Bak menjilat ludah sendiri, Maulia* yang dulunya ogah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN karena muak dengan kebijakan pemerintah yang nyeleneh, kini malah diterima seleksi CPNS di salah satu instansi daerahnya. Awalnya, ia merasa nyaman dengan tugas-tugasnya, tapi jadi nggak betah karena merasa berdosa.
Awalnya tak sampai hati jadi PNS
Di salah satu kabupaten Jawa Tengah, PNS atau ASN masih menjadi pekerjaan idaman. Sayangnya, Maulia belum terlalu tertarik dan mencoba peruntungan lain dengan kuliah di luar kota. Selama kuliah, ia pun lebih sadar dengan banyaknya kebijakan pemerintah yang kurang sreg di hatinya.
“Aku cukup sering misuh-misuh di media sosial maupun kehidupan nyata. Bahkan aku pernah membayangkan, kayaknya kalau jadi bagian dari pemerintah itu sendiri, rasanya bakal dilematis,” kata Maulia saat dihubungi Mojok, Senin (6/4/2026).
Namun, realita hidup mengujinya. Setelah lulus sarjana di salah satu kampus top, Maulia tak terhindar dari momok sulitnya mencari kerja. Mau kembali ke kampung halamannya pun tak ada pekerjaan yang lebih “menjanjikan” selain PNS atau ASN. Belum lagi, keluarganya ikut gusar karena Maulia tak kunjung mendapatkan kerja.
Oleh karena itu, Maulia akhirnya mendaftar seleksi CPNS di tahun 2018. Motivasinya saat itu tidak muluk-muluk, agar tidak ditanya-tanya orang tua dan nggak perlu mencari alasan macam-macam.
Sebab sejujurnya, hati kecilnya saat itu masih tak terima kerja di pemerintahan. Walaupun di sisi lain, ia ingin sekali mendapat kerja. Maka, saat ia gagal 2 kali dalam seleksi CPNS, perasaannya jadi dilema, mau senang atau sedih.
Daftar seleksi CPNS sampai 4 kali
Pengalaman gagalnya itu membuat Maulia menyerah dan mendaftar pekerjaan lain. Beberapa tahun kemudian, ia pun disibukkan dengan pekerjaannya di luar kota. Namun, karena gajinya yang kecil dan kondisi orang tua yang makin renta, Maulia memutuskan kembali ke kampung halamannya.
“Orang tuaku di rumah nggak ada yang merawat, sementara adik-adikku juga sudah di luar kota semua,” jelas Maulia yang perlu mengambil alih tanggung jawab tersebut demi keluarganya.
Alhasil ia merencanakan untuk resign sembari mencari pekerjaan lain yang bisa ia lakukan ke kampung halaman. Tapi lagi-lagi, Maulia terjebak dalam bayangan PNS atau ASN. Hanya pekerjaan itu yang terbesit dalam pikirannya jika ingin pekerjaan yang stabil in this economy.
“Minimal nggak bakal kena PHK kecuali kelakuanmu buruk banget atau sampai melakukan kejahatan,” ujar Maulia.
Sementara soal gaji, jangan harap bisa langsung kaya karena ia tidak kerja di pemerintahan pusat maupun kementerian. Sekali lagi, ia berniat jadi PNS untuk pulang ke kampung halamannya di salah satu kabupaten di Jawa Tengah.
Dengan semangat itu, Maulia pun mengikuti seleksi CPNS untuk yang ketiga kalinya tapi gagal. Meski begitu, ia tak lantas menyerah tapi justru mengevaluasi strategi dan proses belajarnya.
Baca Halaman Selanjutnya
Mengalahkan 5 calon pendaftar PNS














