Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Kos di Lahan Sengketa yang Berubah Jadi Hutan Mini Berhantu

Cerita-cerita tentang hantu yang disampaikan oleh nenek tidak pernah saya lewatkan. Salah satunya adalah cerita pertama tentang kos tersebut.

Revanda Amelia Agatha oleh Revanda Amelia Agatha
2 Juni 2022
A A
Kos di Lahan Sengketa MOJOK.CO

Ilustrasi Kos di Lahan Sengketa. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dulunya, sekitar tahun 2015, di seberang rumah saya berdiri bangunan kos 13 kamar. Lahan tempat bangunan berdiri cukup besar.

Bangunan tersebut membentuk letter U yang menghadap ke jalanan. Di bagian sudut depan kiri dan kanan terdapat dua kamar paling besar. Bangunan tersebut memiliki pintu kaca di bagian tengah yang membatasi area lahan parkir bagi penghuni kos dan halaman depan. Sementara itu, yang di depan menggunakan gerbang besi.

Meski berbentuk letter U, bangunan tersebut memiliki atap beton yang menutupi seluruh bagian atas. Oleh sebab itu, lahan parkir tidak akan kehujanan dan redup di siang hari.

Bangunan tersebut sudah lama berdiri. Saya sendiri tidak tahu kapan pastinya. Yang pasti, sewaktu ibu masih kecil di tahun 1985, bangunan kos itu sudah ada di sana dengan kisah-kisah horornya.

Well, saya penggemar cerita horor. Jadi, cerita-cerita tentang hantu yang disampaikan oleh nenek tidak pernah saya lewatkan. Salah satunya adalah cerita pertama tentang kos tersebut.

Jadi, dulu, saat bangunan itu masih beroperasi di tahun 1985, ibu yang masih berumur tiga tahun dibawa oleh nenek ke sana. Ibu dibiarkan jalan-jalan di sekitar lahan parkir saat nenek sedang asik mengobrol dengan para penghuni kos.

Ketika sedang asik berbincang, semua orang mendadak terkejut dan menatap kebingungan waktu menemukan ibu berbicara sendiri di dekat sudut tembok parkir. Namun, saat benar-benar didengarkan, kalimat-kalimat yang ibu ucapkan nampak seolah ada seseorang yang sedang mengajaknya berbicara.

Untuk sesaat, nenek hanya mengira kalau ibu mungkin saja memang sedang berbicara seorang diri. Namanya juga anak kecil. Namun, tak lama kemudian, penghuni kos yang bernama Mbak Yatik bertanya pada ibu.

“Kamu ngobrol sama siapa?”

Ibu yang masih bocah dengan lugas menjawab ada sosok nenek-nenek duduk di depannya dan sedang mengajaknya mengobrol. Suasana langsung hening. Mbak Yatik menatap nenek dengan sedikit merinding bercampur ngeri, lalu berbisik, “Saya kemarin juga lihat. Jam dua malam. Waktu mau ke kamar mandi. Dia duduk di bawah situ. Tua sekali, tubuhnya kurus.”

Padahal, kenyataannya, saat itu tidak ada nenek-nenek yang tinggal di kos tersebut.

Namun setelahnya, Bu Ratna yang berdiri di dekat nenek berkata keheranan.

“Loh, saya kira sudah pada tahu kalau di situ ada nenek-nenek. Saya kalau mau berangkat piket malam sering lihat ada dia duduk-duduk di situ.”

Sejak saat itu, nyaris seluruh penghuni kos meyakini ada sosok wanita tua yang berdiam di pojokan. Penghuni kos tak mau coba-coba berkomunikasi. Lagian, nenek itu tidak mengganggu penghuni.

Iklan

Sialnya, satu tahun setelah mendengar cerita tersebut dari nenek, entah bisa disebut keberuntungan atau tidak, saya justru melihat dengan mata kepala sendiri tentang wujud makhluk yang menghuni pojokan tersebut.

Saya kira cerita lama itu sudah terkubur. Namun, ternyata, perkiraan saya salah.

Waktu itu pukul setengah sepuluh malam. Saya ingat ada tetangga yang satu minggu lalu meninggal dan hari itu keluarganya sedang melakukan malam tahlilan tujuh hari.

Seperti biasa, beberapa penghuni kos ada yang tidak datang. Saya, yang saat itu membantu acara tahlilan diminta oleh pihak keluarga untuk mengantarkan nasi kotak kepada para penghuni kos yang tidak ikut.

Salah satu hal yang membuatku merinding saat memasuki kos adalah bangunan tersebut memang terlihat menyeramkan bahkan saat dilihat dari luar. Seolah ada aura gelap yang menyelubungi tempat itu.

Lahan parkir yang terlihat dari gerbang depan juga tak memiliki pencahayaan yang baik. Seliweran cerita tentang penghuni kos yang melihat makhluk menyeramkan di dalam sana juga sering terdengar. Saya, dengan satu hela napas berat melangkah masuk sembari menenteng dua plastik berisi nasi kotak.

Kamar kos yang saya tuju berada di pojok belakang. Artinya, saya harus melangkah lurus melewati halaman, lahan parkir, dan lahan jemuran untuk mencapainya. Celakanya, ketiga tempat tadi tak memiliki lampu yang cukup terang. Jadi, nggak berani melirik, saya hanya menatap ke depan dengan langkah cepat.

Setelah sukses melaksanakan misi dan nasi kotak mendarat dengan aman, perjalanan keluar rupanya cukup tidak menyenangkan.

Akhirnya saya melihat sosok tersebut. Awalnya saya tak mau melihat ke arah sana, namun mata ini rasanya seperti “dipaksa” melirik ke sebuah sudut.

Di dalam kegelapan yang tak tersorot cahaya lampu, sosok itu sepertinya sudah menunggu. Dia duduk di lantai di pojok tembok, gaya duduknya menyerupai sinden, memakai pakaian kebaya zaman dulu sekali berwarna cokelat gelap dan kumal.

Seperti yang dikatakan, tubuhnya sangat kurus. Saya tak benar-benar melihat ke arah matanya. Namun, saya tahu kedua matanya sepenuhnya hitam dan rambutnya berantakan berwarna abu-abu sebahu. Senyumnya mengerikan dengan gigi yang menghitam.

Untuk beberapa detik, saya hanya mematung di sana. Tubuh ini seperti tak bisa bergerak dan jantung saya berdentum menghantam rongga dada.

Perasaan ngeri itu mencuat hebat dan membuat kaki ini tak mampu bergerak. Yang kuingat, setelah beberapa waktu terpaku, keberanian akhirnya muncul dan saya berlari sambil menangis.

Malam itu jadi trauma pertama terhadap bangunan kos tersebut. Saya tak berani lagi masuk kalau tidak siang hari saat matahari masih bersinar terik dan orang-orang berlalu-lalang.

Namun, beberapa bulan kemudian, pada pukul satu malam, setelah membeli nasi goreng di ujung gang bersama kakak laki-laki saya. Kami berjalan kaki melewati kos itu.

Oh, perlu diketahui, kalau gerbang depan kos tidak pernah ditutup. Gerbangnya juga sepertinya sudah tidak berfungsi karena seumur hidup saya tak pernah melihatnya digunakan.

Pintu kaca lahan parkir juga tak ditutup. Saya sendiri heran kenapa kos tersebut tak pernah dimaling. Namun, mungkin ini bisa menjadi jawabannya.

Jadi, saat berjalan melintasi kos sembari menenteng dua bungkus nasi goreng, kami berdua agaknya tak mengharapkan seuatu kejadian ketika sama-sama memalingkan wajah menatap bangunan kos, menyorot lurus tepat ke arah lahan parkir yang gelap.

Namun, untuk sekian detik yang terasa lama sekali, sial oh sial, saya dan kakak justru menemukan satu sosok yang berdiri tinggi menjulang di tengah-tengah lahan parkir. Di tengah kegelapan yang mengepung, kain kafan putihnya masih bisa terlihat dengan jelas. Matanya melotot dan wajahnya hancur.

Kami berdua diganyang rasa takut dan saya bisa merasakan tubuhku melemas. Kalau tidak ada kakak, mungkin saya hanya akan terjatuh di sana dan menangis.

Namun, dengan cepat, kakak mendorong bahu saya dan kami berlari dengan langkah nyaris tersandung kaki sendiri guna menyongsong memasuki halaman rumah. Perasaan ngeri itu bahkan masih merambati benak untuk beberapa hari ke depan saat melihat kos tersebut. Ingatan mengenai sosoknya masih terbayang sempurna di dalam kepala dan membuat saya kesulitan tidur.

Sebelum kos-kosan tersebut akhirnya dirobohkan pada 2016, beberapa orang terkadang mengatakan ada pocong yang berdiri di atap bangunan. Kakek saya sendiri pernah mendengar ada sosok wanita menangis di dekat gerbang dan ayah saya pernah melihat ada kuntilanak di halaman kos saat tengah malam.

Dan sekarang, bangunan tersebut sudah dihancurkan dan juga ditelantarkan. Setahu saya, lahan tersebut merupakan tanah sengketa. Akibatnya, mereka sukses menciptakan sepetak hutan di seberang rumah dengan dedaunan dan semak belukar yang rimbun sekali.

Bahkan suatu waktu, saat orang-orang di kampung bekerja bakti menebang pohon kersen yang tumbuh di sana, pakde saya yang bertugas menebang pohon bagian atas, sore harinya mengalami ketempelan. Setelah dibantu temannya yang bisa melihat makhluk tak kasat mata, rupanya pakde saya memang benar ditempeli oleh anak laki-laki kecil di punggungya.

Bahkan di tahun 2022 ini, hutan mini dan segala isinya itu masih berada di sana. Belum berubah dan tak ada lagi yang berani membersihkannya.

BACA JUGA Horor Apartemen Tertua di Jogja yang Menghilang dari Ingatan dan kisah seram lainnya di rubrik MALAM JUMAT.

Penulis: Revanda Amelia Agatha

Editor: Yamadipati Seno

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2022 oleh

Tags: kesurupankoskos angkerMalam Jumat
Revanda Amelia Agatha

Revanda Amelia Agatha

Artikel Terkait

Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO
Sehari-hari

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO
Sehari-hari

Dapur Bersama Memang Membantu Anak Kos, Tapi Sering Menimbulkan Konflik kalau Ada Penghuni Jorok dan Suka Nyolong

12 Mei 2026
Punya teman kos NPD alias narsistik menguras energi dan memuakkan MOJOK.CO
Sehari-hari

Satu Kos sama Teman NPD alias Narsistik bikin Muak: Pusat Masalah tapi Tak Tahu Diri, Merasa Benar Sendiri dan Ogah Introspeksi

6 Mei 2026
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa
Sehari-hari

4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok

6 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lima daerah di Jawa Tengah jadi pilot project BPOM Pusat untuk produk jamu aman demi menjaga citra obat tanaman herbal warisan UNESCO MOJOK.CO

Merawat Citra Jamu di Jateng sebagai Warisan Sehat dan Aman, Campuran Bahan Kimia Bisa Merusaknya

9 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.