Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Lebaran Jadi Momen Menyedihkan usai Nenek Tiada, Keluarga Sudah Nggak Mau Kumpul apalagi “Sungkeman”

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
5 Maret 2026
A A
Hilangnya kumpul keluarga saat Lebaran setelah nenek tiada

Ilustrasi - Hilangnya kumpul keluarga saat Lebaran setelah nenek tiada (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lebaran sering jadi momen paling menyenangkan bagi banyak orang. Ada sukacita perayaan setelah berpuasa satu bulan lamanya, ada juga haru karena bisa kumpul bersama keluarga. Namun, bagi sedikit di antaranya, Idulfitri bisa jadi momentum yang terasa getir, terutama setelah kehilangan salah satu anggota keluarga seperti nenek.

Itulah yang dialami Aulia (23) pada lima tahun yang lalu, tahun 2020. Kala itu, keluarga Aulia harus mengalami kehilangan nenek sebagai anggota keluarga tertua sekaligus yang paling dihormati.

Namun, bukan kehilangan nenek yang membuat Aulia dan keluarga merasa terpukul. Kehilangan kenangan-kenangan tentang nenek adalah bagian paling memilukan, seperti kebiasaan kumpul keluarga lengkap bersama nenek dan tradisi sungkem, serta sambal ulekan nenek yang rasanya tiada tandingan dan selalu dinantikan.

Tidak ada sungkem meski seluruh keluarga kumpul

Sejujurnya, Aulia mengatakan kehilangan nenek tidak memakan waktu lama bagi keluarganya untuk berduka. Anggota keluarga baru kumpul satu per satu setelah kepergian nenek. 

Akan tetapi, tetap saja, perempuan asal Sukoharjo ini mengaku tahu, diam-diam keluarganya sedang berkabung.

Suasana sepi menyelimuti keluarga, kediaman, dan dirinya sendiri. Banyaknya anggota keluarga justru menunjukkan “kesepian dalam keramaian” yang dirasakan Aulia, sebab semua orang menjadi fokus kepada dirinya masing-masing.

“Jelas beda sih,” kata Aulia, Kamis (5/3/2026) siang.

“Soalnya setelah itu pada banyak yang nikah, punya momongan. Jadi, fokus sama keluarga sendiri-sendiri,” bebernya.

Biasanya keluarga besar akan kumpul di kediaman Aulia. Semua hadir untuk memeriahkan hari Idulfitri, tetapi perlahan satu per satu anggota keluarganya tidak lagi datang karena nenek sudah tiada. Alhasil, suasana kumpul keluarga jadi berbeda dan lebih suram.

Nenek Aulia sudah tinggal bersama keluarganya sejak ia kecil, sehingga kehilangan nenek berarti kehilangan sebagian besar memori kebersamanya. Kebiasaan-kebiasaan bersama nenek pun ditinggalkan secara perlahan.

Salah satunya, sungkem, tradisi bersimpuh sambil mencium tangan orang yang lebih tua sebagai simbol penghormatan atau permohonan maaf di Jawa. Keluarga besarnya selalu kumpul di kediaman Aulia untuk alasan yang satu ini. Mereka akan sungkem secara berurutan dari yang tua yakni nenek sampai ke yang muda.

Sayangnya kini, sungkem tidak lagi dilakukan saat kumpul keluarga karena tidak ada nenek di rumah.

“Jauh lebih sepi soalnya hari pertama di rumah jadi berempat doang. Malah kadang kita skip sungkem sekalian soalnya berasa nggak Lebaran,” ujarnya.

Baca halaman selanjutnya…

Iklan

Merindukan sambal buatan nenek membuat saya harus membeli baju baru agar merasa Lebaran betulan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2026 oleh

Tags: baju lebaranidulfitrikehilangan saat lebarankue lebaranLebaranlebaran tanpa keluargamakanan lebaranpilihan redaksisungkemantradisi lebarantradisi lebaran keluarga
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO
Urban

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO
Catatan

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petugas Sensus Ekonomi ditolak masyarakat karena sudah sulit percaya dengan pemerintah MOJOK.CO

Yang Harus Dibenahi dari Sensus Ekonomi usai Petugas Ditolak di Mana-mana, Karena Masyarakat Makin Sulit Percaya sebab Sering Dibuat Kecewa

6 Juli 2026
Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

9 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.