Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Pesugihan Haji N Menyebabkan Kematian Massal Ibu-ibu di Rembang

Cerita ini saya dapat dari kerabat saya ketika awal 2023 lalu dia membuat gempar satu RT karena mengaku nyaris dimangsa gerandong pesugihan Haji N.

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
16 Maret 2023
A A
Pesugihan Haji N Menyebabkan Kematian Massal Ibu-ibu di Rembang MOJOK.CO

Pesugihan Haji N Menyebabkan Kematian Massal Ibu-ibu di Rembang. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Demi memperkaya diri, Haji N di desa saya menenggelamkan dirinya ke praktik pesugihan. Setelah itu, sebuah petaka terjadi di Rembang.

Sekitar tahun 1990-an, di desa saya di Rembang, Jawa Tengah, kelahiran seolah menjadi pertanda buruk bagi setiap perempuan dan keluarga besarnya. Setiap satu kelahiran, artinya akan ada satu nyawa yang melayang menjadi tumbal pesugihan.

Cerita ini saya dapat dari kerabat saya ketika awal 2023 lalu dia membuat gempar satu RT karena mengaku nyaris dimangsa gerandong pesugihan Haji N.

Haji N, yang baru saja pindah rumah di salah satu tanah kosong di ujung desa saya di Rembang mengundang beberapa kenalan untuk syukuran di rumah barunya tersebut, tak terkecuali kerabat saya. Sepulang dari syukuran, kerabat saya yang tergiur dengan nasi berkatan dari Haji N langsung menyantapnya tanpa berpikir macam-macam.

Lagi pula, pikirnya, cerita soal “kekejian” Haji N adalah cerita yang tertinggal puluhan tahun lampu. Dia tak mau menyimpan syak wasangka pada sosok haji yang kini menginjak usia 70-an tahun itu.

“Barangkali sudah tobat,” pikirnya.

Namun, malam itu juga, usai makan nasi berkatan dari Haji N, kerabat saya didatangi oleh sosok hitam berbadan besar dengan taring dan kuku panjang. Sosok hitam itu nyaris menerkam kerabat saya. Beruntungnya, dia tertolong oleh rajah dalam tasbih yang sering dibawa ke mana-mana.

Ketika menceritakan kejadian itu pada tetangga dan kerabat-kerabat yang lain, baru dia tahu bahwa kuat dugaan Haji N masih melakukan praktik pesugihan. Makanya, para tamu undangan di acara syukuran Haji N tak satu pun yang memakan nasi berkatnya. Semua dibuang. Puluhan tahun berlalu dan ternyata Haji N masih mencari korban.

Saat Haji N mendadak kaya

Di desa saya di Rembang, pada 1990-an, Haji N dikenal sebagai seorang pedagang dan petani biasa. Tidak terlalu miskin, tapi masih jauh dari kata kaya.

Sampai suatu ketika, tanpa banyak disadari oleh orang-orang di sekitarnya, Haji N mendadak menjadi sosok tajir dan disegani. Setu demi satu, dalam tempo yang relatif singkat, dia mulai bisa membangun rumah yang megah, membeli mobil, hingga berangkat ke tanah suci.

Awalnya tentu tak banyak yang menaruh rasa curiga. Banyak warga desa yang mengira bahwa yang dicapai oleh Haji N adalah hasil dari jerih payah sendiri. Apalagi memang saat itu Haji N terlihat sangat serius untuk memperbesar tokonya. Dia bahkan merekrut salah seorang pemuda desa untuk menjadi pekerja. Hingga akhirnya, kejanggalan-kejanggalan mengiringi sosok Haji N. Gosip soal tumbal pesugihan mulai muncul.

Kematian massal ibu-ibu setelah melahirkan

Sebelum kecurigaan tentang praktik pesugihan Haji N di desa saya di Rembang merebak, gelagat aneh seperti sudah ditunjukkan oleh Haji N dan istrinya. Istri Haji N tiba-tiba menjadi sangat rajin menjenguk ibu-ibu yang baru saja melahirkan. Padahal, banyak di antara ibu-ibu itu tidak memiliki hubungan darah langsung dengan keluarga Haji N. Tetangga juga tidak.

Tak lama setelah kunjungan yang pertama, tersiar kabar bahwa ibu yang baru saja melahirkan itu meninggal secara misterius. Pihak keluarga mengaku bahwa setelah melahirkan si ibu tersebut dalam keadaan sehat. Bahkan semalam sebelum meninggal dia tidak menunjukkan tanda-tanda aneh.

Namun, bukankah memang demikian hakikat kematian? Tak bisa ditebak. Bisa datang kapan saja dan dalam keadaan bagaimana saja. Sehingga orang-orang desa mewajarkan kematian si ibu tersebut. Awalnya memang belum ada kecurigaan tentang tumbal pesugihan.

Iklan

Hanya, setelah kejadian itu, di desa saya malah terjadi tragedi kematian berantai di kalangan ibu-ibu. Ada tak kurang dari 10 perempuan meninggal setelah melahirkan. Dan seluruhnya terjadi tak lama setelah dijenguk oleh Haji N.

Atas rentetan kematian massal itu, satu per satu warga mulai curiga terhadap Haji N dan tumbal pesugihan. Satu pertanyaan mengemuka, “Entah kebetulan atau tidak, kenapa setiap yang habis melahirkan pasti meninggal setelah dijenguk istri Haji N?”

Mereka yang lolos dari kematian

Meski kejanggalan-kejanggalan sudah mengarah pada Haji N, akan tetapi warga desa saya di Rembang jelas tak berani mengambil tindakan. Pasalnya, tak ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa kematian massal yang terjadi adalah ulah dari praktik tumbal pesugihan Haji N.

Mungkin karena merasa tak dicurigai, Haji N pun terus melancarkan aksinya. Membuat daftar nama-nama perempuan desa yang baru atau yang hendak melahirkan.

Saat itu, ada seorang perempuan, panggil saja Ibu T, yang merasa was-was jelang hari lahiran. Dia dan keluarganya tentu sudah mendengar desas-desus perihal pesugihan Haji N yang mengincar ibu-ibu hamil.

Alhasil, setelah rembugan dengan keluarga besar, setelah melahirkan, ibu T dibawa mengungsi ke rumah saudaranya di desa sebelah, demi menghindari jengukan dari istri Haji N. Dan ternyata betul. Dia selamat dari tumbal maut Haji N dan masih hidup hingga sekarang. Selain dikaruniai dua anak, saat ini dia juga telah mempunyai seorang cucu.

Baca halaman selanjutnya

Siasat warga menghindari tumbal pesugihan tak bertahan lama…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2023 oleh

Tags: cerita seramHajiMalam Jumatpesugihantumbal pesugihan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Warung Bakso Horor di Selatan Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Warung Bakso Horor di Selatan Jogja: Teror Gaib yang Tak Kunjung dan Belum akan Berhenti

22 Januari 2026
19 Tahun Gempa Jogja dan Teror di Bangsal Rumah Sakit MOJOK.CO
Malam Jumat

19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali

8 Januari 2026
Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal.MOJOK.CO
Seni

Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal

23 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas Karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi MOJOK.CO

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi

2 Februari 2026
Aji sarjana hukum UGM, Jogja yang pernah ngojol. MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis MOJOK.CO

Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis

31 Januari 2026
guru, stem, guru honorer, pns.MOJOK.CO

Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM

31 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.