Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Pentingnya Cuti Haid dan Melahirkan dalam Dimensi Keselamatan Kerja

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
18 Januari 2023
A A
cuti haid dan melahirkan

Ilustrasi cuti haid dan melahirkan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pemberian hak cuti haid dan melahirkan dianggap menjadi hal yang fundamental bagi para pekerja perempuan. Terutama, hak tersebut erat kaitannya dengan aspek keselamatan kerja.

Sebagaimana diketahui, sejak terbitnya Perppu Cipta Kerja pada akhir tahun 2022 lalu, diskursus mengenai cuti haid dan melahirkan ramai dibahas.

Iklan

Memang, secara eksplisit pasal-pasal dalam Perppu ini tidak menghapus hak cuti haid dan melahirkan. Namun, diubahnya formulasi upah membuat dimungkinkannya hak-hak tersebut justru tereduksi.

Koordinator Divisi Gender Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif Untuk Demokrasi (Sindikasi), Selira Dian, menyebut bahwa pemberian cuti haid dan melahirkan penting untuk memastikan keselamatan kerja bagi pekerja perempuan.

“Apalagi, misalnya, melahirkan dengan konsekuensi medis yang lebih berat seperti operasi caesar,” ujar Selira kepada Mojok, Senin (16/1/2023).

Selain membutuhkan waktu pemulihan lebih lama, perempuan juga masih dihadapkan pada peran ganda pasca-melahirkan. Di satu sisi, ia tetap harus bekerja untuk mencari nafkah keluarga, dan di sisi lain ia tetap harus berjaga hingga malam demi mengurus anaknya yang baru lahir.

“Beban ganda di kantor dan rumah menghantui kamu yang baru saja melahirkan. Lagi-lagi perempuan yang kena getahnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, jika berorientasi pada produktivitas kerja—yang dibutuhkan perusahaan—pun cuti haid dan melahirkan sebenarnya juga menjadi jawaban atas persoalan itu.

Selira mencontohkan, saat haid biasanya perempuan mengalami kondisi premenstrual syndrome (PMS). Ketika itu terjadi, biasanya perempuan akan merasakan sakit secara fisik dan emosional, terlebih jika ia punya penyakit penyerta seperti diare atau migrain.

“Lantas, dalam kondisi seperti ini apa bisa dipaksa produktif?” katanya, melempar pertanyaan retoris.

Perppu Cipta Kerja sendiri—yang orientasinya adalah membuka lapangan pekerjaan—menurut Selira justru hanya bakal bikin hak cuti haid dan melahirkan tereduksi. Perppu Ciptaker, yang kata Selira punya slogan utama “no work no pay”, tak menjamin pekerja perempuan tetap dibayar saat mengambil cuti haid dan melahirkan.

Memang, skema ini bakal diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan perusahaan. Namun, selama ini realita yang terjadi di lapangan justru hanya tindakan-tindakan diskriminatif yang dialamatkan ke perempuan.

“Misalnya, pekerja perempuan dipaksa membuktikan haid atau tidaknya dengan membuka celana. Atau, di industri medis perempuan dipaksa minum obat anti nyeri alih-alih dapat cuti haid,” jelasnya.

Lebih lanjut, selain tidak terjaminnya keselamatan kerja, masalah lain yang dihadapi perempuan di lingkungan kerja adalah beban ganda. Diakui Selira, ini terjadi lantaran konsep keluarga di Indonesia yang masih kuat dengan stigma bahwa pekerjaan domestik wajib dikerjakan oleh perempuan.

Alhasil, bagi para pekerja perempuan, mereka harus mencari nafkah sekaligus mengurus rumah tiap harinya.

“Ini yang bikin kebanyakan perempuan acapkali mengalami kelelahan di lingkungan kerja,” ujarnya.

Selain dikurasnya kondisi fisik, masalah lain yang juga tak kunjung rampung yakni terkait timpangnya upah jika dibanding laki-laki. Kata Selira, UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan adalah muaranya, karena aturan diskriminatif ini melabeli perempuan sebagai “pencari nafkah sekunder” dan bikin level upahnya lebih rendah.

“Padahal banyak ditemui perempuan sebagai pencari nafkah utama seperti sandwich genaration dan single mom,” tegasnya.

Iklan

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Mengenal Zipper System Pemilu, serta Pentingnya bagi Keterwakilan Perempuan

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2023 oleh

Tags: cuti hadicuti haid dan melahirkancuti melahirkanhak cutiPemilu 2024Perppu Cipta Kerja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
mahasiswa ugm nyoblos di tps khusus.MOJOK.CO

Di TPS, Mahasiswa UGM Ekspresikan Kekecewaan Terhadap Pemfitnah Kampus pada Momen Nyoblos Pertama Kali

14 Februari 2024
Sialnya Warga Banjarsari Solo, Dekat Rumah Jokowi tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Surat Terbuka untuk Jokowi 2014, Tolong Selamatkan Kami dari Jokowi 2024

13 Februari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Perempuan pakai tas cantel di Kota Medan dicap centil karena tingkat kriminalitas yang tinggi. MOJOK.CO

Saya Bersaksi Kota Medan Tak Ramah Perempuan: Pakai Tas Centel Lebih “Hina” dibanding Pelaku Kriminal

27 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.