Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Suzuki Address: Motornya Enak, Tapi Mukanya Jelek dan Bukan Selera Orang

Valiant Mahdi Syihaby oleh Valiant Mahdi Syihaby
14 Juni 2021
A A
Suzuki Address: Motornya Enak, Tapi Mukanya Jelek dan Bukan Selera Orang MOJOK.CO

Suzuki Address: Motornya Enak, Tapi Mukanya Jelek dan Bukan Selera Orang MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kalau mau cari motor untuk jangka panjang, Suzuki Address ini opsi menarik. Murah, berkualitas, meski mukanya jelek dan bukan selera orang.

Suzuki Address kepunyaan bapak saya baru dibeli akhir Desember 2020 menggantikan Honda Vario 125 tahun 2014. Vario 125 tersebut sudah menemani hampir tujuh tahun dan kini kondisinya sudah bobrok dan mengenaskan.

Iklan

Purnatugas Vario 125 harus terjadi juga diakibatkan ongkos penggantian suku cadang yang kalau dihitung lebih dari tiga juta rupiah. Sementara itu, harga jual motornya cuma sembilan juta. Mending nambah duit enam hingga delapan juta sudah dapat motor baru.

Kriteria kami akan motor baru adalah seperti ini: diskonan dealer gede, bagasi motor gede, empuk, dek motor luas, dan tangki gede. Opsi yang muncul adalah Yamaha Gear 125, Honda Vario 125 terbaru, dan Suzuki Address.

Yamaha Gear 125 produk yang benar-benar baru. Sayang, bagasi kecil, dek sempit, tangki cuma 4,2 liter, dan basis mesinnya Mio Series (andai ambil dari Maxi 125 dan 155 kan lebih enak). Selain itu, berhubung produk masih baru, jadi diskonan nggak gede. Ya sudah deh, skip!

Lanjut ke Honda Vario 125. Motor yang ubahannya relatif minor dari generasi sebelumnya (di rumah sudah ada Honda Vario 125 LED dan Honda Vario 125 bohlam. Jadinya mikir kok sudah jadi fanboy Vario nggak dapat privilege dari AHM). Kekurangan Yamaha Gear 125 hampir semuanya tertutupi oleh Honda Vario 125. Sayangnya, beberapa user review nyebutin kalau layarnya suka hilang sendiri dan gredek khas matik Honda belum sembuh. Skip!

Opsi terakhir saya temukan setelah bongkar-bongkar grup Facebook. Di sana, saya nemu grup Suzuki Address Indonesia (SAI). Eh, ternyata Suzuki ngeluarin Address. Kirain matiknya cuma Suzuki Nex II. Baru tahu juga kalau produknya rilis sejak 2014 dan belum ganti model. Selain itu, baru tahu juga kalau produknya diekspor ke puluhan negara.

Setelah membaca ulasannya dari Facebook, saya pindah ke Youtube. Eh, dikit banget yang bahas Suzuki Address. Balik lagi buka grup SAI. Isinya mendewa-dewakan si Suzuki Address ini.

Heran itu orang-orang segitunya fanatik. Ada yang sampai bolak-balik beli motor kepunyaan tetangga hanya untuk jajalin experience-nya. Ujung-ujungnya, balik lagi ke Suzuki Address. Katanya, sih, paling oke.

Saya makin penasaran dong. Cari kontak sales Suzuki yang rajin posting di Facebook dan saya hubungin satu per satu. Kali aja dapat diskon gurih mengingat saat itu udah dekat closing-an.

Tips dapat diskon gede dari saya:

Nggak perlu malu banding-bandingin diskonan dari sales A ke sales B sampai ke sales Z. Selalu bocorin diskonan yang dikasih sama mereka. Biasanya pada berani kasih diskon yang lebih gede daripada temannya. Coba aja.

Saat itu, saya bisa deal diskon satu juta rupiah sama salah satu sales Suzuki Address di dealer Suzuki terbesar di Surabaya. Iya, terbesar, lha wong dealer resmi Suzuki cuma dikit.

Enaknya lagi, saya bisa beli motor secara off the Road dan harga yang dibayar cuma 12,9 juta rupiah (biaya urus surat menyurat cuma 2,1 juta rupiah) daripada on the Road sampai 18 Juta rupiah.

Iklan

Begitu Suzuki Address sampai di rumah, saya langsung heran dan komplain ke bapak-bapak yang mengantar motor. Kok suara fuel pump-nya kenceng banget kayak speaker hape kang bangunan. First impression-nya, ini motor standar banget. Side stand switch nggak ada (yang bikin mesin langsung mati kalau standar diturunin), lampu masih bohlam, rem lembut tapi kurang pakem, starter masih bunyi krek-krek kayak Honda Beat karbu (untung ada fitur sekali pencet tombol starter, jadinya nggak perlu ditahan) dan ban rawan ranjau paku (sayangnya harus nunggu sebulan kalau pengen dapet versi tubeless).

Namun, semua kekurangannya langsung sirna begitu dicobain. Suzuki Address ini asli empuk banget meski desain motornya jelek, aneh, dan bukan selera orang. Rebound suspensinya nggak seperti suspensi murah yang empuk doang tapi mentul-mentul sampai bikin mual. Tingkat empuk Suzuki Address ngelebihin motor-motor yang lebih mahal juga didukung oleh kulit jok yang elastis dan busanya  lunak.

Motor ini 0-60 kpj-nya relatif lemot daripada Honda Beat karbu punya adik saya. Tapi, putaran atasnya enteng setelah lewatin 60 kpj. Makin dikebut, getaran mesinnya yang halus jadi halus banget. Getaran mesin Suzuki Address juga nyaris ada, beda sama Yamaha Lexi yang saya pakai tiap hari, meskipin sudah dikasih balancer Satria FU aja masih berasa kesemutan.

Kapasitas tangki Suzuki Address itu 5,2 liter. Cukup besar, bikin makin jarang mampir pom bensin. Dek motor ini luasnya setara Yamaha Lexi (galon dua ditumpuk ke atas aja muat). Yang terpenting, kapasitas bagasi Suzuki Address itu terbesar di kelasnya (20,6 liter dan cuma beda 3,4 liter daripada Yamaha Nmax). Great deal banget, deh, harga murah tapi hal-hal yang esensial menang banyak.

Keheranan yang kedua adalah waktu servis 2.000 kilometer di bengkel resmi. Ternyata, kapasitas oli Suzuki Address cuma 650ml dan kapasitas oli gardan cuma 90ml. Harga oli gardannya murah banget untuk hitungan harga bengkel resmi yang cuma 9.000 rupiah.

Pelayanan bengkel resmi Suzuki oke banget karena mekaniknya banyak tapi sepi pengunjung. Servis ringan hanya memakan waktu kurang dari 30 menit. Nggak pakai janjian lagi, beda sama motor-motor di rumah yang harus nunggu berjam-jam dan harus janjian servis biar nggak nunggu terlalu lama. Makanya, di grup-grup Facebook, fans motor Suzuki berharap bakal lebih banyak bengkel resmi muncul.

Kesimpulannya, kalau duit tipis dan daripada maksain kredit motor di luar kemampuan, bakal pakai motor dalam jangka waktu panjang, Suzuki Address ini opsi menarik. Lagian harga jual Suzuki nggak terlalu bagus, meski mesinnya super awet. Selama kita nggak terlalu rewel sama kurangnya fitur gimmick dan desain yang nggak banget, Suzuki Address udah oke.

Yah, sebagai pelanggan yang terpuaskan, saya berdoa Suzuki mau bikin produk baru yang akhirnya menarik secara tampilan. Kedua, layanan after sales-nya ditingkatkan biar yang punya dealer nggak perlu nyambi jualan mebel.

Good luck Suzuki! Juara dunia MotoGP harusnya diimbangi sama angka penjualannya dong.

BACA JUGA Kelebihan Sepeda Motor Suzuki yang Membunuh Bengkel Resminya Sendiri dan ulasan kendaraan lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2021 oleh

Tags: honda variosuzukiSuzuki AddressSuzuki NexYamaha NMAX
Valiant Mahdi Syihaby

Valiant Mahdi Syihaby

Trader amatiran, peneliti yang nggak pernah tembus Scopus, dan suka leyeh-leyeh sambil ngopi.

Artikel Terkait

Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO
Otomojok

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Suzuki Satria Pro: Motor Aneh yang Meleburkan Cinta dan Benci MOJOK.CO
Otomojok

Suzuki Satria Pro: Motor Aneh yang Meleburkan Batas antara Cinta dan Benci

11 Juni 2026
Suzuki Satria FU, motor yang pernah bikin penunggangnya merasa paling tampan tapi kini memalukan MOJOK.CO
Sehari-hari

Suzuki Satria FU: Dulu Motor yang Bikin Tampan dan Idaman Pasangan, Tapi Kini Terasa Jamet dan Memalukan

22 April 2026
Supra Fit: Motor Honda yang Bikin Kecewa dan Gak Bikin Bangga MOJOK.CO
Otomojok

Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

21 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah MOJOK.CO

Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.