Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Sleeper Bus Sinar Jaya Sukses Membangkitkan Kenangan Pahit Setelah Saya Gagal Menikahi Mantan

Erwin Setiawan oleh Erwin Setiawan
20 Maret 2024
A A
Sinar Jaya, Sleeper Bus Saksi Gagal Menikahi Mantan MOJOK.CO

Ilustrasi Sinar Jaya, Sleeper Bus Saksi Gagal Menikahi Mantan. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pilih sleeper bus niatnya biar bisa tidur selama perjalanan, tapi gagal. Fasilitas Sinar Jaya membangkitkan kenangan akan sebuah kegagalan menikahi mantan.

Ini perjalanan dari Solo ke Jakarta untuk dinas pekerjaan. Jadi, tidak salah jika saya memilih bus yang kira-kira nyaman untuk istirahat. Minimal, ketika sampai di kota tujuan, badan tetap segar dan siap menghadapi tugas-tugas di sana.

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya naik Sinar Jaya, Tapi soal sleeper bus, ini yang pertama. Sehingga, ekspektasi saya cukup tinggi ketika merasakan langsung model bus kekinian ini.

Saya sudah membayangkan bagaimana bisa tidur nyenyak di atas dek sleeper bus dengan balutan selimut tebal. Sesekali saya juga bisa mengambil kopi ketika terbangun dari tidur. Ini bakal jadi perjalanan menyenangkan!

Saya tahu Sinar Jaya karena sudah biasa menikmati layanan bus eksekutifnya. Apalagi ini kelas sleeper bus, tentu layanan akan lebih baik lagi. Begitulah ekspektasi saya sebelum keberangkatan.

Perubahan jadwal keberangkatan yang menjadi awal bencana

Namun, semua berubah ketika ada pengaturan ulang jadwal keberangkatan dari perusahaan tempat saya bekerja. Bus yang saya kira berangkat dari Solo sore, ternyata harus menyesuaikan jadwal agenda di Jakarta. Alhasil, saya harus berangkat dari Solo pukul 7 pagi. 

Mulai terbayang bukan, apa alasan saya tidak bisa tidur di dalam kabin bus sleeper bus Sinar Jaya ini. Pertama, saya tipe orang pagi. Artinya, saya biasa bangun pagi-pagi dan tidur tidak terlalu larut. Paling pol, pukul 9 malam saya harus segera tidur.

Konfliknya adalah pukul 7 pagi merupakan waktu yang biasanya saya sedang sibuk-sibuknya dengan aktivitas sehari-hari. Mulai dari persiapan mengantar anak sekolah hingga persiapan diri menuju tempat kerja. 

Tidak ada sejarahnya saya pagi hari masih terlelap. Ini bisa terjadi karena kebiasaan saya seperti itu. Mungkin agak berbeda dengan orang yang biasa kerja di malam hari, jam-jam pagi justru menjadi waktu paling enak untuk tidur.

Seperti biasanya, kru Sinar Jaya selalu ramah menyambut kedatangan saya. Mereka membantu memasukan barang ke bagasi dan melakukan cek tiket. Bedanya, kali ini, saya harus melepas alas kaki dan memasukkannya ke dalam kresek sebelum masuk kabin sleeper bus itu.

Rupanya, kabin bus Sinar Jaya sangat bersih. Sudah begitu, karpet tebal terbentang memanjakan kaki. Ada satu lagi alasan utama alas kenapa saya harus melepas alas kaki, yakni tepat di samping kanan dan kiri dasar dek tersebut terdapat bangku yang bisa untuk tidur.

Bangku itulah yang membuat bus ini punya istilah sleeper bus. Satu bangku di bawah dan di atasnya juga sleeper. Bangku tersebut tersusun rapi menyerupai hotel kapsul dengan konfigurasi 2-2 atas bawah. Sementara jumlah bangku total hanya 22.

Baca halaman selanjutnya: Sinar Jaya, bus terbaik di Pulau Jawa, menjadi saksi kegagalan cinta.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2024 oleh

Tags: bus sinar jayagagal menikahjakartaMantanpo sinar jayasinar jayasleeper bussleeper bus sinar jayasoloterminal tirtonadi
Erwin Setiawan

Erwin Setiawan

Seorang montir yang memiliki gelar Sarjana Sastra.

Artikel Terkait

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)
Pojokan

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
slow living, desa, warga desa.MOJOK.CO

Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.