Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
13 Maret 2026
A A
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

ilustrasi - bus ekonomi jalur Jogja Jambi bikin man flu. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebelum mampu membeli tiket pesawat untuk mudik Lebaran dari Jogja ke Jambi, Revfvi pernah menderita saat mudik pakai jalur darat. Pemuda asal Aceh itu merasa tertipu beli tiket bus ekonomi yang murah hingga menghabiskan waktu selama 78 jam dalam perjalanan.

***

Iklan

Ada 3 tipe pemudik di Indonesia. Pertama, mereka yang punya satu kampung halaman. Kedua, mereka yang punya lebih dari satu kampung halaman. Ketiga, mereka yang memang memilih tidak mudik saat Lebaran.

Sementara Revfvi adalah tipe kedua. Pemuda asal Aceh ini sudah lama tinggal di Jambi bersama keluarganya dan baru merantau ke Jogja. Setelah 10 tahun berlalu, Revfvi punya keinginan untuk mudik ke Aceh guna mengunjungi nenek dari ayahnya yang masih hidup.

“Aku dan ayah ingin mengunjungi nenek sekaligus keluarga besar yang ada di sana, tapi dulu sering tertunda karena kami juga memikirkan kondisi keuangan dan waktu,” kata Revfvi saat dihubungi Mojok, Kamis (12/3/2026).

Namun, karena perasaan rindunya sudah tidak bisa lagi dia tahan, Revfvi ingin mengupayakan agar Lebaran 2023 kemarin bisa mudik ke Aceh. Walaupun, jaraknya sudah semakin jauh dari Jambi ke Aceh karena dia merantau ke Jogja.

“Waktu itu aku baru dapat kerja di Jogja dan tabungan juga belum banyak. Jadi tetap harus hemat duit,” kata Revfvi.

Namun pada akhirnya, Revfvi menyadari bahwa sesuatu yang dipaksakan memang tidak baik, hingga mengalami kejadian-kejadian sial dalam perjalanannya mudik.

Karjimut Jogja pilih bus ekonomi murah malah tersiksa

Mengingat suasana mudik Lebaran yang bakal padat, Revfvi memutuskan berangkat dari Terminal Giwangan, Jogja ke Jambi lebih dahulu sebelum Hari Raya Lebaran. Guna menghemat biaya, ia memilih menggunakan bus ekonomi yang harga tiketnya paling murah.

“Aku beli tiket bus ekonomi yang harganya Rp600 ribu. Bayangin kalau naik pesawat, udah Rp2,5 juta ongkosnya, belum termasuk pulang-pergi,” kata Revfvi yang waktu itu gajinya hanya setara UMP Jogja (sekitar Rp2 juta tahun 2023) lebih sedikit, alias karyawan gaji imut (karjimut).

Mulanya, Revfvi merasa lega karena berhasil berhemat. Namun, ia baru menyesal saat hari H menaiki bus ekonomi tersebut. Bagaimana tidak, perjalanan dari Jogja ke Aceh yang seharusnya hanya berlangsung 2 hari malah memakan waktu 3 hari lebih.

“Ternyata harus benar-benar persiapan mental saat mudik Lebaran, karena kita nggak pernah tahu akan ada apa kedepannya. Sesuatu yang kukira cuma macet, ternyata sampai 6 kali mogok segala,” keluh Revfvi

Pasrah jadi “ikan pindang” sepanjang jalan

Revfvi tidak pernah mengira bahwa bus ekonomi yang ditumpanginya dari Jogja ke Jambi akan mengalami banyak kendala hingga 6 kali mogok di pinggir jalan. Bahkan, belum lama setelah keberangkatan bus.

“Mogok pertama itu waktu baru keluar tol arah Solo-Semarang sampai 2 kali, karena AC-nya nggak mau menyala. Yang ketiga, berhenti di Jalan Pantura karena masalah serupa,” ujar Revfvi

Karena masalah AC yang sering mati, banyak penumpang yang merasa kepanasan. Muak dengan masalah yang berulang, mereka pilih protes ke sopir dan kernet.

“Kok nggak nyala sih Bang? Panas nih!,” protes penumpang lain, termasuk Revfvi yang mengeluhkan hal serupa karena saking panasnya. Ibarat dijemur seperti ikan pindang, apalagi saat melewati Jalan Pantura yang terkenal sumuk!

Setelah beberapa kali perbaikan, bus ekonomi itu akhirnya tak lagi rewel. Hanya saja, masalah itu belum selesai sepenuhnya karena masih ada 3 kejadian lagi yang bikin bus ekonomi jalur Jogja–Jambi itu mogok.

Nyaris berujung maut di bulan Ramadan

Bus ekonomi yang dinaiki Revfvi mengalami mogok untuk yang ke-4 kalinya di wilayah sekitar Jakarta pada dini hari. Kali ini masalahnya bukan pada AC, tapi karjimut di Jogja itu tidak peduli lantaran terlalu mengantuk dan lelah.

Iklan

Saat bus yang ditumpangi Revfvi sudah masuk wilayah Sumatera, sopir menghentikan kembali busnya di pinggir jalan. Ia bilang ada masalah pada mesin. Setelah mengutak-ngatik selama beberapa menit, sopir memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. 

Tak sampai satu jam, tiba-tiba, salah satu ban bus meletus dengan suara kencang: “Stass!”

Sontak seluruh penumpang pun ikut kaget mendengar suara ledakan tersebut. Di sisi lain mereka bersyukur karena masih selamat di jalan.

Beberapa dari mereka juga memilih bertahan untuk naik bus ekonomi jalur Jogja–Jambi tersebut karena sedikit lagi tiba di tujuan. Termasuk Revfvi yang berusaha menahan diri agar tidak terbawa emosi, sekaligus ingin mempertahankan puasanya pada saat itu.

Untungnya, proses ganti ban tidak terlalu lama sehingga sang sopir bisa melanjutkan perjalanan. Walaupun Revfvi harus menerima kenyataan pahit karena dia baru sampai rumah di Jambi sekitar Senin malam dari keberangkatan Jumat siang.

“Sampai rumah aku langsung tepar. Akhirnya aku putuskan istirahat sebentar satu hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh pakai mobil pribadi dengan ayah,” ujar Revfvi

Bus ekonomi Jogja–Jambi menyerang titik terlemah laki-laki

Awalnya, Revfvi sudah sepakat dengan ayahnya untuk gantian menyetir mobil dari Jambi ke Aceh. Namun, karena perjalanannya dari Jogja ke Jambi sudah menyiksa, Revfvi pun membujuk ayahnya agar mau menyetir lebih lama.

“Perjalanan dari Jambi ke Aceh Selatan itu kurang lebih memakan waktu sekitar 35 jam. Setelah kupikir-pikir, kayaknya nggak mungkin kalau aku paksakan untuk menyetir lama-lama,” kata Revfvi.

Perjalanan dari Jogja ke Jambi yang menghabiskan waktu 78 ternyata membuat tubuh Revfvi sakit hingga demam. Bagi seorang laki-laki, demam terasa seperti orang mau mati dibandingkan stres mental. Istilah ini dikenal sebagai “man flu”.

Kapok dengan pengalaman naik bus ekonomi murah, Revfvi kini mending bayar mahal alias merelakan gajinya yang imut itu daripada harus terserang demam kembali. Pengalaman pahitnya itu jadi pelajaran berharga bagi Revvfi di tahun berikutnya.

“2024, aku akhirnya bisa pakai pesawat karena gajiku juga sudah naik. Nggak lama setelah dapat kerja di Jakarta.” Ujar mantan karjimut di Jogja itu. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2026 oleh

Tags: bus ekonomiharga tiket busJambiJogjakarjimutLebaranMudikmudik pakai bustiket murah
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Grup WhatsApp keluarga, tempat menghakimi hidup orang lain (Unsplash)

Grup WhatsApp keluarga bukan tempat silaturahmi, tapi sumber stres baru ketika berubah menjadi ruang sidang untuk menghakimi hidup orang lain

18 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair MOJOK.CO

Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair

19 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.