Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Gen Z Jadi Kambing Hitam Generasi Senior, Dicap Lembek dan Tak Bisa Kerja padahal Perusahaan yang “Red Flag”

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
16 April 2026
A A
Nasib pekerja gen Z dicap lembek oleh milenial

Ilustrasi - Nasib pekerja gen Z dicap lembek oleh milenial (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berpegang prinsip, jangan berjuang mati-matian dalam pekerjaan kalau cuma sendirian

Menurut Lala, keberanian generasi Z dalam mengambil sikap inilah yang kerap disalahartikan oleh generasi milenial dan generasi sebelum-sebelumnya. Mereka menganggap gen Z tidak layak untuk bekerja, terkesan lembek, padahal anak muda ini hanya memilih untuk bekerja ketika dihargai setara.

Sederhananya, gen Z tidak ingin berdarah-darah untuk sesuatu yang tidak layak.

“Gen Z menurutku manusia simple ya, ngapain berdarah-darah di tempat yang nggak worth it?” kata Lala.

Mengambil contoh perjuangan teman-teman terdekatnya untuk mengikuti program management trainee (MT) di BUMN yang setidaknya mengharuskan pekerja berkomitmen untuk jangka waktu tertentu. Setelah lolos pelatihan selama 1-3 tahun, jebolah MT BUMN masih harus terikat kontrak kerja sampai dengan 5 tahun atau diharuskan membayar biaya ganti rugi yang tidak main-main.

Namun setidaknya, kata Lala, program ini menjanjikan.

“Coba lihat teman-teman kita yang ikut management trainee di BUMN, misalnya, mereka berjuang banget kok. Kenapa? Karena mereka tahu their hard work will eventually paid off (kerja kerasnya akan dihargai),” kata dia.

Hal ini berbeda dengan mereka yang sudah bernasib naas di tempat kerja yang tidak menjanjikan. Mereka memiliki kemungkinan untuk menjadi “kutu loncat” untuk menemukan tempat yang menghargainya.

Sialnya, gen Z menjadi kambing hitam atas kesalahan seluruh pihak ini.

“Beda sama yang lain yang unfortunately ada di kantor yang nggak oke. Jadi, ini nggak cuma soal gen Z, tapi gimana pemberi kerja juga nggak maksimal dalam manajemen hak dan kewajiban karyawannya, yang kebetulan generasi ini,” kata dia.

“Emang gen Z juga sering dijadiin kambing hitam, sedih,” tutupnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 16 April 2026 oleh

Tags: etos kerja gen zGen Zgen z bekerjagenerasi milenialkepribadian gen zkepribadian pekerja gen zmasalah milenialpekerja gen zpekerja milenialpengangguran indonesia
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO
Urban

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO
Catatan

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO
Eksplor

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026
Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Titi terendah perempuan: bawa bocil saat naik kereta api MOJOK.CO

Titik Terendah Ibu saat Naik Kereta Api Bawa Bocil: Mental Terguncang Bukan karena Bocil Tantrum tapi Mulut Jahat Sesama Perempuan

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.