Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
16 Maret 2026
A A
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

ilustrasi - pedagang sate kere Misinem (Purnomo). (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Motor bebek yang punya kenangan mahal

Purnomo memulai aktivitasnya sejak pukul 07.00 WIB dengan menusukkan bahan-bahan dan membuat bumbu. Dalam 4 jam, ia berhasil memperoleh ratusan tusuk. Siangnya, ia berkeliling ke sekolah-sekolah dengan sepeda motornya.

Saat menceritakan hal tersebut, Purnomo jadi teringat dengan perjuangan ibunya yang masih keliling dengan jalan kaki sambil menggendong dagangannya di sekitar rumahnya di Klaten. Menurut Purnomo, Misinem–ibunya yang meninggal di usia 75 tahun, tak pernah berhenti bekerja meski saat hujan. 

Purnomo. MOJOK.CO
Purnomo menjual sate kere warisan ibu. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Ibu sudah tua dan nggak bisa pakai sepeda tapi dia kasih warisan motor ini,” ucap Purnomo menunjuk motor bebek Jupiter dari ibunya.

“Belinya second, DP Rp2 juta. Setelah beliau meninggal, saya sulap warisannya jadi gerobak motor, biar lebih mudah untuk jualan keliling,” lanjut Purnomo.

Meninggalnya Misinem…

Sepanjang hidupnya, kata Purnomo, Misinem telah banting tulang untuk menghidupi ke-7 anaknya, bahkan setelah mereka dewasa. Ada yang lulus SMP dan SMA untuk langsung bekerja. Namun, Misinem seolah tak pernah bisa menghentikan rutinitasnya. 

“Bahkan kalau nggak jualan itu saya sering ditanya sama langganannya, ‘ibu mana? Kok tumben libur?’ akhirnya saya jawab kalau beliau sakit,” kata Purnomo.

Pagi itu, kata Purnomo, rutinitas Misinem sama seperti biasanya yakni menusuk-nusukkan sate di rumahnya, Klaten. Di tengah kesibukannya tersebut, Misinem tiba-tiba pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit. Dokter bilang, Misinem terkena stroke dan harus dirawat tapi tak lama kemudian, ia meninggal.

Ajaran ibu yang telah lama jualan sate kere di Klaten

Purnomo dan keluarga. MOJOK.CO
Purnomo ditemani adik (baju merah) dan kedua anaknya yang masih SD. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Purnomo tak pernah melupakan kejadian itu, saat ibunya harus terbaring di rumah sakit. Ia masih merindukan kehadiran dan kasih sayang ibunya, terutama di momen Ramadan seperti ini. 

Namun, apalah daya. Manusia memang tidak bisa melawan takdir. Kini, yang bisa ia amalkan adalah nilai-nilai baik yang pernah diturunkan oleh ibunya sembari mendoakan beliau.

“Ibu selalu mengajarkan saya untuk jujur. Dulu, waktu ibu masih jualan. Ada salah satu pelanggan nggak sengaja ninggalin dompetnya. Saya disuruh cek identitasnya, cari tahu rumahnya, terus disuruh balikin ke sana. Padahal, waktu itu rumahnya di Jogja, tapi ibu tetap suruh langsung balikin,” ujar Purnomo.

Hal itu pula yang mendorong Purnomo untuk meneruskan jualan ibunya, setelah perusahaan dealer dan bengkel resmi motor di Klaten tempat kerjanya dulu mengalami pailit sehingga ia di-PHK. Siapa sangka, usaha kecil milik ibunya ini justru menyelamatkan Purnomo untuk memberi makan istri dan dua orang anaknya.

“Saya nggak mau mengeluh, yang penting buat keluarga cukup. Alhamdulillah, saya dikasih sumber rezeki lagi. Anak-anak juga senang waktu saya ajak jualan,” kata Purnomo yang berniat berbuka puasa di Pasar Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten bersama keluarganya setelah jualan.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

Iklan

BACA JUGA: Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 17 Maret 2026 oleh

Tags: berburu takjilkampung ramadankampung ramadan klatenklatenkuliner jawa tengahmasjid mlinjonsate kere
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO
Eksplor

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO
Eksplor

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO
Eksplor

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026. MOJOK.CO
Eksplor

Bangkitnya Sepeda Roda Raksasa yang Menyatukan Ribuan “Onthelis” dari Penjuru Dunia di Klaten

26 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.