Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

Rafiqoh Wahidah oleh Rafiqoh Wahidah
14 Juli 2026
A A
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Ilustrasi Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketika toilet masjid sebagai fasilitas bersuci justru berpotensi menjadi sumber kontaminasi, muncul pertanyaan sederhana: apakah ruang tersebut benar-benar mendukung tujuan bersuci?

Saya masih ingat bagaimana Oma begitu kesulitan setiap kami berhenti di masjid saat perjalanan antarkota. Waktu itu saya masih berusia lima tahun dan belum mengerti mengapa ia selalu tampak ragu sebelum masuk ke toilet perempuan.

Iklan

Yang saya tahu, Oma harus membantu saya buang air sambil berusaha menghindari genangan di lantai. Lima belas tahun kemudian, saya baru memahami ketidaknyamanan yang ia rasakan. Toilet yang kami gunakan memang tidak pernah benar-benar dirancang untuk kebutuhan perempuan.

Yang lebih menyedihkan, kondisi itu dianggap biasa. Kita terlalu lama berdamai dengan fasilitas yang seharusnya tidak layak diterima. Saya pun bertanya-tanya, jika kelak memiliki anak perempuan, apakah ia masih akan mengalami keresahan yang sama?

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla pernah menyebut Indonesia memiliki lebih dari 800.000 masjid dan musala. Artinya, masjid merupakan jaringan fasilitas publik terbesar yang mudah diakses masyarakat.

Sayangnya, sebagian besar toilet masjid masih menggunakan konsep toilet basah: ruang wudu, bilas, dan buang air berada dalam satu area sehingga lantai hampir selalu tergenang.

Risiko besar bagi perempuan di balik toilet masjid 

Di iklim tropis dengan kelembapan tinggi seperti Indonesia, air yang menggenang bukan sekadar masalah estetika belaka. Riset mikrobiologi lingkungan membuktikan bahwa genangan di toilet publik mengandung bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan spora jamur patogen dalam konsentrasi yang melampaui batas aman (Ali dkk., 2025). 

Siapa pun yang menggunakan toilet masjid menanggung risiko kesehatan akibat sanitasi yang buruk. Risiko ini berlaku bagi semua pengguna, tetapi perempuan menanggung dampak yang lebih besar.

Saat buang air, perempuan harus membuka sebagian pakaian dan membutuhkan area yang benar-benar kering dan bersih. Hal ini akan menjadi sulit jika tidak tersedia pijakan kering, tempat sampah tertutup, serta fungsi drainase dan kualitas air yang buruk. 

Pada bilik basah, pakaian yang terbuka akan langsung terkontaminasi bakteri dan membuka jalur infeksi, sebab tidak ada pilihan lain yang tersedia.

Ditambah lagi, Secara anatomi, perempuan menanggung risiko biologis yang jauh lebih tinggi daripada laki-laki. Panjang uretra perempuan hanya sekitar empat sentimeter dan posisinya berdekatan dengan anus, sehingga lebih rentan terkena infeksi saluran kemih.

Ancaman yang lebih membahayakan adalah sifatnya yang kerap tidak bergejala dan baru disadari saat sudah memburuk. Pada perempuan dengan imunitas yang melemah, seperti saat kelelahan atau menstruasi, kemampuan bakteri untuk berkolonisasi dapat meningkat signifikan. Satu paparan sudah cukup membuka jalur infeksi yang menghabiskan biaya kesehatan jauh melampaui harga selembar karpet karet.

Masjid adalah tempat yang mewajibkan thaharah atau bersuci sebagai syarat sah ibadah. Karena itu, ketika fasilitas bersuci justru berpotensi menjadi sumber kontaminasi, muncul pertanyaan sederhana: apakah toilet masjid tersebut benar-benar mendukung tujuan bersuci?

Sayangnya, pembahasan soal sanitasi selama ini sering terjebak pada dua ekstrem: menyalahkan pengguna karena dianggap kurang menjaga kebersihan atau menunggu renovasi besar yang mahal. 

Iklan

Padahal, persoalannya terletak pada desain fasilitas yang memaksa orang berkompromi dengan kebersihan. Memperbaiki lingkungan jauh lebih realistis daripada berharap jutaan orang mengubah kebiasaannya sendiri.

Baca halaman selanjutnya

Standar Sanitasi Ramah Perempuan sebagai solusi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2026 oleh

Tags: Masjidperempuantempat ibadahtoilettoilet masjid
Rafiqoh Wahidah

Rafiqoh Wahidah

Mahasiswa Universitas Bengkulu. Seorang overthinker yang banyak tanya dan suka jalan-jalan. Menulis adalah caranya untuk bicara.

Artikel Terkait

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO
Esai

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO
Esai

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO
Esai

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026
Budi daya ikan nila cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan ngasal MOJOK.CO

Budi daya ikan nila bisa cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan sampai merusak sumber daya 40 tahun ke depan

30 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.