Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
19 Juli 2026
A A
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rasanya belum lama merasa bungah menyaksikan anak wisuda dengan toga sarjana di sebuah PTS Jogja. Namun, saat ini, seorang bapak harus ikut nelangsa kala menyaksikan sang anak tak kunjung dapat kerja meski dengan modal ijazah S1. 

***

Iklan

Sebenarnya bukan hal aneh ketika ada orang tua mengantar anak mendatangi sebuah event bursa kerja. Hanya saja, kata Suwandi, anak perempuannya merasa akan mempermalukan bapaknya jika Suwandi sampai harus ikut menyisir dari satu stand ke stand bursa kerja lain. 

Itulah yang mendasari Suwandi hanya menunggu di luar Auditorium LPP Agro Nusantara dalam Job Fair 2026 di Kota Jogja, Rabu (15/7/2026) siang. 

“Anak saya itu selalu berpikir udah bikin malu bapaknya karena sudah dikuliahkan tapi nggak dapat-dapat kerja,” ujar Suwandi saat saya jejeri untuk sebat bareng. 

Para job seeker di Job Fair Kota Jogja 2026 MOJOK.CO
Para job seeker di Job Fair Kota Jogja 2026. (Aly Reza/Mojok.co)

Kenangan bungah saat antar anak wisuda sarjana

Suwandi sempat tersenyum saat saya tanya anak perempuannya lulusan mana dan tahun kapan? 

Setahun lalu anak perempuan Suwandi lulus dari Fakultas Ekonomi di sebuah PTS di Jogja. Suwandi ingat betul, sejak pagi buta anak perempuannya sudah bersiap untuk diwisuda—menyongsong gelar sarjana. 

Sebagai bapak, Suwandi hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat momen tersebut. Ada rasa bangga karena sang anak akhirnya menuntaskan kuliahnya. Ada rasa haru karena Suwandi ternyata mampu membiayai penuh biaya perkuliahan sang anak selama 4 tahun.

“Waktu itu saya sewakan mobil milik kerabat lah. Dari rumah saya antar sama ibu dan adiknya,” kenang Suwandi, pria asal Kota Jogja tersebut. 

“Habis wisuda dia juga kelihatan bahagia sekali. Foto-foto sama teman-temannya, terus kami diajak foto di studio,” sambungnya. Foto momen wisuda tersebut bahkan Suwandi pajang dengan percaya diri di ruang tamu rumahnya. 

Setahun susah kerja hingga turunkan foto wisuda sarjana

Kebahagiaan momen wisuda ternyata hanya bertahan beberapa hari. Setelahnya anak Suwandi justru tampak selalu murung. Penyebabnya, ijazah S1 yang dimiliki dari sebuah PTS Jogja ternyata tidak kunjung laku untuk dilirik perusahaan. 

Suwandi sebenarnya tidak menekan anaknya untuk lekas dapat kerja. Toh Suwandi masih sanggup bekerja. Hanya saja, anak perempuan pertamanya tersebut terus-menerus merasa gagal. 

“Jadi sensitif. Kalau ada orang tanya kesibukan dia sekarang apa, itu dia langsung mbesengut,” ungkap Suwandi. 

Bahkan, enam bulan setelah lulus kuliah, karena masih susah cari kerja, anak perempuannya tersebut sampai mencopot foto wisuda sarjana yang terpajang di ruang tamu. Foto kecil yang semula terpajang di meja kamarnya pun ikut disembunyikan.  

Iklan

“Pas ibunya nanya kenapa disembunyikan semua? Katanya malu karena punya gelar sarjana aja tapi nggak kepakai buat apa-apa,” beber Suwandi.

Suwandi dan ibunya pun sudah berkali-kali menghibur: kalau belum dapat kerja berarti memang belum rezeki. Toh orang tua juga tidak mempermasalahkan. Tapi tidak mempan. Anak perempuannya itu makin hari makin terpuruk karena katanya setiap lamaran kerja yang dikirimkan ke perusahaan tidak kunjung ada balasan. 

Para job seeker yang mencari peruntungan di Job Fair Kota Jogja 2026 setelah susah kerja meski punya modal sarjana (ijazah S1) MOJOK.CO
Para job seeker yang mencari peruntungan di Job Fair Kota Jogja 2026 setelah susah kerja meski punya modal sarjana (ijazah S1). (Aly Reza/Mojok.co)

Nekat mau kerja di pabrik rokok, tapi ditentang

Pada awal tahun 2026 lalu, anak Suwandi sebenarnya mendapat panggilan kerja dari sebuah pabrik rokok. Katanya mendaftar di bagian pengemasan. 

Dengan setengah putus asa, anak Suwandi minta izin agar diperbolehkan kerja di pabrik rokok tersebut. 

“Kalau saya nggak masalah. Karena pikir saya, daripada stres mikir nggak kerja-kerja. Tapi ibunya nggak boleh,” jelas Suwandi. 

“Kalau ibunya itu eman. Ibunya malah lebih rela anaknya nggak kerja daripada jadi buruh di pabrik rokok,” imbuhnya. 

Ya sudah, akhirnya anak Suwandi kembali berkutat pada laptopnya di kamar. Katanya sudah puluhan lamaran kerja ia kirim.

“Tapi sudah ada beberapa yang pernah wawancara kerja. Karena dia beberapa kali pamit minta doa buat wawancara. Ada yang wawancara di laptop (online), ada juga yang datang ke kantor. Salah satunya saya pernah ngantar yang di kantor,” papar Suwandi. Hanya memang belum rezeki bagi anak Suwandi. 

Pertama kali ke job fair: modal ijazah SMA, singkirkan ijazah S1

Untuk job fair, setahu Suwandi, hari itu adalah kali pertama sang anak coba-coba mengikuti.

Di Jogja sendiri sebenarnya sudah beberapa kali ada job fair. Hanya saja anak Suwandi mengaku malu kalau harus ikut job fair. Karena baginya, job fair itu isinya orang-orang yang sudah mentok. 

“Ini tadi saja pakai masker bilangnya malu. Mau diantar ke dalam juga nggak mau bilangnya takut saya malu. Padahal saya tadi lihat banyak kok (yang diantar orang tuanya juga). Yang laki-laki diantar ibunya cari kerja juga ada,” ujar Suwandi. 

“Tadi di motor dia cerita, katanya menyiapkan dua lamaran (cv). Satu ijazah S1, satu ijazah SMA. Katanya, sepertinya ijazah SMA sekarang lebih mudah cari kerja. Minimal jadi karyawan Indomaret,” tambahnya. 

Loker yang tersedia di Job Fair Kota Jogja 2026 MOJOK.CO
Salah satu loker yang tersedia di Job Fair Kota Jogja 2026. (Aly Reza/Mojok.co)

Ada perasaan nelangsa di batin Suwandi. Bukan karena ia kecewa karena setelah wisuda sarjana sang anak susah cari kerja. Tapi lebih karena melihat sang anak yang terbebani dengan ijazah S1-nya: merasa tidak berguna jika tidak kunjung dapat kerja, sampai ke job fair pun turut mengandalkan ijazah SMA. 

Sayangnya, meski Suwandi berkali-kali memberi pengertian pada sang anak, tapi sang anak masih terus terbebani. “Mungkin karena lihat ada temannya kuliah dulu yang sudah kerja, atau lihat tetangga kami yang cuma lulusan SMA tapi sudah kerja,” tutup Suwandi. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: 300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard” Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2026 oleh

Tags: ijazah s1job fairjob fair jogjakampus swasta jogjaloker jogjaloker s1lowongan kerja s1pts jogjasarjanasarjana susah kerjasusah cari kerja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO
Urban

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.