Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

Rafiqoh Wahidah oleh Rafiqoh Wahidah
14 Juli 2026
A A
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Ilustrasi Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Standar Sanitasi Ramah Perempuan sebagai solusi

Perubahan paling masuk akal justru dimulai dari masjid. Tidak semua daerah memiliki terminal atau pusat perbelanjaan, tetapi hampir setiap desa memiliki masjid yang dapat digunakan siapa saja tanpa biaya.

Masjid juga beroperasi di atas kepercayaan dan norma komunitas yang kuat, serta dapat digunakan oleh siapa saja tanpa biaya dan pungutan liar. Penelitian Rulindo dkk. (2024) terhadap 326 responden dari berbagai provinsi di Indonesia mengonfirmasi bahwa ketersediaan fasilitas toilet di tempat ibadah publik secara langsung memengaruhi niat pengguna untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.

Iklan

Kementerian Agama sebenarnya telah memiliki program Masjid Ramah Anak dan Perempuan. Sayangnya, standar tersebut belum secara khusus mengakomodasi kebutuhan biologis perempuan dalam penggunaan toilet masjid dan ruang bersuci.

Karena itu, saya mengusulkan penerapan Standar Sanitasi Ramah Perempuan (SSRP) sebagai bagian dari penilaian pengelolaan masjid. Standar ini sederhana dan mudah diterapkan, yaitu:

  • menyediakan pijakan yang tetap kering;
  • menyediakan tempat sampah tertutup untuk limbah sanitasi;
  • memastikan drainase berfungsi sehingga tidak terjadi genangan;
  • memastikan kualitas air memenuhi syarat untuk bersuci.

Perubahan kecil ini jauh lebih murah dibandingkan biaya kesehatan akibat infeksi yang dapat muncul karena sanitasi yang buruk.

Dari sejumlah wawancara yang saya lakukan dengan para takmir masjid di Kota Bengkulu, persoalannya ternyata bukan semata-mata keterbatasan dana, melainkan juga kurangnya pengetahuan. Banyak takmir bekerja secara sukarela tanpa pernah mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan fasilitas sanitasi yang ramah perempuan.

Karena itu, penerapan SSRP untuk toilet masjid perlu disertai sosialisasi melalui takmir, masjid percontohan, serta tokoh masyarakat agar praktik baik dapat menyebar secara bertahap. Pendekatan di kota dan desa tentu bisa berbeda, tetapi tujuannya sama: menjadikan toilet masjid sebagai ruang yang aman bagi seluruh jemaah.

Praktik seperti ini bukan sesuatu yang mustahil. Masjid Al-Fattah di Tulungagung telah menunjukkan bahwa ruang bersuci yang memperhatikan kebutuhan biologis perempuan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus membangun budaya hidup bersih di lingkungan masjid.

Kebersihan toilet masjid bukan tanggung jawab perempuan semata

Memprioritaskan kelayakan toilet masjid untuk perempuan bukan berarti mengistimewakan satu kelompok. Ini justru mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah yang memberikan rasa aman bagi seluruh jemaah.

Kebersihan bukan sekadar pelengkap ibadah, melainkan fondasi utamanya. Jika fasilitas toilet masjid yang disediakan masih menyisakan risiko kesehatan bagi perempuan, berarti masih ada tanggung jawab yang belum sepenuhnya ditunaikan.

Saya masih sering membayangkan Oma berdiri di depan pintu toilet masjid dengan keraguan yang sama seperti bertahun-tahun lalu. Kini usianya semakin menua. Saya tidak tahu apakah ia sempat menyaksikan perubahan yang semestinya sudah lama terjadi.

Namun saya berharap generasi setelah kami tidak lagi mewarisi kompromi yang sama. Tidak ada perempuan yang seharusnya mempertaruhkan kesehatan reproduksinya hanya untuk dapat menggunakan toilet di rumah ibadah.

Penulis: Rafiqoh Wahidah
Editor: Agung Purwandono

*) Tulisan ini merupakan Juara II Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026. Naskah telah disunting oleh redaksi Mojok.co tanpa mengubah gagasan utama penulis.

Iklan

BACA JUGA Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit dan tulisan menarik lainnya di kanal Esai.

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2026 oleh

Tags: Masjidperempuantempat ibadahtoilettoilet masjid
Rafiqoh Wahidah

Rafiqoh Wahidah

Mahasiswa Universitas Bengkulu. Seorang overthinker yang banyak tanya dan suka jalan-jalan. Menulis adalah caranya untuk bicara.

Artikel Terkait

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO
Esai

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO
Esai

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO
Esai

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulusan SMK buka jasa cleaning service. MOJOK.CO

Lulusan SMK Pernah Kerja Jadi Cleaning Service dengan Upah Rp20 per Jam, Kini Buka Usaha Sendiri hingga Hasilkan Omzet Rp70 Juta

29 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan

27 Juli 2026
Tren selebrasi di panggung wisuda seperti minta difotoin rektor ala wisudawati UINSA: mengejar atensi maya hingga pergeseran batas hierarki formal MOJOK.CO

Difotoin Rektor: Selebrasi Wisuda biar Berkesan, Atensi Maya, dan Pergeseran Batas Hierarki Formal

30 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.