Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Istilah Pengaman saat Debat Online beserta Fungsinya yang Tokcer

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
15 Agustus 2020
A A
comment war perang komentar debat online anxiety tutup akun baku hantam CMIIW artinya IMO rtinya TBH artinya mojok.co

comment war perang komentar debat online anxiety tutup akun baku hantam CMIIW artinya IMO rtinya TBH artinya mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Demi kenyamanan petarungan di arena perang komentar, beberapa istilah pengaman ini perlu kamu pakai sebagai tameng di debat online agar terhindar dari blunder.

Sepandai-pandainya selebtwit dan selebgram comment war, mereka yang menang adalah yang tidak lantas blunder, anxiety, dan tutup akun. Butuh mental sekuat baja untuk menghadapi cercaan netizen yang pedihnya tiada tara. Debat online adalah keniscayaan, dan mulai sejak sekarang perlu dipersiapkan.

Iklan

Saya sarankan jangan jadi orang yang terlalu nyolot dan besar omongan. Biasanya tipe yang begini layak dikirimin meme “Pengin tak hiiiih” karena netizen ikutan gemas. Butuh strategi yang halus tapi menusuk dan buat lawan bicaramu merasa bersalah sendiri dengan apa yang mereka sampaikan. Ingat-ingat istilah pengaman berikut dan gunakan sebagai tameng alias armor saat perang komentar.

Istilah pengaman debat online #1 CMIIW

Kependekan dari Correct Me If I’m Wrong yang artinya mohon diperbaiki jika aku salah. Terdengar agak pengecut, tapi sebenarnya kalimat ini begitu rendah hati dan membantumu agar tidak terlihat sotoy. Menunjukkan bahwa tipe pendebat seperti ini bijak dan tidak takut mengakui kesalahan jika dirinya memang keliru. Selanjutnya lawan bicara yang ngeyel bakal agak ragu-ragu sendiri dalam menanggapi orang bijak macam ini.

Peringatan: jangan digunakan saat sesuatu sudah benar-benar jelas faktanya seperti, “CMIIW tapi setahu aku Gibran itu anaknya Jokowi.” Tentu akan banyak yang rela bayar mahal buat menampolmu secara offline.

Istilah pengaman debat online #2 IMO

IMO adalah kependekan dari In My Opinion. Sebenarnya nggak beda artinya sama “menurutku…”. Tapi karena bahasa Inggris, maka orang-orang diprediksi bakal lebih respek. Istilah ini juga bakal menegaskan kalau kamu sebenarnya nggak yakin atau dengan kata lain kamu seolah menyampaikan, “aku cuma beropini woy, opini mah bebas.” Pakai tameng ini saat debat online memang ampuh, tapi efek sampingnya membuatmu jadi terlihat nggak tegas.

Istilah pengaman debat online #3 Menyapa lawan bicara saat membalas sanggahannya

Contohnya ketika kamu didebat oleh Seno di Twitter maka balaslah sanggahan pedas yang dia lontarkan dengan awalan kalimat berbunyi,

“Hai Seno. Terima kasih opininya, tapi aku kurang sepakat dengan…”

Sok-sokan santai walau hatinya bergejolak boleh dong! Sapaan yang disampaikan di awal kalimat selain meredam emosimu sendiri juga bisa meredam emosi lawan debatmu. Selanjutnya obrolan kalian lebih sopan dan nggak srampangan. Setidaknya kelihatan profesional karena mirip template membalas email.

Istilah pengaman debat online #4 TBH

TBH kalau diartikan ke bahasa Indonesia itu ada kok istilahnya yaitu, “jujur aja nih…” Tapi entah mengapa TBH (To Be Honest) terasa lebih diterima, lebih tulus, dan yang jelas nulisnya lebih singkat, Beb. Usahakan kalimat selanjutnya menegasikan topik yang sedang kamu bicarakan dengan alasan yang paling manusiawi. Karena nulis TBH tanpa dibumbui alasan-alasan logis selalu terasa hambar.

“TBH, gue nggak suka Awkarin dari dulu sampai sekarang. Tapi gue nggak pernah cancel doi, siapa tahu besoknya banyak kebaikan yang akan dia kasih ke orang-orang.”

Istilah pengaman debat online #5 No offense dan bukan bermaksud

Kedua istilah ini kalau boleh saya bilang adalah istilah paling peres, basa basi busuk. Tapi walau bagaimana ‘no offense’ dan ‘bukan bermaksud’ bisa berguna jika ditempatkan dalam situasi dan kondisi tepat. Setidaknya bisa jadi semcam trap card kalau lawan bicaramu tersinggung.

“No offense ya, tapi kalau belum paham betul RUU Cipta Kerja nggak usah sok berjuang. Apa yang diperjuangin.”

“Loh, suka-suka saya mbak mau mulai berjuang kek, mulai berdandan kek. Ngapain ngurusin?!”

Iklan

“Yeuuu baper, kan no offense, Sis.”

Kira-kira begitu skenario netizen berdebat kosong di media sosial. Bagi kaum silent reader yang nggak ikutan terjun dalam peperangan, selamat ya. Keberadaan kalian dalam dunia ini kemungkinan cuma tiga, saking pengecutnya jadi nggak mau ribut, netral dan nggak ada kepedulian, atau saking tahunya jadi ketawa-ketawa menyaksikan kebodohan kayak Yang Mulia di Benteng Takeshi.

BACA JUGA Rekomendasi Pose Foto Bareng Tersangka buat Polisi. Biar Nggak Pose Jempol Terus atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2020 oleh

Tags: comment warmedia sosial
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Fragmen

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial MOJOK.CO
Kilas

Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial

9 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulus dari Universitas Mataram lanjut ke University of Queensland Australia. MOJOK.CO

Kisah Awardee LPDP yang Tak Ingkar Janji: Dulu Hanya Bocah Penggembala Kuda, Kini Jadi Asisten Gubernur NTB

6 Juli 2026
Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO

Menemukan “La Pausa” Cilik di Supersoccer Arena Kudus

2 Juli 2026
Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026
Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor.MOJOK.CO

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor

3 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.