Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Pesugihan Haji N Menyebabkan Kematian Massal Ibu-ibu di Rembang

Cerita ini saya dapat dari kerabat saya ketika awal 2023 lalu dia membuat gempar satu RT karena mengaku nyaris dimangsa gerandong pesugihan Haji N.

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
16 Maret 2023
A A
Pesugihan Haji N Menyebabkan Kematian Massal Ibu-ibu di Rembang MOJOK.CO

Pesugihan Haji N Menyebabkan Kematian Massal Ibu-ibu di Rembang. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Siasat warga menghindari tumbal pesugihan yang tak bertahan lama

Cara yang dipakai oleh ibu T ternyata ditiru oleh banyak ibu-ibu lain. Sehingga di waktu-waktu berikutnya, Haji N seperti tak mendapat kesempatan untuk merenggut nyawa warga desa. Seandainya dia nekat menjenguk sampai ke desa-desa sebelah, malah akan semakin mencurigakan.

Maka, karena tahu dirinya sudah dicurigai, Haji N pun sempat mengupayakan cara lain guna memberi makan pesugihannya. Kali itu dengan mengincar orang-orang sakit. Orang yang meninggal seolah-olah karena sakit pasti jauh lebih masuk akal. Sehingga meminimalisir kecurigaan warga desa.

Cara itu sempat beberapa kali dilancarkan Haji N dan berhasil. Beberapa kali menjenguk orang sakit, lalu orang-orang yang sakit itu pun akan meninggal.

Akan tetapi, taktik tumbal pesugihan ini tak bertahan lama. Seorang tokoh agama di desa sempat menggagalkan ancaman pesugihan Haji N. Suatu kali, Haji N menjenguk orang sakit yang ternyata masih kerabat dari tokoh agama desa saya tersebut.

Ketika Haji N menjenguk, tokoh agama di desa saya di Rembang mengaku melihat gerandong yang menjulur-julurkan lidah di atas blandar rumah. Setelah dibaca-bacakan doa oleh si tokoh agama desa, gerandong itu pun terpelanting keluar, diikuti oleh Haji N yang memilih pamit dengan raut wajah penuh gelisah.

Sejak saat itu, kondisi desa sempat terasa sedikit lebih aman karena Haji N tak terlihat mencari tumbal pesugihan lagi. Hanya, konon kabarnya, dia justru mencari tumbal dari luar desa dengan cara sengaja membuang beberapa lembar uang di jalanan. Bagi yang menemukannya, dia akan jadi santapan gerandong peliharaan Haji N. Selain itu, Haji N diisukan sengaja menjalin keakraban dengan orang-orang baru yang dia temui. Tidak lain sebagai target mangsa baru.

Mengambil pesugihan dari gunung keramat

Seiring berjalannya waktu, kecurigaan warga desa kepada Haji N semakin menguat. Terutama ketika Mbah D, teman dekat Haji N, secara ngelantur berkoar-koar tentang cerita perjalanannnya dengan Haji N ke sebuah gunung keramat. Entah apa nama dan di mana gunung tersebut, Mbah D tidak menyebutnya secara detail. Dalam lanturannya, dia hanya menyebut “gunung keramat”.

Karena telah lebih dulu merasakan kekayaan secara instan, Haji N berniat mengajak Mbah D untuk ikut dengannya agar bisa menjadi sosok kaya dan disegani. Maka ikut Mbah dengan Haji N ke sebuah gunung keramat. Setelah melakukan ritual, Mbah D bermimpi didatangi sosok hitam besar yang mengajukan tumbal pesugihan nyawa manusia, sekalipun dari anak cucu Mbah D sendiri.

Mbah D yang semula mengira tumbal pesugihan yang diminta hanya sebatas hal-hal kecil seperti ayam cemani atau melakukan ritual-ritual khusus pada malam-malam tertentu, sontak langsung membatalkan niat untuk mengambil pesugihan itu. Akibatnya, Mbah D ternyata jadi setengah tidak waras dengan suka ngomong ngelantur, hingga saat ini. Yang mana di antara hasil omongan ngelantur Mbah D adalah cerita saat dia diajak mengambil pesugihan oleh Haji N di gunung keramat tersebut.

“Di gunung keramat. Demitnya minta nyawa. Aku dan Haji N dijanjikan kaya. Tapi aku nggak mau,” demikian lanturan Mbah D yang coba ditirukan kerabat saya dalam ceritanya.

Kamar berdarah

Kecurigaan warga akan tumbal pesugihan di desa saya di Rembang semakin diperkuat usai terjadi peristiwa ”kamar berdarah” di rumah Haji N. Adalah Kang P, pemuda desa pekerja di toko Haji N yang saya singgung di awal tulisan ini, yang harus meregang nyawa dengan cara sangat mengenaskan.

Beberapa hari sebelum meninggal, Kang P bercerita pada keluarganya bahwa dia sempat melihat sesuatu yang mengerikan di kamar Haji N. Dia yang tengah memindahkan beberapa barang mencium aroma anyir darah dari kamar Haji N. Pak Haji sendiri telah melarang siapa saja masuk ke kamar tersebut, tidak terkecuali Kang P.

Tapi, karena terdorong rasa penasaran, Kang P nekat membuka kamar tersebut. Dia lantas terbelalak ketika melihat kamar Haji N dipenuhi darah dan bulu-bulu hitam. Dia juga melihat sosok gerandong tengah berdiri menatapnya dengan penuh amarah.

Setelah kejadian itu, meski tak cerita ke Haji N, namun Haji N menunjukkan sikap yang berbeda kepada Kang P. Dari yang semula ramah dan mengayomi menjadi sangat dingin. Suatu hari, Haji N meminta Kang P untuk pergi ke pasar membeli beberapa keperluan. Dan siapa nyana, belum juga sampai ke pasar, Kang P yang mengendarai motor tewas terlindas truk.

Iklan

Bertahun-tahun berlalu, aktivitas Haji N mencari tumbal pesugihan di desa saya memang tak semasif tiga tahun pertamanya. Satu, desas-desusnya dia telah menego ulang jenis tumbal yang akan dipersembahkan untuk si pesugihan. Dua, saat ini dia dicurigai memainkan cara halus. Misalnya, memberi jajan, uang, atau apa saja secara cuma-cuma kepada beberapa orang.

Sayangnya, di kalangan warga desa saya, cara halus itu sama sekali tak mempan. Warga desa yang sudah menaruh kecurigaan sejak lama pasti akan membuang setiap pemberian dari Haji N, sehingga tak akan menjadi sasaran tumbal pesugihan.

BACA JUGA Pesugihan Milik Tetangga Mencari Tumbal, Mengancam Keluarga Saya dan kisah menyeramkan lainnya di rubrik MALAM JUMAT.

Penulis: Muchamad Aly Reza 

Editor: Yamadipati Seno

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2023 oleh

Tags: cerita seramHajiMalam Jumatpesugihantumbal pesugihan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

19 Tahun Gempa Jogja dan Teror di Bangsal Rumah Sakit MOJOK.CO
Malam Jumat

19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali

8 Januari 2026
Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal.MOJOK.CO
Seni

Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal

23 Maret 2025
Asrama Horor di Sudut Magelang MOJOK.CO
Malam Jumat

Asrama Horor di Sudut Magelang: Tentang Bisikan Dingin yang Tidak Terjawab

6 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.