Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Mobil Terios Kok Polosan, Terios Itu Berkonde!

Dick Hutama Karim oleh Dick Hutama Karim
29 November 2018
A A
Beli-mobil-nggak-ada garasi

Terios-2016-MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Yang namanya Terios itu punya konde. Jadi, buat All New Terios, nggak usah ngaku-ngaku sebagai Terios!

Jika anda adalah seorang pekerja biasa namun ingin membeli sebuah mobil yang terlihat macho dan sedikit anti-mainstream—namun tidak mau Avanza, Daihatsu Terios—yang berkonde—adalah alternatif pertama. Lahir dari rahim Daihatsu dan muncul pertama dengan wujud Taruna, menjadikan Terios sebagai salah satu kampiun SUV termurah di Indonesia bersama kloningannya, Rush.

Memang kita akan sulit membedakan antara keduanya. Ya iyalah, lha wong memang pada dasarnya keduanya sama. Sayangnya, setelah Daihatsu diakuisisi oleh Raja Mobil dunia, Toyota, ia dengan seenak jidat mengambil Terios kemudian dikloning. Meski lahir dari rahim Daihatsu, Terios selalu dinomorduakan. Baik dari harga dan fitur yang dimiliki, Terios selalu berada di belakang Rush. Malang memang nasib Terios, anak asli yang serasa anak tiri.

Terios/Rush adalah The Last Konde Generation sebelum berubah jadi All New Terios yang malah kehilangan nuansa macho-nya. Terios/Rush hadir di sela-sela Avanza dan Innova. Dia pintar mengisi kekosongan di segmen harga di antara kedua MPV tersebut. Sehingga, jadi pilihan yang tepat karena sama-sama memiliki kursi 7 penumpang seperti MPV namun memiliki ground clearence (tinggi bodi ke tanah) yang cukup tinggi ala-ala SUV. Hal ini bakal membuat anda serasa naik Avanza yang diduwurkan. Wkwkwk

Sebagai sopir Terios, saya memang memiliki pandangan tersendiri dengan mobil satu ini. Hampir tiga tahun saya bertugas sebagai sopir keluarga, menjadikan saya sangat merasa menyatu dengan mobil ini. Namun, ada beberapa hal yang mungkin bisa anda pertimbangkan jika anda membeli mobil Terios generasi terakhir ini. Terios terakhir? Iya lah, yang All New Terios bukan Terios. Terios itu berkonde!

Pertama, jika anda suka ngedrift? Hahaha, lupakan saja Ferguso! SUV tidak pernah cocok buat diajak ngedrift. Terios jika diajak ngebut dikit di tikungan, goyangannya sampai terasa ke ubun-ubun. Merinding mau ngguling. Oleh karena itu, jangan pilih Terios jika anda ingin ngedrift. Pilihlah BMW i8 kemudian nge-vlog. Asiyapppp. Woy! Beda segmen gblk!

Kedua, anda suka berpetualang? Nah, hal ini sesuai dengan tagline Terios konde ketika Abang saya membelinya—secara kredit—di dealer, “Sahabat Petualang”. Sudah itu saja. Lalu apa? Anda berharap menaiki Terios dengan pakaian Indiana Jones kemudian mencari harta karun? Atau Si Bolang keliling pelosok Sumba dengan Terios?

Begini, Saudara. Saya sebagai sahabat Terios saja, tidak pernah merasa sebagai petualang. Saya nggak pernah yang namanya pakai topi dan tas warna merah atau baju safari ala-ala Pak Prabowo ketika nyetir. Memang, tagline tersebut sedikit masuk akal jika kita melihat ground clearence dan kondenya. Banjir akan terlewati dengan enaknya, jalanan berlubang macam untumu juga aman terkendali soalnya tinggi, Coy! Tapi, kalau dilihat dari tenaganya? Hmm… Sangat biasa saja, seperti Avanza yang minum Extra Joss. Terios yang manual saja, tiap saya ganti gigi benar-benar harus sabar, apalagi yang matic. Hahaha, sudahlah.

Ketiga, punya anak banyak. Nah, ini nilai penting. Terios memiliki formasi tempat duduk 2-3-2 alias 7 penumpang. Itu kalau normal. Berhubung anggota keluarga saya banyak, Terios bisa muat 9 penumpang dengan formasi 2-4-3. Juga bisa 1-3-3 kalau anda adalah driver Gocar dan yang mesen adalah rombongan yang nggak punya perasaan. Sehingga males duduk di muka karena dikira naik delman istimewa. Jadi, jika anda tipe orang yang sangat family first, Terios tidak perlu diragukan.

Keempat, mobil ini sungguh boros BBM. Ini yang bikin saya nyesek. Terios karena embel-embel SUV-nya dan masih menggunakan mesin yang lawas—dari generasi awal hingga facelift-nya, masih pake mesin itu-itu saja—bisa sangat terasa borosnya jika dibandingkan dengan MPV sekelas harganya. Memilih Avanza lebih tepat jika ingin irit. Mau irit lagi? LCGC. Kurang irit? Ada teknologi namanya mlampah, Maz…

Namun, masalah boros ini, bisa disiasati dengan mematikan AC atau main sabar tadi. Ganti gigi dengan pas dan tentu saja pelan namun pasti, biarkan Pick-up ayam mendahuluimu

Kelima, Terios 2016 ini cuma punya 2 airbag. Keselamatan adalah kunci. Sisanya terserah korporat Daihatsu-Toyota menjadikannya itu safety atau tidak. Dengan hanya memiliki 2 airbag di segala tipe, menjadikan Terios cuma bisa menyelamatkan 2 orang terdepan saja jika terjadi kecelakaan. Yang belakang? Berdoalah sebelum menaikinya. Namun jangan khawatir, semua tempat duduk sudah ada seatbelt yang sangat berguna ketika ada razia polisi.

Keenam, punya konde. Bagi sebagian orang, konde alias ban serep nempel di belakang adalah sebuah simbol ke-macho-an. Mobil-mobil kekinian selalu malu memperlihatkan ban serepnya karena kebanyakan justru ditaruh di bawah atau bagasi belakang. Terios adalah salah satu legenda mobil tangguh di Eropa karena memang di sana ada versi 4×4 yang benar-benar untuk off road. Oleh karena itu, style konde ala-ala off road selalu dipertahankan. Ketika saya melihat All New Terios yang kondenya sudah diamputasi itu, saya curiga dia terkena pergaulan bebas.

Ketujuh, kemampuannya yang lumayan untuk off road. Sejujurnya tak ada mobil off road yang tidak 4×4. Okelah jika Terios dibawa off road ringan. Mobil 4×2 ini lumayan lagi untuk menembus area jalan desa yang belum tersentuh dana desa. Pengalaman saya dengan Terios ini, ternyata sanggup untuk menembus jalanan menuju pantai tersembunyi di Pacitan. Jadi ya lumayanlah, Insyaallah setrong.

Tapi jangan sekali-kali dibawa ke area berlumpur, ya. Saya pernah punya pengalaman sekali masalah ini, salah satu ban belakang kejeblos lumpur cukup dalam. Tak ada yang bisa diperbuat kecuali merenung dan berharap Si Terios berubah jadi Rubicon. Dan, doa saya pun terjawab. Bukan, bukan jadi Rubicon dan ini juga bukan cerita inspiratif. Saya dibantu warga sekitar untuk mengangkat ban mobil naik ke aspal lagi.

Terakhir, harganya yang cuma setengah dari Pajero atau Fortuner. Hehehe.

Terakhir diperbarui pada 29 November 2018 oleh

Tags: DaihatsuMobil keluargarushTeriostoyota
Dick Hutama Karim

Dick Hutama Karim

Artikel Terkait

Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Calya, Mobil Toyota yang Ganggu Kewarasan Logika Saya MOJOK.CO

Derita Toyota Calya Adalah Penderitaan yang Mengobrak-abrik Kewarasan Logika Saya padahal Ia Adalah Pahlawan Finansial Keluarga Kelas Pekerja

24 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Innova Zenix Wujud Kebodohan Finansial- Terbaik Tetap Reborn MOJOK.CO

Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

10 Maret 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

fisiologi pohon, walhi kerusakan lingkungan mojok.co

Hadapi Krisis Iklim, Ilmu Fisiologi Pohon Jadi Kunci Selamatkan 12 Juta Hektare Lahan Kritis

13 Agustus 2026
Slow living boleh kalau tabunganmu nambah 1 miliar tiap bulan (Unsplash)

Slow living itu sekarang jatuhnya kemewahan tapi gaya hidup, yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang tabungannya nambah 1 miliar tiap bulan

13 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Alumnus Peternakan UMM Kerja Jadi Manager di Australia. MOJOK.CO

Dulu Kuliah Tanpa Punya Laptop, Alumnus UMM Ini Buktikan Bisa Kerja di Australia sebagai Manajer Peternakan

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.