Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Redaksi oleh Redaksi
8 Maret 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Siapakah sebenarnya Sunan Geseng? Dari mana asal-usulnya, dan bagaimana seorang petani penyadap nira dari wilayah Bagelen bisa bertransformasi menjadi sosok wali dalam tradisi Jawa?

Episode Jasmerah kali ini menelusuri kisah tersebut dengan melihat kembali legenda tentang seorang petani sederhana bernama Cokrojoyo atau Cakrajaya, yang hidup di tepi Sungai Bogowonto, Purworejo.

Ia dikenal sebagai penyadap nira kelapa yang setiap hari bekerja sambil melantunkan puji-pujian. Dari kehidupan yang sangat sederhana, hingga ia dikenal masyarakat sebagai Sunan Geseng.

Kisah perubahan itu dimulai ketika Cokrojoyo bertemu dengan Sunan Kalijaga. Dalam beberapa naskah Jawa diceritakan bahwa sang wali melihat ketekunan dan kesungguhan Cokrojoyo, lalu menasihatinya untuk mengganti nyanyian puji-pujian kepada Tuhan.

Dari pertemuan itu Cokrojoyo kemudian oleh wali diminta menjalani tirakat berat, yakni tanpa tutu bertapa di tengah hutan Ngrengga sambil melafalkan nama Tuhan, sebagai bagian dari proses penyucian diri.

Legenda yang berkembang menyebutkan bahwa setelah waktu yang lama, tempat bertapanya telah tertutup alang-alang dan semak belukar. Ketika Sunan Kalijaga kembali bersama para santrinya, mereka membakar semak-semak tersebut untuk membuka jalan.

Dari kobaran api itulah ditemukan sosok Cokrojoyo yang tubuhnya telah gosong namun masih hidup, tetap melantunkan pujian kepada Tuhan. Peristiwa itu kemudian menjadi asal-usul nama Sunan Geseng, dari kata geseng dalam bahasa Jawa yang berarti terbakar atau hangus.

Bersandar pada sumber-sumber seperti Serat Demak, Sajarah Jati, serta berbagai babad dan manuskrip Jawa lainnya, episode ini mencoba membaca ulang kisah tersebut tidak hanya sebagai legenda, tetapi juga sebagai simbol perjalanan spiritual.

Dalam tradisi Jawa, “geseng” tidak sekadar berarti terbakar secara fisik, melainkan juga melambangkan proses membakar ego dan nafsu diri.

Dari seorang petani biasa, Cokrojoyo digambarkan berhasil menjalani transformasi batin hingga menjadi sosok yang dihormati sebagai wali dalam tradisi masyarakat Jawa.

Tags: cerita walijasmerahlegenda walisunan gesengsunan kalijaga

Terpopuler Sepekan

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos MOJOK.CO

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos

24 April 2026
Deep talk dengan bapak setelah 25 tahun merasa fatherless, akhirnya tahu kalau selama ini bapak juga sangat kesepian MOJOK.CO

Baru Deep Talk dengan Bapak di Usia 25, Bikin Sadar kalau Selama Ini Dia Sangat Kesepian dan Pikul Beban Sendirian

20 April 2026
Sebagian pengguna WiFi IndiHome beralih ke Biznet. MOJOK.CO

Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”

23 April 2026
4 jenis pengendara motor di pantura seperti Rembang yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya MOJOK.CO

4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

23 April 2026
Aksi tanam 100 pohon gayam di sekitar Candi Borobudur, Magelang. MOJOK.CO

Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

23 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.