Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Lebaran Jadi Momen Menyedihkan usai Nenek Tiada, Keluarga Sudah Nggak Mau Kumpul apalagi “Sungkeman”

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
5 Maret 2026
A A
Hilangnya kumpul keluarga saat Lebaran setelah nenek tiada

Ilustrasi - Hilangnya kumpul keluarga saat Lebaran setelah nenek tiada (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sambal buatan nenek yang dirindukan saat Idulfitri

Selain hilangnya tradisi sungkem, kebiasaan yang paling dirindukan saat Idulfitri adalah makan sambal buatan nenek. Memang tradisi ini tidak seperti Lebaran umumnya yang merujuk pada kue-kue manis atau sajian khusus seperti ketupat, tapi sambal buatan nenek adalah pelengkap hidangan paling nikmat yang selalu diincar Aulia dan keluarga besar saat hari raya Idulfitri.

“Kalau makanan paling nostalgik di keluarga itu sambel goreng buatan nenek,” ujarnya.

Sambal buatan nenek untuk keluarga saat lebaran Idulfitri
Sambal buatan nenek untuk keluarga saat lebaran Idulfitri (Mojok.co/Ega Fansuri)

Saking banyaknya nostalgia yang bisa dibawa sambal goreng itu, Aulia mengaku heran dengan kemampuan neneknya yang sudah berusia lanjut, tetapi bisa memasak sambal goreng dengan porsi besar untuk dinikmati satu keluarga. Bahkan, sampai 4 hari berturut-turut Lebaran, sambal itu tidak akan habis, tidak juga basi.

Yang terpenting juga, sambal nenek adalah pelengkap yang membuat semua makanan terasa enak. 

“Karena enak banget dan nggak tahu kok bisa awet 4 harian nggak basi-basi, padahal keluarga juga seabrek,” ujar Aulia.

Baginya, hilangnya sambal buatan nenek sama saja dengan meniadakan satu rasa dari piring makannya. Namun, kata Aulia, kehilangannya paling terasa dari kebiasaan menemani nenek berbelanja sebelum dinyatakan menderita demensia, lalu meninggalkan keluarganya perlahan dari memori sampai fisik.

Setelah itu, semua tentang nenek berubah di rumah. Tidak ada lagi sambal khas tradisional yang diaduk oleh tangan renta di wajan besar untuk satu keluarga. Semuanya telah digantikan dengan tren makanan anak-anak muda yang berlomba-lomba mengotori dapur, seperti dengan membuat tom yum.

“Tapi sekarang karena nenek nggak ada, lebih banyak member gen Z dan gen alpha, kita kalau Lebaran bakal masak tom yum ramai-ramai sepanci gede,” ujarnya.

Membeli baju baru agar terasa Lebaran betulan

Akibat kepergian nenek juga, Aulia merasa harus menyadarkan dirinya saat Lebaran tiba. Kalau ada satu hari di rumah yang tidak sama seperti hari-hari biasanya, dan perlu dirayakan.

Meski banyak anggota keluarga yang perlahan mangkir dari tradisi saling kumpul dan sungkem, serta tradisi memakan sambal goreng yang digantikan dengan memasak makanan yang sedang tren, Aulia mencoba menemukan cara agar merasa benar-benar sedang merayakan Lebaran.

Setelah menyelami perasaannya sendiri, ia menyadari kalau upaya itu dilakukannya dengan membeli dan mengenakan baju baru saat Lebaran. Selain mengikuti filosofi Jawa yang berbunyi, “Ajining raga ana ing busana [Kehormatan seseorang ditentukan dari busananya],” Aulia mencoba untuk menampilkan diri dalam balutan busana selayaknya untuk Idulfitri.

“Mungkin alasan aku tetep beli baju baru biar Lebarannya kerasa beda ya. Biar kayak dulu,” ujarnya.

Perihal dulu, ia tidak bisa menampik bahwa kehadiran nenek yang melengkapi keluarganya membuat perayaan Lebaran dan momen kumpul keluarga selalu berbeda. Hari khusus itu adalah satu hari yang istimewa dan tidak biasa. Perasaan yang tidak lagi dirasakannya dalam beberapa tahun ini.

Maka dari itu, untuk kembali merasa “berbeda”, baju Lebaran yang mengukuhkan perayaan dikenakannya.

Iklan

“Soalnya dulu pas kecil, pasti tiap tahun beda.” Ucapnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Aisyah Amira Wakang

BACA JUGA: Kala Matahari Store “Tenggelam”, Di mana Lagi Sebuah Keluarga Bisa Beli Baju Lebaran? atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2026 oleh

Tags: baju lebaranidulfitrikehilangan saat lebarankue lebaranLebaranlebaran tanpa keluargamakanan lebaranpilihan redaksisungkemantradisi lebarantradisi lebaran keluarga
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

siswa sekolah.MOJOK.CO
Sekolahan

Sisi Lain AI yang Melemahkan Nalar Siswa: Kesulitan Calistung, Tak Bisa Membaca Jam, hingga Sulit Mengingat Materi Pelajaran

17 Juni 2026
Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO
Esai

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur MOJOK.CO
Esai

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur

15 Juni 2026
papua.MOJOK.CO
Jagat

Masyarakat Adat di Tengah Krisis Iklim: Hak-Hak Dijegal Birokrat, Hutan Dibabat demi Konglomerat

15 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tingkatkan literasi dengan baca buku. MOJOK.CO

Cerita Sebuah Keluarga Membangun Kebiasaan Membaca Saat Orang Lain Berubah Menjadi “Phubbing”

11 Juni 2026
Perjuangan Lily usai lulus dari manajemen dakwah. MOJOK.CO

Kisah Anak Tukang Tambal Ban yang Setahun Nganggur usai Wisuda, Kini Bisa Kerja di Sekolah Internasional setelah Ratusan Penolakan

17 Juni 2026
Cuti haid: hak pekerja perempuan saat menstruasi tapi diabaikan perusahaan MOJOK.CO

Cuti Haid Jadi Hak Penting Pekerja Perempuan yang Disepelekan Perusahaan: Izinnya Ribet dengan Ancaman SP, Nyeri Mens Dicap Lebay

15 Juni 2026
Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu MOJOK.CO

Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di Tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu

14 Juni 2026
pahlawan pertama di uang rupiah mojok.co

Rupiah Melemah Bikin Kelas Menengah Makin Susah: Gaji Tak Kemana-mana, tapi Biaya Hidup Terus Melonjak

11 Juni 2026
Solusi agar lansia di Indonesia tidak rentan miskin tanpa dana pensiun untuk putus siksaaan finansial sandwich generation MOJOK.CO

Lansia Indonesia Rentan Miskin Tanpa Dana Pensiun bikin Anak Muda Tersiksa Finansial Jadi Sandwich Generation, Harus Diputus

11 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.