Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
14 Maret 2026
A A
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi pengguna iPhone (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pengguna iPhone 11 kerap mendapat cap aneh dan kuno. Alasannya, mereka tak mau meng-upgrade ponsel itu ke generasi yang lebih baru. Namun, beberapa di antaranya memilih untuk dikatai miskin daripada harus memberi makan ego dan berujung pada pinjol.

***

Iklan

Saat acara bukber bersama circle-nya beberapa hari lalu, semua teman Sarah (26) membawa iPhone keluaran terbaru. Punya mereka rata-rata generasi 12 ke atas, bahkan ada yang sudah memiliki Iphone 17. 

Sementara ponsel milik Sarah terlihat paling beda dan tertinggal zaman. Ia masih setia menggunakan iPhone 11.

Secara bentuk, ponsel Sarah memang gampang dikenali “kepurbaannya”. Di saat teman-temannya sudah memakai iPhone dengan pinggiran kotak yang tegas dan layar OLED tipis yang warnanya tajam, ponsel Sarah masih punya pinggiran melengkung dan poni layar yang tebal. Sebagai user iPhone 11, saya pribadi mengakui aspek ini.

Fitur iPhone 11 memang tertinggal

Sarah mengakui, iPhone 11 miliknya sebenarnya tidak rusak dan lemot. Mesinnya masih sangat lancar untuk dipakai kerja sehari-hari. 

Hanya saja, sebagaimana generasi lawas, ia jelas tertinggal secara gaya dan fitur. Saat teman-temannya asyik merekam video estetik untuk Instagram menggunakan mode sinematik yang latar belakangnya bisa blur otomatis, misalnya, kamera Sarah cuma bisa merekam video biasa. 

Saat foto malam hari pun hasil kamera teman-temannya terlihat terang benderang. Sementara foto Sarah agak gelap.

Pemandangan ini tak jarang mengundang celetukan dari teman-temannya. Mereka tak jarang menggoda Sarah untuk segera meng-upgrade iPhone miliknya karena sudah ketinggalan zaman.

“Aku selalu bilang, selama masih berfungsi bagus, ngapain harus diganti. Toh, punyaku ini belum rusak,” akunya, Jumat (13/3/2026).

Beberapa waktu lalu, linimasa X bahkan sempat ramai berdebat soal ini. Ada kubu yang merasa bertahan pakai iPhone 11, seperti Sarah, sebagai tanda hidup simpel. Namun, ada juga kubu yang nyinyir menyebutnya cuma alibi karena miskin tak bisa upgrade.

Post iseng.
Yang masih pake Iphone 12 ke bawah yuk boleh ngumpul sini. Karena itu artinya hidup simple, lebih ke security ketimbang gengsi 😁

— HinduGL (@GlHindu) March 13, 2026

Dianggap “aneh” oleh circle-nya

Di mata teman-teman satu circle-nya, Sarah adalah orang yang aneh. Mereka heran kenapa Sarah betah menggunakan iPhone 11. Padahal, gaji pekerja asal Semarang sebenarnya cukup kalau hanya untuk membayar uang muka cicilan ponsel baru.

“HP kamu kan udah ketinggalan banget. Kenapa nggak tukar tambah aja sih? Biar kelihatan update dikit kalau lagi kumpul,” ujar Sarah, menirukan bujuk rayu temannya.

Namun, yang teman-temannya tidak tahu, iPhone 11 itu bukan sekadar alat komunikasi biasa bagi Sarah. Ada nilai sejarah yang sangat besar di balik benda tersebut. 

“Aku mikir ulang mau ganti karena ini iPhone pertama yang aku beli lunas, secara tunai. Aku belinya pakai tabungan hasil gaji pertama, setelah berbulan-bulan ngirit.”

Bagi Sarah, ada rasa bangga dan keringat perjuangan di dalam iPhone 11 miliknya. Ia merasa sayang dan sedikit berdosa jika harus menyingkirkannya hanya demi FOMO.

Selain alasan kenangan, Sarah juga punya pemikiran yang sangat masuk akal. Baginya, fungsi utama sebuah ponsel adalah untuk kelancaran kerja dan komunikasi. Selama masih lancar untuk scroll medsos, ia tak perlu mengeluarkan uang belasan juta lagi.

Iklan

Sakit hati dibilang miskin karena masih pakai iPhone 11

Meski punya pendirian kuat, pertahanan mental Sarah pernah runtuh juga. Momen itu terjadi saat mereka sedang kumpul santai selepas pulang kerja. Seperti biasa, obrolan mengarah ke hal-hal random, termasuk soal iPhone keluaran terbaru.

Sarah yang mulai risih terus disuruh ganti ponsel, mencoba membela diri. “Saya mah anaknya simpel aja. Yang penting fungsional buat kerjaan.” Kata dia kala itu.

Mendengar jawaban itu, salah satu teman kantornya langsung membalas dengan nada nyinyir. Kata-katanya sangat menohok dan diucapkan di depan teman-teman yang lain.

“Halah, bilang aja kamu miskin nggak ada duit buat upgrade. Nggak usah berlindung di balik kata idealis.”

Mendengar kata “miskin” dilemparkan begitu saja di depan orang banyak, dada Sarah langsung sesak. Ia langsung terdiam dan suasana meja menjadi canggung. 

Memang, temannya itu berkilah di balik kata “bercanda”. Namun, sakit hatinya tetap ia rasakan.

“Sampai aku berkali-kali mikir, ‘apa sih dosanya orang nggak ganti HP?”

Nyaris gelap mata

Rasa sakit hati karena dihina miskin, berubah menjadi kemarahan. Sarah gelap mata. Malam hari setelahnya, ia membuka aplikasi belanja online dan mencari seri iPhone terbaru.

Sarah bahkan sudah berada di halaman pembayaran. Ia memilih opsi cicilan menggunakan PayLater selama enam bulan. Di kepalanya, ia hanya ingin datang ke kantor, menaruh ponsel baru itu di atas meja, dan membungkam mulut sombong teman-temannya.

Namun, tepat sebelum jarinya menekan tombol “Bayar”, pikirannya kembali waras. Dengan gaji empat jutaan, ia kemudian merinci ulang pengeluaran bulanan untuk kos, makan, transportasi, dan tentunya cicilan iPhone.

“Setelah aku hitung, ternyata nggak bakal cukup. Kecuali aku rutin pinjol,” jelasnya.

Melihat angka itu, kewarasan Sarah langsung kembali. Ia membayangkan hidupnya ke depan yang bakal susah.

Ternyata banyak temannya terjerat pinjol buat beli iPhone

Keputusan Sarah untuk menelan gengsinya ternyata tepat. Dari yang ia ketahui dari gosip-gosip kantor, ternyata banyak rekan kerjanya yang terjerat pinjol. Bahkan, sudah ada yang sampai dikejar-kejar oleh debt collector karena utang numpuk berbulan-bulan.

“Dari yang aku dengar, salah satunya itu orang yang menghinaku miskin,” ungkapnya.

Bahkan, yang paling memalukan, salah satu debt collector sampai ada yang “mampir” ke kantornya, mencari salah satu temannya untuk mengagih utang.

“Kalau saja dulu aku kemakan ego, mungkin posisiku juga bakal kayak begitu.”

Hari itu, Sarah belajar sebuah pelajaran penting soal kerasnya gaya hidup pekerja ibu kota. Baginya, memuja merek demi mendapat pengakuan sosial adalah jalan pikiran yang sangat merugikan. Ia tidak peduli lagi jika harus dibilang kuno, aneh, atau bahkan miskin di tongkrongan cuma karena pakai iPhone 11, asal tak punya tanggungan utang.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2026 oleh

Tags: harga iPhoneiPhoneiPhone 11iphone 17pengguna iphonepilihan redaksi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Gus Yahya dalam sambutan pembukaan Muktamar ke-35 NU: Nahdlatul Ulama harus bersinergi dengan pemerintah untuk kemaslahatan rakyat MOJOK.CO

Gus Yahya: NU Tidak Punya Jalan Lain Selain Kerja Sama dengan Pemerintah jika Ingin Hadirkan Manfaat Nyata

27 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.