atau bahkan karena saking nggak tahu lagi harus memilih siapa. Kita malah memilihnya dengan menghitung kancing, melihat nomor urutnya dengan otak-atik tanggal lahir atau nomor keberuntungan kita. Tapi, masak ya dengan kemudahan teknologi untuk mengenal orang lain, kita memilih pemimpin dengan cara semacam itu? Itu sosial media jangan dipakai buat ngepo hidup mantan yang udah bahagia aja dong!!!11!1

Nggak tanggung-tanggung loh, dalam Pileg mendatang kita turut menentukan setidaknya 575 anggota DPR dan 136 anggota DPD. Ini masih belum termasuk DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota-nya. Bayangkan, Saudara-saudara, padahal berbagai macam kebijakan kita percayakan kepada mereka~

Oleh karena itu, supaya perilaku ngawur ketika memilih wakil kita semacam ini tidak terjadi, selain mengenal pasangan capres-cawapres yang bakal maju ‘bertanding’ besok. Kita juga memiliki kewajiban untuk tahu lalu mengenal siapa saja calon wakil rakyat yang berada di dapil kita. Ini memang sebuah saran sepele yang sudah disampaikan berkali-kali. Namun, berapa banyak dari kita yang berusaha untuk melakukan hal yang sungguh sepele ini?

Selanjutnya, jika kita sudah mengetahui para calon-calon ini, mulai pelajari rekam jejaknya. Hal paling mudah adalah Googling saja setiap nama calon tersebut. Kira-kira ada prestasi atau justru kasus apa yang mengikuti jejak digitalnya. Kalau dia merupakan wakil rakyat incumbent atau pernah menjabat posisi tertentu di pemerintahan kita bisa cek juga harta kekayaannya lewat platform LHKPN KPK. Tentu kalau dia ternyata adalah calon yang kaya dengan rumah dan tanah di mana-mana, hal ini tidak lantas membuat kita berkeinginan untuk meminta uang jajan kepada mereka. Mengenai jumlah kekayaan ini, merupakan pedoman kita untuk mengecek, apakah kekayaannya dalam jumlah wajar dan bisa ditelusuri—kebenarannya?

Dalam mempelajari rekam jejak ini, kejahatan yang perlu diwaspadai adalah apakah sebelumnya dia pernah berhubungan dengan kasus korupsi maupun politik uang, atau tidak. Bukannya bermaksud mengabaikan kejahatan lainnya—semisal pencurian, penganiayaan, dan semacamnya. Begini loh, pasalnya, dua kejahatan tersebut adalah tipe kejahatan yang sangat dekat pencideraan kepercayaan publik. Pejabat itu kan pembantu rakyat. Mereka kita bayar—dan kita pilih—karena kita percaya bahwa mereka mampu mengurusi negara. Jika pejabat tersebut bahkan ketika pemilu saja masih menyuap calon pemilihnya, apalagi ternyata sebelumnya sudah pernah melakukan tindak pidana korupsi. Lebih baik, berpikir dua kali atau berkali-kali juga nggak apa-apa untuk memilihnya. Masak ya kita mau dicederai lagi~

Ya, mau bagaimana lagi. Sepanjang tahun kita sudah terlalu sering mengutuki wakil rakyat yang kerjanya nggak becus. Nah inilah sedikit momen kita sebagai rakyat untuk bisa melakukan perbaikan. Setidaknya dengan berusaha meminimalisir peluang terpilihnya lagi wakil-wakil rakyat yang sering jadi biang kerok. Atau kita nantinya hanya melihat mereka-mereka lagi yang bakal berulah di kursi parlemen. Masak ya, kita malah menjadi bagian dari melanggengkan wakil rakyat yang… misuh-able.

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2019 oleh

Tags: dpddprjokowipemilupileg 2019Pilpres 2019prabowo
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Pertamax Naik Lagi, dan Kali Ini Kita Tidak Boleh Diam dan Pasrah Lagi

Harga Pertamax Naik Lagi, dan Seperti Biasa, Kelas Menengah Jadi Korban, Lagi dan Lagi

10 Juni 2026
Lima daerah di Jawa Tengah jadi pilot project BPOM Pusat untuk produk jamu aman demi menjaga citra obat tanaman herbal warisan UNESCO MOJOK.CO

Merawat Citra Jamu di Jateng sebagai Warisan Sehat dan Aman, Campuran Bahan Kimia Bisa Merusaknya

9 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.