Jadi, selain membawa teknologi yang memahami pengendara, Yamaha Aerox, Yamaha Filano, dan Yamaha Fazzio ini bagus di dompet
Beberapa hari yang lalu, beberapa saudara termasuk saya, mampir ke rumah simbah untuk sebuah keperluan. Kami sempat mengobrol cukup lama. Obrolan berkembang dari otomotif, Piala Dunia, mistis, sampai sampai perpolitikan.
Jadi, simbah kami ini pensiunan montir. Dulu dia membuat bengkel kecil di rumah, sekaligus “showroom” mungil untuk jual-beli motor bekas. Sebagai penyuka kecepatan, sejak dulu, motor favoritnya adalah adalah Yamaha. Kesukaan kepada otomotif ini menurun kepada anaknya, kayak sepupu saya. Simbah yang saya maksud adalah kakak dari nenek saya.
Obrolan kami sempat masuk ke dalam topik motor baru untuk anak SMA. Anak dari salah satu “saudara tua” kami sudah kelas 2 SMA dan siap-siap mencari SIM ketika usianya 17 nanti. Simbah dan anaknya sepakat memberi rekomendasi 3 jenis motor, yaitu Yamaha Aerox, Yamaha Filano, dan Yamaha Fazzio.
Yamaha Aerox, Yamaha Filano, dan Yamaha Fazzio cocok untuk anak SMA
Kita mulai dengan Yamaha Aerox. Jika anak kalian menyukai visual yang serba tajam, motor ini paling cocok. Kata kakak sepupu saya yang saat ini bekerja di sebuah dealer sepeda motor, desainer Yamaha merancang Aerox dengan konsep Sport Scooter yang kekar.
Namun, di balik bodinya yang padat, mesinnya sangat ramah untuk pemakaian harian anak sekolah. Pertama, Yamaha menanam teknologi bernama Variable Valve Actuation (VVA).
VVA itu mudahnya kayak sistem pengaturan napas otomatis. Di dalam mesin, terdapat katup (klep) yang mengatur keluar-masuknya campuran bensin dan udara.
Saat mengendarai Yamaha Aerox dengan santai, katupnya terbuka cetek jadi tetep irit. Namun, ketika membutuhkan tenaga instan untuk menanjak atau menyalip kendaraan, sistem VVA bakal aktif. Tapi, jelas tidak berarti langsung boros. Nggak. Justru karena teknologi inilah, motor tetep bisa ngebut, tapi irit.
Nah, bagi anak SMA, apa yang lebih menyenangkan ketimbang bisa tetep ngebut tapi bensin irit? Untuk sangu mereka yang begitu imut itu, teknologi ini begitu membantu.
Kedua, Aerox menggunakan sistem Smart Motor Generator (SMG). Mudahnya, motor ini jadi alus banget kalau distarter. Teknologi ini juga mengaktifkan fitur Stop and Start System yang bikin motor mati saat berhenti sejenak, kayak di lampu merah.
Efeknya apa? Ya irit. Lagi-lagi, ini amat membantu anak SMA yang sangunya imut itu.
Yamaha Fazzio yang ramah sama dompet orang tua
Buat yang sporty, Aerox jawabannya. Nah, kalau anak kalian suka seni atau tampil beda, Yamaha Fazzio cocok. Desainnya retro-modern terlihat “menggemaskan”, kata kakak sepupu saya. Namun, ia menyimpan teknologi mesin yang paling ramah terhadap uang jajan anak sekolah.
Yamaha membekali Fazzio dengan teknologi Blue Core Hybrid. Mesin ini menggabungkan dua sumber tenaga untuk menggerakkan roda belakang: bensin dan listrik dari aki. Motor ini juga sangat ramah buat pengendara SMA yang baru punya SIM.
Saat motor berhenti di lampu merah atau kemacetan, mesin membutuhkan tenaga yang sangat besar untuk mulai bergerak maju dari posisi diam. Di sinilah komponen bernama Electric Power Assist Start bekerja.
Nah ini bikin motor seimut Fazzio tetap gacor di jalanan. Tahu sendiri, anak SMA itu masih suka mendengarkan adrenalinnya. Jelas dong mereka pengin motor yang responsif meski tampilannya imut. Bayangin kamu disalip Fazzio, mesti ya kaget. Kok bisa motor imut itu mengasapi motormu yang belum lunas kreditnya itu?
Yamaha Filano punya fungsi yang memikirkan konsumen
Jika suka sporty, Aerox. Kalau suka seni, Fazzio. Nah, kalau anak kalian itu kalem dan mencari kenyamanan, Yamaha Filano (Grand Filano) bakal cocok. Motor ini memancarkan aura skutik Eropa yang elegan, sangat cocok untuk anak SMA yang nggak mau kelihatan barbar dan ugal-ugalan.
Filano menggunakan basis mesin hybrid yang sama dengan Fazzio. Namun, Yamaha menambahkan berbagai fitur fungsional yang sangat memikirkan pengendara. Fitur yang paling kakak sepupu saya gemari adalah Smart Front Refuel.
Insinyur Yamaha memindahkan posisi tangki bensin ke bagian dek depan sebelah kiri. Jadi, anak kalian tidak perlu lagi turun dari motor, membuka jok, dan merepotkan diri saat mengantre di SPBU. Mereka cukup menekan tombol di dekat kunci kontak, lalu tutup tangki di bagian depan akan terbuka otomatis.
Pemindahan tangki bensin ke bagian depan ini memberikan berkah lain pada area belakang. Ruang bagasi bawah jok menjadi sangat luas (mencapai 27 liter).
Jadi kamu bisa memasukkan tas sekolah ke dalam bagasi. Desain ini juga membuat area dek kaki tengah menjadi rata dan luas. Bakal memberikan posisi berkendara yang sangat nyaman dan ergonomis untuk anak perempuan maupun laki-laki.
Yamaha Aerox, Yamaha Filano, dan Yamaha Fazzio aman banget buat orang tua
Selain urusan performa dan gaya, ada alasan mekanis mendasar mengapa kakak sepupu saya merekomendasikan Yamaha Aerox, Yamaha Filano, dan Yamaha Fazzio kepada para orang tua:
Yamaha Aerox punya distribusi bobot yang baik dan stabilitas. Aerox menaruh tangki bensin di tengah bodi bawah, sedangkan Filano menaruhnya di dek depan bawah.
Desain ini memusatkan beban motor di bagian bawah (center of gravity). Motor yang memiliki pusat gravitasi rendah memberikan stabilitas yang jauh lebih baik. Motor tidak akan terasa melayang atau limbung.
Perawatan Yamaha Aerox, Yamaha Filano, dan Yamaha Fazzio itu mudah. Semua sudah pakai sistem injeksi bahan bakar yang pintar. Cuma butuh rutin ganti oli saja setiap 2.000 hingga 3.000 kilometer. Selebihnya, mesin Yamaha terkenal memiliki daya tahan besi yang sangat tangguh untuk “siksaan” pemakaian harian.
Jadi, selain membawa teknologi yang memahami pengendara, Yamaha Aerox, Yamaha Filano, dan Yamaha Fazzio ini bagus di dompet. Sepertinya itu yang paling penting buat keamanan keuangan orang tua, kan?
Penulis: Yamadipati Seno
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN














