Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Menjaga Kesehatan Mental, Buat Fans Jokowi atau Prabowo yang Kalah

Redaksi oleh Redaksi
17 April 2019
A A
Kesehatan Mental karena Jokowi Prabowo kalah MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dear fans Jokowi dan Prabowo, kalah-menang itu biasanya. Kalau remis namanya catur. Jangan sampai kesehatan mental kalian terganggu karena kecewa.

Coblosan sudah selesai dan hasilnya tentu bikin deg-degan banyak orang. Terutama Jokowi dan Prabowo yang jadi pusat pembicaraan selama satu tahun terakhir. Lalu ada caleg yang sudah habis banyak duit untuk kampanye. Terakhir ada tim sukses dan buzzer yang sudah “habis napas” untuk saling serang di media sosial. Kalau kalah kan tentu saja malu. Sudah ngegas setahun lebih.

Nah, kami sih mengingatkan, kalah di Pilpres 2019 bukan akhir dari segalanya. Masih ada pilihan RT, RW, Kepala Dukuh, Lurah, hingga ketua Klompencapir. Masih banyak lahan untuk tubir dan saling serang. Jangan salah, pilihan lurah itu nggak kalah ramai. Bisa buat jualan agama dan nasionalisme juga, kok.

Oleh sebab itu, apapun hasilnya nanti, baik fans Jokowi maupun Prabowo jangan terlalu diambil hati. Perhatikan juga kesehatan mental kalian. Ini penting, lho. Orang bisa saja terlihat bugar, punya badan yang ideal, punya wajah yang bersih dari jerawat. Namun, di dalam diri mereka, terjadi gejolak. Kesehatan mental mereka terganggu karena jagonya kalah di Pilpres 2019.

Biar jadi panduan, kesehatan mental itu punya tiga kondisi yang umum terlihat. Mereka adalah gangguan kecemasan, depresi, dan stres. Berikut penjelasannya.

Gangguan kecemasan, salah satu kondisi kesehatan mental yang terganggu.

Jadi, rasa cemas yang berlebihan, terjadi dalam waktu yang lama, konstan, dan sulit dikendalikan adalah ciri gangguan kecemasan. Kalau buat “orang normal”, rasa cemas muncul ketika akan menghadapi situasi yang “menekan”. Misalnya mau ujian, wawancara kerja, atau ketika ketemu calon mertua. Cemas, memilih buah tangan yang paling sesuai.

Nah, buat fans Jokowi dan Prabowo, gangguan kesehatan mental terjadi misalnya ketika cemas calon yang tidak didukung tapi menang tidak bisa memimpin dengan baik. Berilah kesempatan, kritik secara proporsional, biarkan bekerja dulu.

Beberapa gejala fisik yang terjadi adalah sulit tidur, berkeringat secara berlebihan, sesak napas, pusing, hingga kesemutan. Jadi, kalau ada temanmu nggak bisa tidur, jangan lalu menuduhnya mengalami gangguan kesehatan mental. Bisa jadi dia lagi ingat cicilan motor yang sudah tiga bulan belum terbayar.

Depresi

Depresi merupakan gangguan suasana hati. Penderitanya akan sedih dalam waktu yang panjang. Perasaan sedih pada depresi bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Selain memengaruhi perasaan atau emosi, depresi juga dapat menyebabkan masalah fisik, mengubah cara berpikir, serta mengubah cara berperilaku penderitanya. Tidak jarang penderita sulit menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Bahkan pada kasus tertentu, mereka bisa menyakiti diri sendiri dan mencoba bunuh diri.

Gejala psikologis dari gangguan kesehatan mental ini, antara lain sedih dalam waktu yang lama, khawatir berlebihan, mudah tersinggung, kehilangan rasa percaya diri.

Nah, kalau ada saudaramu yang sedih dalam waktu lama, bisa jadi beliau bukan sedih karena Jokowi atau Prabowo kalah. Bisa jadi beliau lagi maraton nonton film Korea saja. Dekati secara hati-hati ya.

Stres karena Jokowi atau Prabowo kalah.

Stres adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental. Mereka akan tampak gelisah, cemas, dan mudah tersinggung. Stres juga dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi motivasi, dan pada kasus tertentu, memicu depresi.

Stres bukan saja dapat memengaruhi psikologi penderitanya, tetapi juga dapat berdampak kepada cara bersikap dan kesehatan fisik dan psikologis. Misalnya menjadi penyendiri, nggak doyan makan atau sebaliknya makan dengan jumlah banyak, marah tanpa sebab dan sulit dikendalikan, mengonsumsi alkohol padahal sebelumnya nggak suka, dan lain sebagainya.

Iklan

Nah, jago kalian–baik Jokowi maupun Prabowo–kalah itu hal biasa. Namanya juga kompetisi. Ada menang, ada kalah. Kalau remis, namanya main catur.

Sementara itu, kalau ada sahabatmu tiba-tiba makan dalam jumlah besar sambil ketawa-ketawa, belum tentu dia mengalami gangguan kesehatan mental. Bisa jadi temanmu lagi mukbang, bikin konten Youtube karena temanmu itu Youtuber amatiran.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2022 oleh

Tags: jokowikesehatan mentalNyoblosPilpres 2019prabowoStres
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Gema bahagia di Film "Tinggal Meninggal".MOJOK.CO
Catatan

Film “Tinggal Meninggal” Bukan Fiksi Biasa, tapi Realitas Sosial Orang Dewasa yang Caper agar Diakui di Lingkaran Pertemanan

3 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.