Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Ironi Lihat Warga Bogor Kelaparan sampai Tak Mampu Beli Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
16 Mei 2026
A A
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

ilustrasi - warga bogor sebelum ada kebun sayur untuk makanan sehat dan bergizi. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berawal dari anak tetangganya yang terkena gizi buruk di Kabupaten Bogor, Britania Sari sadar sudah saatnya ia mengajak masyarakat sekitar untuk mendirikan kebun sayur. Mulai dari tetangga, posyandu, sampai sekolah. Perempuan lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu yakin pentingnya mewujudkan ketahanan pangan saat ini.

Manfaatkan lahan kosong di Kabupaten Bogor

Tahun 2020, Sari dan suaminya pindah ke Kabupaten Bogor karena harga kontrakan di Tangerang Selatan yang semakin mahal. Setelah mengumpulkan berbagai informasi, keduanya pun sepakat untuk mencari kontrakan di Parung Panjang, Kabupaten Bogor. 

Selain lebih murah, mereka merasa beruntung karena dapat kontrakan yang punya pekarangan seluas 100 meter persegi. Meski tak terlalu besar, keduanya mengaku senang karena bisa menyulap lahan yang sebelumnya terbengkalai itu menjadi kebun sayur. 

Bagi Sari dan suami, kebun sayur itu tak perlu muluk-muluk. Cukup mengubahnya dengan sistem permakultur, yakni desain pertanian yang selaras atau menyatu dengan bumi. Sesuatu yang mereka pelajari dari Akademi Berkebun di Bogor. 

Britania Sari. MOJOK.CO
Britania Sari, pegiat kebun dan ketahanan pangan mandiri. (Sumber: UNJ)

“Intinya, apa-apa yang dihasilkan dari kebun tidak keluar dari kebun itu sendiri. Jadi semacam siklus. Misalnya, sisa organik nanti masih bisa dikomposkan atau diberikan untuk pakan ayam, terus berputar seperti itu, lalu hindari juga pestisida sehingga tidak menghasilkan sampah atau merusak bumi,” jelas Sari.

Dengan pengetahuan tersebut, Sari dan suaminya mulai menginisiasi gerakan sosial. Sari yang awalnya hanya menjalani hobi mengaku terenyuh ketika mendapati realitas di sekitarnya, bahwa masih ada keluarga yang tidak bisa membeli makanan sehat karena ekonomi yang terbatas.

“Ada satu peristiwa yang sangat menampar saya saat itu, ketika anak tetangga saya usia 9 tahun mengalami gizi buruk. Dia cuma bisa tidur di stroller, nggak bisa berdiri, nggak bisa bicara, nggak bisa pergi ke sekolah, beratnya cuma 8 kilogram,” tutur Sari.

“Padahal, rumahnya persis di depan gang kami. Saat itu saya merasa berdosa. Dalam artian, kemana saja kita selama ini?” lanjutnya.

Datang ke Posyandu, izin untuk buka kebun sayur

Sejak saat itu, Sari dan suaminya memulai gerakan sosial dengan memberikan pangan sehat kepada sejumlah kepala keluarga di lingkungan rumahnya. Namun, Sari sadar bantuan tersebut tak akan berdampak panjang kecuali mereka ikut melakukan aktivitas berkebun seperti dirinya. 

Ia pun mulai mengubah strategi dengan mengajak warga yang tertarik berkebun, beternak, maupun mengompos agar menerapkan sistem ketahanan pangan mandiri. Tak berhenti sampai di situ, tahun 2024, Sari juga menyasar Posyandu.

“Saya masih mendengar ada oknum tenaga kesehatan yang memberikan makanan atau minuman kemasan seperti sosis, bahkan susu formula apapun penyakitnya. Padahal, banyak keluarga prasejahtera binaan kami penghasilannya hanya Rp50 ribu dalam sehari,” kata Sari.

Oleh karena itu, ia meminta izin untuk memanfaatkan pekarangan Posyandu jadi kebun sayur. Dalam perjalannya, Sari sempat dicurigai sebagai kader partai yang hendak melakukan kampanye terselubung, padahal ia hanya ingin membantu.

“Untungnya saya kenal beberapa orang di sana. Saya akhirnya bilang, ingin membangun kebun sayur di halaman depan Posyandu. Nanti hasil panennya bisa dibagikan ke balita, ibu hamil, dan lansia. Mereka pun menerima,” kata Sari yang kemudian menjual hasil panennya seharga Rp10 ribu.

Dari Kabupaten Bogor merambah ke sekolah di Solo

Satu tahun berikutnya, Sari tak sengaja menjangkau sekolah. Awalnya, ia dihubungi langsung oleh kepala sekolah SD Kanisius Pucangsawit Surakarta untuk membantu menyulap lahan terbengkalai di sekolah mereka. Kebetulan, ia juga mendapatkan sponsor tunggal dari Kita Bisa.

Iklan

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Britania Sari (@britaniasari)

Atas kolaborasi tersebut, Sari memanfaatkan lahan sekolah yang cukup luas dan menyulapnya jadi kebun sayur. Ia juga memberikan edukasi kepada siswa dan guru untuk menanam sayur, seperti bayam, kangkung, caisim, pokchoy, hingga timun.

“Hasil panen dari kebun sayur sekolah berupa daun gedi, daun bayam, dan telur diolah menjadi bubur manado dengan tambahan lauk tahu, teri krispi, telur rebus, sambal dabu-dabu,” jelas Sari.

Selanjutnya, makanan yang sudah jadi disajikan secara prasmanan. Nantinya, siswa akan belajar mengisi piring mereka sesuai dengan gizi seimbang, sekaligus berani mencicipi makanan baru, sampai belajar menakar kebutuhan perutnya sendiri sehingga tak ada makanan yang terbuang. 

Dengan begitu, Sari berharap program kebun sayur yang ia inisiasi dapat mengedukasi masyarakat sekitar, terutama kelompok marginal, “bahwa untuk bisa sehat, anak sehat, kita bisa dengan harga yang murah, asalkan berbasis pangan lokal.”

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Lulusan S2 IT, Rela Tinggalkan Gaji 2 Digit demi Jadi Peternak di Bogor untuk Wujudkan Ketahanan Pangan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 16 Mei 2026 oleh

Tags: alumnus UNJberkebunkabupaten bogorkebun sayurKetahanan Panganpermakultur
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Lulusan UNJ berkebun di Bogor. MOJOK.CO
Sosok

Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan

8 Mei 2026
Petani di Delanggu, Klaten maju berkat sistem permakultur. MOJOK.CO
Lipsus

Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten

6 Mei 2026
Arta Wahana, pensiunan UGM isi waktu dengan berkebun selada (dok. UGM)
Sehari-hari

35 Tahun Mengabdikan Diri di UGM, Kini Pilih Budidaya Selada Hidroponik Malah Hasilkan Omzet Harian Rp750 Ribu

3 Mei 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO
Catatan

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

bapak-bapak nongkrong.MOJOK.CO

Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

11 Mei 2026
AstraPay berupaya memperkuat kontribusinya melalui inovasi layanan, edukasi ekosistem, serta pengembangan akses keuangan digital bagi UMKM di tengah pertumbuhan pembayaran atau transaksi digital (QRIS) MOJOK.CO

Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM

9 Mei 2026
Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Warga Bogor Kelaparan sampai Tak Mampu Beli Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Joki UTBK SNBT di Surabaya raup cuan Rp700 juta demi kebutuhan hidup. Kedokteran jadi incaran MOJOK.CO

Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran

10 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.