Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Wacana WFH 1 Hari: Kesempatan Pekerja Kantoran Jakarta “Multitasking” dan Kabur WFC, padahal Tak Boleh Keluar Rumah

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
25 Maret 2026
A A
Pekerja Jakarta WFH demi hemat BBM

Ilustrasi - Pekerja Jakarta WFH (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bekerja tidak pernah gagal memberikan momok tersendiri. Ditambah kewajiban pergi ke kantor, sebagian pekerja tidak jarang merasa terbebani dengan keharusan “unjuk muka” selama lima hari kerja. Karenanya, wacana work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) menjadi peluang mendapatkan keringanan kerja, tak terkecuali bagi pekerja kantoran Jakarta.

Skema WFH dipertimbangkan sebagai kebijakan yang akan mulai diterapkan setelah libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah diketahui mencoba mengantisipasi dampak krisis global akibat lonjakan harga minyak dunia yang terjadi setelah perang antara AS dan Israel versus Iran pada Februari lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan WFH untuk menghemat energi ini berlaku bagi ASN dan diimbau untuk pekerja sektor swasta. Rencananya, nantinya pekerja akan bekerja dari rumah selama satu hari dalam satu pekan, yakni pada hari Jumat.

Kesempatan pekerja Jakarta multitasking

Masalah pertama yang akan muncul dari diterapkannya skema WFH adalah pekerja yang akan mempunyai peluang untuk melakukan aktivitas lain, selain bekerja.

Dimulai dari aktivitas sederhana yang bisa dilakukan sambil bekerja sampai kegiatan yang membutuhkan mobilisasi dan berpotensi meninggalkan pekerjaan akan dilakoni dengan penerapan WFH. Salah satu contohnya sudah direncanakan oleh Lala (24), yakni bekerja sambil bermain dengan kucingnya.

Aktivitas ini tidak bisa Lala lakukan di kantor. Karena itu, pekerja swasta ini mengatakan, akan mengambil kesempatan untuk bekerja dalam kondisi yang lebih nyaman apabila melakukan WFH.

“Pastinya [bekerja sambil main] kucing-kucing yang bawel dan caper itu,” kata perempuan asal Jakarta ini kepada Mojok, Rabu (25/3/2026).

Sambil melakukan kegiatan itu, Lala juga mengatakan, dirinya akan mencoba untuk mengeksplor lagu baru di aplikasi musik—hal yang tidak bisa dilakukan saat bekerja di kantor. Dengan kata lain, Lala akan multitasking dengan melakukan tiga kegiatan pada saat bersamaan.

“Eksplor playlist lagu baru di YouTube,” kata dia.

Kemungkinan selain mengerjakan tiga sekaligus, Lala akan beralih cepat antar tugas dalam waktu yang singkat. Misal, pekerjaan utamanya terpampang di layar laptop, Lala melakukannya sambil mengelus kucing yang menemaninya bekerja. Di sela waktu menunggu pekerjaan baru atau menelusuri kembali pekerjaannya, ia bukan tidak mungkin bisa beralih ke laman musik atau mengajak kucingnya bermain.

Inilah yang disebut multitasking.

Sayangnya secara psikologis, multitasking disebut berdampak buruk pada produktivitas.

Bukannya hemat BBM, pekerja di Jakarta malah WFC

Namun, apabila mencoba mencari jalan keluar agar tidak multitasking saat WFH, Lala terpikir untuk keluar dari rumah agar mendapatkan suasana yang lebih kondusif untuk bekerja. Misal, dengan mengunjungi coffee shop di Jakarta.

Sebagaimana coffee shop dimanfaatkan oleh sebagian orang, suasana bekerja di ruangan yang lebih serius semacam coffee shop bisa membantu pekerja Jakarta seperti Lala untuk lebih fokus terhadap pekerjaannya saat harus WFH.

Iklan

Namun tentu saja, konsep ini melawan skema WFH yang mengharuskan pekerja untuk melakukan pekerjaannya dari rumah. Bukannya dari rumah, bekerja dari coffee shop sendiri sudah disebut sebagai work from cafe (WFC).

Selain itu, ada kemungkinan BBM digunakan dalam mobilisasi WFC.

“Pakai transum (transportasi umum),” kata Lala menyanggah.

Tentu, menggunakan transportasi umum bukan tidak memungkinkan di Jakarta. Namun, survei Litbang Kompas juga menunjukkan bahwa mayoritas atau 71,7 persen responden pengguna transportasi umum di Jakarta pada 2025 juga menggunakan layanan transportasi online, seperti ojek online. Artinya, BBM tetap tidak mustahil digunakan.

Belum lagi, Lala menambahkan bahwa dirinya akan mencoba menelusuri coffee shop yang dapat mendukung konsentrasi kerja di Jakarta. “Kerja sambil menjelajah coffee shop unyu di Jakarta yang kemungkinan masih sepi since gelombang mudiknya belum semua datang,” tambahnya.

Pekerjaan berujung ditelantarkan

Meski begitu, Lala bilang, pekerjaan akan tetap menjadi prioritasnya. Akan tetapi, ia tidak menampik kemungkinan bahwa dirinya akan lebih bersantai menyikapi pekerjaan ketimbang saat berada di kantor.

Bukan tidak mungkin juga, kata Lala, akan meninggalkan pekerjaan untuk beristirahat. Padahal, dirinya menyadari bahwa harus siap sedia selama jam kerja.

“Tetap [prioritas], tapi biasanya kalau udah kelar ya santai banget,” kata dia.

“Malah kadang kutinggal tidur, padahal harusnya standby ya,” katanya menambahkan.

Tidak hanya Lala, dua pekerja Jakarta lainnya juga mengatakan akan melakukan hal yang sama. Mereka tidak menutupi kemungkinan akan melakukan aktivitas lain, yang berujung menelantarkan pekerjaannya.

Salsa (25) mengatakan, akan bekerja sambil memasak. Ia juga akan melakukan aktivitas selayaknya akhir pekan karena tidak harus pergi ke kantor.

“Aku mau kerja sambil masak,” katanya kepada Mojok, Rabu (25/6/2026).

“Kayak pas weekend, pagi-pagi ke pasar karena nggak perlu ke kantor. Aku bisa multitasking goreng ayam sambil kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Nanda (24) bilang akan bekerja sambil bermain video game. “Kerja, sambil main,” ujar dia. 

Setidaknya, menurut Nanda, dirinya masih akan berdiam di rumah. Meski untuk itu, Nanda mengatakan tidak hanya sekadar bekerja karena mempunyai kesempatan untuk melakukan aktivitas lain, selain bekerja.

Skema WFH sudah tidak efisien

Rencana bekerja sambil melakukan kegiatan lain seiring dengan adanya wacana WFH bukan tanpa alasan. Ekonom energi sekaligus Dosen UGM, Fahmy Radhi, menilai akan sangat sulit menuntut ASN dan pekerja swasta dalam menerapkan WFH sebab kebijakan ini menyangkut perubahan pola kerja.

Ia menyatakan, dalam skenario WFH 1 hari yang direncanakan akan diterapkan pada Jumat, memungkinkan pekerja tidak hanya bekerja di rumah. Melainkan, mereka bisa work from anywhere (WFA) sekaligus menikmati long weekend, menambahkan hari Jumat pada libur akhir pekan.

“Sehingga konsumsi BBM tidak dapat dihemat secara signifikan,” ucapnya seperti dikutip dari Tempo, Rabu (25/3/2026).

Keberhasilan skema WFH menghemat BBM saat pandemi Covid-19 dipengaruhi adanya keterpaksaan agar tidak tertular Covid-19. Sementara itu, Fahmi menilai, variabel ini tidak ada pada kebijakan WFH 1 hari yang akan diterapkan.

Tanpa keterpaksaan seperti sebelumnya, sangat sulit WFH bisa diterapkan dan benar-benar dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Anak Muda Isi BBM Tergantung Antrean SPBU: Pertalite-Pertamax Dianggap Sama, padahal Terbiasa Buru-buru dan “Buta” Kualitas dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 25 Maret 2026 oleh

Tags: bbm langkakerja di jakartapekerja jakartapekerja Jakarta WFHtutorial wfhWFA ASNWFCWFHwork from anywherework from cafework from home
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Mending, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati Mojok.co
Pojokan

Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Tinggi, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati

25 Maret 2026
Kerja di Jakarta gaji 5 juta sebenarnya cukup saja bagi perantau. Tapi yang dirampas dari mereka jauh lebih banyak MOJOK.CO
Urban

Kerja Gaji 5 Juta di Jakarta Sebenarnya Cukup-cukup Saja. Tapi yang Direnggut dari Kita Lebih Besar, Hidup Jadi Tak Normal

24 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Urban

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sukses Bekerja di Kota Itu Ilusi: Pesan untuk Anak Muda yang Meninggalkan Desa MOJOK.CO

Sukses Bekerja di Kota Itu Ilusi: Pesan untuk Anak Muda yang Meninggalkan Desa

23 Maret 2026
Ortu dihina karena miskin. Anak kuliah sebagai mahasiswa jurusan Psikologi UIN buktikan lulusan PTN ecek-ecek malah hidup lebih terhormat MOJOK.CO

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Anak Kuliah di UIN, Dicap PTN Ecek-ecek tapi Lulus Punya Karier Lebih Terhormat

25 Maret 2026
Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

23 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat MOJOK.CO

3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat

23 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026

Video Terbaru

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

23 Maret 2026
Tiyo Ardianto BEM UGM: Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

Tiyo Ardianto: BEM UGM dan Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

23 Maret 2026
Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.