Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

Redaksi oleh Redaksi
9 Maret 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Putcast kali ini kedatangan Dr. Fahruddin Faiz, seorang pakar filsafat yang dikenal luas karena kemampuannya menjelaskan gagasan filsafat secara sederhana namun tetap mendalam.

Dalam episode ini, obrolan berfokus pada tema “Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity): Mencari Arah di Dunia yang Tidak Pasti.”

Melalui diskusi yang hangat bersama Kepala Suku Mojok, Pak Fahruddin Faiz membahas bagaimana perubahan zaman bergerak sangat cepat. Perubahan ini ditandai oleh ketidakpastian serta derasnya arus informasi di era digital.

Kondisi tersebut sering membuat banyak anak muda merasa cemas, bingung, bahkan kehilangan arah dalam menjalani hidup.

Menurut Pak Faiz, situasi ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru dalam sejarah manusia. Tantangan semacam ini selalu muncul dalam berbagai zaman. Perbedaannya hanya pada bentuk dan kecepatannya.

Sikap Mental terhadap Perubahan

Dalam Obrolan, pak Fahruddin Faiz menekankan pentingnya sikap mental dalam menghadapi dunia yang serba tidak pasti.

Ia mengangkat kearifan Jawa yang sederhana namun relevan hingga hari ini, yaitu filosofi “Ojo Gumunan, ojo kagetan”—dalam bahasa indonesia artinya jangan mudah kagum dan jangan mudah terkejut.

Maksudnya, Di tengah perubahan yang cepat dan sering mengejutkan, manusia perlu menjaga ketenangan pikiran, tidak mudah terpancing sensasi, dan tidak cepat panik menghadapi berbagai peristiwa.

Sikap ini penting agar seseorang tidak mudah goyah ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Perkembangan Era

Pak Faiz juga menyoroti era sekarang yang penuh dengan banjir informasi. Setiap hari manusia disuguhi bebani berita, opini, dan informasi dari media sosial maupun media digital lainnya.

Namun, derasnya arus informasi tersebut tidak selalu diiringi dengan kedalaman pemahaman. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya sikap “Eling lan waspada”.

kita perlu menyadari bahwa tidak semua informasi harus ditelan mentah-mentah atau dipikirkan secara berlebihan. Cukup diketahui saja dan dan disaring secara kritis agar tidak membebani pikiran atau menyesatkan.

Pesan Pak Fahruddin Faiz

Melalui diskusi ini, Pak Fahruddin Faiz mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengikuti arus perubahan zaman, tetapi juga membangun ketangguhan mental serta kedewasaan dalam berpikir.

Ketidakpastian zaman memang tidak bisa dihindari. Namun manusia tetap memiliki kemampuan untuk memahami situasi dan menentukan sikap yang bijak di tengah dunia yang semakin kompleks.

Tags: era banjir informasiera vucagenerasi emaspakar filsafatPutcast

Terpopuler Sepekan

menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
burung migrasi.MOJOK.CO

Menyusutnya Populasi Burung Migran Jadi Alarm Tanda Bahaya bagi Bumi

9 Mei 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, guru honorer, pendidikan.MOJOK.CO

JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk

8 Mei 2026
Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
lulusan unesa dapat beasiswa dan langsung kerja. MOJOK.CO

Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa

11 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.