Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Honda Beat Karburator Unggul Jauh di Atas Yamaha Mio karena Kenyamanan Selalu di Depan

Muhammad Yusuf oleh Muhammad Yusuf
30 Juni 2021
A A
Honda Beat Karburator Unggul Jauh di Atas Yamaha Mio karena Kenyamanan Selalu di Depan

Honda Beat Karburator Unggul Jauh di Atas Yamaha Mio karena Kenyamanan Selalu di Depan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Honda Beat karburator memang kalah kencang dibandingkan Yamaha Mio. Namun, lantaran kenyamanan semakin di depan, Beat jadi yang terbaik.

Beberapa bulan belakangan, saya terpikir untuk mengganti motor Jupiter MX 135 tahun 2013 dengan skuter matik seken. Motor Jupiter MX ini sudah menemani saya selama 8 tahunan. Mesinnya masih tergolong enak karena rutin saya servis setiap 4 bulan sekali meski jarak tempuhnya nggak jauh-jauh amat. Kendati begitu, Jupiter MX ini punya kekurangan yang begitu mengganggu buat saya: kepraktisan dan akomodasi.

Iklan

Betapa menyebalkannya ketika melihat kenyataan ruang bagasi yang amat mungil. Untuk menyimpan jas hujan saja harus dipaksa karena nggak muat, apalagi kalau misalnya ditambah membawa kanebo. Adanya bagasi justru bukannya memudahkan, tapi justru memaksa saya menambah barang bawaan macam ransel ketika dibutuhkan.

Seiring bertambahnya usia, tentu ada perubahan orientasi penggunaan roda dua. Kalau sewaktu kuliah dulu berorientasi mengejar ke performa, kini fokusnya berubah untuk mengejar kenyamanan dan kepraktisan. Bicara soal kepraktisan, siapa pun sepakat kalau skuter matik memang jauh lebih unggul ketimbang motor bebek lain, apalagi Jupiter MX.

Saya pun lantas mencari informasi seputar motor seken dengan kisaran harga 5 sampai 6 jutaan yang artinya saya mesti berkompromi dengan kondisi motor keluaran tahun lama. Mulai dari Suzuki NEX generasi pertama, Suzuki Spin, Yamaha Mio keluaran 2004 zaman Tessa Kaunang, Honda Vario tahun 2007, dan Honda Beat generasi pertama keluaran 2008.

Nah, Honda Beat generasi pertama pun jadi pilihan menggiurkan dengan rata-rata kisaran harga di 6 jutaan. Tapi sayangnya, rentang harga segitu tidak bisa saya temukan di Kota Bandung.

Saya justru banyak menemukan di luar Jawa Barat dan bahkan di luar Pulau Jawa dengan kondisi masih mulus dan surat-surat lengkap. Kebanyakan harga Honda Beat seken di Bandung dijual di rentang harga 7 jutaan dalam kondisi mulus serta surat-surat yang lengkap dan itu pun kebanyakan sudah terjual.

Saya jadi teringat ketika kakak saya pernah punya Beat legendaris ini. Berdasarkan pantauan di internet, Honda Beat karburator awal sebelum memasuki facelift pada 2010 dijual dengan harga 13 jutaan. Padahal saat awal kemunculannya, Honda Beat karbu ini sempat diragukan orang-orang setelah Honda Vario gagal menyaingi Yamaha Mio dari segi kualitas dan jumlah penjualan.

Dari desain bodi, Honda Beat karburator mempunyai desain sporty dan ramping dengan lekukan-lekukan tajam, berbeda dari Yamaha Mio yang desainnya membulat dengan bodi sedikit lebih lebar. Namun begitu, jika dilihat dari build quality, Honda Beat karbu ini terasa lebih ringkih dari rivalnya meskipun bodi keduanya menggunakan plastik, kualitas yang dimiliki oleh Yamaha Mio ini jauh lebih solid.

Kemudian dalam hal ergonomi, Honda Beat karbu punya posisi kemudi yang lebih rendah dibanding Yamaha Mio. Buat saya, kemudi yang rendah ini lebih nyaman karena pengendara tidak duduk terlalu membungkuk dan terasa jauh lebih rileks ketika riding. Kenyamanan duduk itu ditunjang oleh ground clearance yang tak terlalu rendah sehingga kaki tidak terlalu menekuk. Kendati demikian, joknya yang keras dan tipis kerap bikin bokong sakit saat melibas jalanan berlubang.

Meski kerap dijadikan kambing hitam oleh para jomblo yang kalah saing dari Honda Jazz, nyatanya Honda Beat karbu lebih nyaman daripada Mio. Di atas kertas, spesifikasi antara keduanya boleh dikatakan mirip namun perbedaan yang muncul ketika diajak mengaspal terasa cukup kentara.

Yamaha boleh bangga dengan performa mesinnya yang unggul, tapi perkara kenyamanan Honda Beat ini jauh di atas Mio. Kendati top speed mentok di 100 km/jam, Honda Beat terasa stabil dan anteng pada kecepatan tinggi karena getaran mesinnya yang minim. Dan tentu saja karena ini Honda, sudah pasti konsumsi BBM-nya irit.

Racikan suspensinya pun terasa begitu pas dan menunjang kemantapan ketika melibas jalanan bergelombang, bahkan saat berboncengan. Tidak terasa melayang apalagi sampai mantul-mantul. Bobotnya yang ringan dan bodi ramping lantas menjadi kelebihan tersendiri ketika menerjang kemacetan.

Betapa nikmatnya handling Honda Beat karbu ketika bermanuver di kepadatan lalu lintas, apalagi saat menyalip Honda Jazz yang tengah diam tak berdaya di tengah kemacetan. Hal lain yang terasa menyenangkan adalah adanya parking brake lock, salah satu fitur unggulan Beat yang sangat berguna ketika di lampu merah atau berhenti sesaat di tanjakan.

Iklan

Fitur ini adalah salah satu gebrakan krusial yang dibuat oleh Honda pada masanya. Kini menjadi standar keamanan untuk motor matik.

Tidak heran kalau Honda Beat karbu jadi incaran banyak orang di pasaran motor bekas. Meski motor ini tidak sekencang rivalnya tapi ia mampu menghadirkan kebutuhan para pengguna roda dua di setiap aspeknya. Performanya yang oke, kepraktisannya yang terbilang lengkap, aman dan nyaman, irit BBM, mesinnya bandel, dan kalau mau kencang tinggal dimodifikasi.

Meskipun Honda Beat sudah berkali-kali mengalami ubahan mesin dengan teknologi yang terbaru, tidak dimungkiri bahwa Honda Beat karbu tetap lebih worth it untuk dimiliki meski sudah seken. Ah, betapa beruntungnya mereka yang masih memiliki motor ini.

Pesan saya untuk pengguna Honda Beat karbu: Jangan pernah terpikir untuk menjualnya. Kalian adalah orang-orang yang sungguh beruntung! Ketika orang lain harus merogoh kocek dalam-dalam, yang kalian perlu lakukan hanya merawatnya dengan baik.

Memang, kenyamanan itu tiada duanya untuk segala jenis kendaraan, apalagi matik. Iya, yang lebih nyaman biasanya lebih bikin betah, ketimbang dia yang selalu ada, tapi bikin makan hati.

BACA JUGA Toyota Fortuner Nggak Senyaman yang Saya Kira karena Kenyamanan Tetap Milik Innova dan kisah menggemaskan bersama kendaraan di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2021 oleh

Tags: hondaHonda Beathonda beat karburatorhonda varioJupiter MxYamaha Mio
Muhammad Yusuf

Muhammad Yusuf

Kaum rebahan profesional. Tinggal di Bandung.

Artikel Terkait

Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO
Otomojok

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO
Otomojok

Vario 150: Motor Honda Terbaik tapi Paling Mengancam Kewarasan dan Bikin Malu, Takut Gak Bisa Nyicil Setelah Jadi Pengangguran Akhirnya Diselamat Ibu

21 Mei 2026
Supra Fit: Motor Honda yang Bikin Kecewa dan Gak Bikin Bangga MOJOK.CO
Otomojok

Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

21 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
dosen.MOJOK.CO

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
Rembang semakin tidak layak dicintai MOJOK.CO

Semakin Tak Punya Alasan untuk Tinggal dan Mencintai Kabupaten Rembang: Tak Beranjak ke Mana-mana, Kolotnya Dipelihara

17 Juni 2026
Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026
Mas Uceng sebagai narasumber Festival Melawan-Melawan. Ia menyampaikan perlawanan masyarakat sipil perlahan telah terbunuh oleh rezim.

Zainal Arifin Mochtar: Perlawanan Masyarakat Sipil Perlahan Telah Dibunuh

18 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.