Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

6 Kiat Yang Wajib Diperhatikan Sebelum Masuk Jurusan Sastra Indonesia

Iqbal AR oleh Iqbal AR
13 Juli 2019
A A
Jurusan sastra indonesia
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Inilah enam kiat paling jitu dan wajib diperhatikan untuk calon mahasiswa sastra Indonesia sebelum masuk jurusan sastra Indonesia. Nomor enam akan membuatmu tercengang.

Sebagai jurusan yang cukup moderat, dalam artian tidak terlalu banyak diminati, tapi juga tidak sepi peminat, sastra Indonesia masih bisa dikatakan jurusan yang cukup abu-abu. Bagaimana tidak abu-abu, lha wong masa depannya aja kurang jelas. Nggak cuma masa depannya, orang-orang di jurusan sastra Indonesia juga kurang jelas. Saya dan beberapa juga sering menyebut diri sebagai sobat-sobat tidak jelas.

Bingungnya ya macam-macam, mulai A sampai Z lah. Mulai dari bingung mau jadi apa, kuliahnya juga ngapain, kehidupannya juga nggak ada maknanya, macam-macam lah pokoknya. Sudah banyak stempel-stempel negatif yang menempel pada anak-anak jurusan sastra Indonesia. Mulai dari jarang mandi, sampai nggak punya masa depan.

Saya sebagai mahasiswa jurusan sastra Indonesia, sudah kenyang dan sudah kebal dengan cap-cap negatif. Meskipun peminatnya tidak terlalu banyak, mahasiswa jurusan sastra Indonesia tetap bertambah semakin banyak tiap tahunnya. Setidaknya itu yang terjadi di kampus saya. Apalagi setelah pengumuman SBMPTN ini, maka sobat-sobat tidak jelas sastra Indonesia akan bertambah.

Oleh karena itu, saya coba kasi kiat-kiat sebelum masuk ke jurusan sastra Indonesia bagi sobat-sobat tidak jelas yang sudah diterima di jurusan sastra Indonesia. Ini bukan kiat-kiat template yang banyak beredar di media sosial. Kiat-kiat seperti ini dijamin tidak ada di media sosial. Lha wong mereka kasi kiat-kiat soal ipk, bergaul dengan ini itu, sampai ikut organisasi ini itu. Kiat-kiat basic itu. Terlalu pasaran

Inilah enam kiat yang wajib diperhatikan. Silakan disimak.

1. Jangan Dulu Bermimpi Menjadi Sastrawan

Ini sudah menjadi ritual tahunan, bahwa kebanyakan mahasiswa baru sastra Indonesia bermimpi jadi sastrawan. Kalau ditanya mengapa masuk sastra Indonesia, pasti jawabannya mau jadi sastrawan. Mungkin karena mereka masih berpikir bahwa kuliah sastra pasti jadi sastrawan.

Tapi buang dulu pemikiran seperti itu. Pada kenyataannya, sastrawan-sastrawan hebat malah banyak yang lahir dari luar jurusan sastra Indonesia. Jangan terkecoh dengan jaminan bahwa mahasiswa sastra Indonesia pasti akan mudah untuk jadi sastrawan. Nggak!

Jadi sastrawan dari jurusan sastra Indonesia itu bebannya berat. Standar untuk tulisanmu akan naik. Orang-orang akan menganggap tulisanmu sangat bagus. Tapi kalau ternyata tidak bagus, ya habis sudah.

2. Jangan Sok “Nyastra”

Ini bisa dibilang “penyakit” setiap mahasiswa baru yang masuk di jurusan sastra. Belum juga apa-apa sudah sok nyastra. Mulai dari buku bacaannya, sampai caption Instagram juga nyastra. Nggak salah juga sebenarnya, tapi buat apa gitu? Kalau sekedar buat pembuktian ya gausah sok nyastra kayak gitu. Bikin buku aja sekalian.

Jadi mahasiswa sastra itu biasa aja. Gausah sok nyastra. Toh juga masih awal, masih belajar teori. Tata bahasa juga masih pengantar. Kalau mau nyastra, bikin puisi atau cerpen aja, kirim ke koran. Lumayan dapat uang. Daripada sok nyastra cuma di caption instagram yang nggak dapat apa-apa, mending dikirim ke koran.

3. Mandi!

Mandi lah, tolong! Ini yang penting. Jangan ikut mengamini stereotip bahwa anak sastra itu jarang mandi, kumal, dan bau badan. Kebersihan itu penting. Masa hampir setengah mahasiswa di kelas nggak mandi? Baunya itu lo brooo…. Kasihan yang udah mandi, udah wangi. Bakal kalah sama yang bau bau ini.

Iklan

Urusan mandi ini juga pelik sebenarnya. Apa coba hubungannya anak sastra dengan tidak mandi? Seakan-akan kalau kamu anak sastra, kamu harus tidak mandi atau jarang mandi. Apa urusannya coba?

Justru kalau tidak mandi akan menghalangi pikiranmu. Mau nulis, bingung garuk-garuk kepala. Mau baca, malah sibuk garuk-garuk punggung. Yang ada malah gatelen broo…

Makanya, kalau jadi anak sastra itu, mandi!

4. Jadi Mahasiswa Sastra itu Tidak Harus Gondrong

Ini juga yang jadi ciri khas, mahasiswa sastra harus gondrong. Nggak! Kamu tidak harus gondrong kalau masuk jurusan sastra. Itu cuma karena banyak yang gondrong aja jadi identic dengan anak sastra. Padahal ya nggak selalu begitu.

Banyak yang bilang kalau kamu belum sah jadi mahasiswa sastra kalau tidak pernah gondrong. Jangan didengarkan! Itu cuma akal-akalan mereka saja. Kalau kamu mau gondrong ya silakan, kalau tidak ya nggak masalah.

Meskipun saya gondrong, saya juga tidak mengkaitkan kegondrongan saya dengan jurusan saya. Ya kalaupun saya kuliah ilmu politik ya tetap saya akan gondrong. Nggak harus mahasiswa sastra.

Tapi ya kembali lagi, mau gondrong atau tidak, yang penting bersih, jangan kumal, jangan jorok!

5. Jangan Termakan Stereotip Bahwa Anak Sastra Itu Lulusnya Lama

Nggak semua anak sastra lulusnya lama! Stereotip bahwa anak sastra lulusnya lama ini juga banyak diamini oleh mahasiswa-mahasiswanya. Padahal kalau mau jujur, mau lulus tepat waktu di sastra itu nggak terlalu susah. Ya meskipun mata kuliahnya tidak semudah yang dibayangkan sih.

Tapi kalau mau lulus tepat waktu, pasti bisa asalkan nggak males. Lha wong yang bilang kalau anak sastra itu lulusnya lama, pasti kerjaannya kalau nggak tidur di kelas, ngendog di kantin, ya hibernasi di kost. Nggak pernah kuliah, pantes lulusnya lama.

Jadi, kalau mau lulus tepat waktu di jurusan sastra Indonesia, pasti bisa asalkan nggak males-malesan.

6. Pikir-Pikir Lagi Untuk Masuk Jurusan Sastra Indonesia

Kiat yang terakhir adalah pikir-pikir lagi lah kalau mau masuk jurusan sastra Indonesia. Bukan apa-apa, kuliah di sastra Indonesia itu ya gitu-gitu aja, ndak ada yang enak. Pusing-pusingnya sama kalau kuliah hukum atau MIPA. Sama aja.

Ditambah lagi, masa depan di sastra Indonesia juga tidak pasti. Jadi sastrawan berat, jadi copywriter kalah saingan, jadi selebtwit nggak laku. Paling ya ngelamar jadi pegawai minimarket atau jadi pegawai tempat wisata aja.

Jadi, pikir-pikir lagi kalau mau masuk jurusan sastra Indonesia. Berhubung masih ada waktu, kalau nggak yakin mau masuk sastra Indonesia, mending gausah masuk aja. Ganti jurusan yang lain. Biar para pesaingnya nggak semakin banyak ke depannya. Masa depan juga nggak suram-suram amat. Pesaingnya dikit. Gimana?

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2019 oleh

Tags: jurusan sastraMahasiswamahasiswa sastra
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.

Artikel Terkait

Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot
Sekolahan

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO
Esai

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO
Esai

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO
Esai

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
Pesan untuk Perempuan usai Tragedi KRL dan Daycare Jogja. MOJOK.CO

Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma

28 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
Beli produk hp Apple, iPhone

Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit

22 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.