Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
18 Mei 2026
A A
Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO

ilustrasi - Revanno, siswa Katolik yang sekolah di SMK Muhammadiyah Pekalongan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Revanno Adrian P, siswa keturunan Tionghoa beragama Katolik itu lulus dari SMK Muhammadiyah Pekalongan pada Selasa (12/5/2026). Ia juga berhasil menjadi lulusan terbaik kedua di jurusannya, yakni jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. 

Sebagai kelompok minoritas di Indonesia, Revanno sadar akan ada persepsi nyeleneh di sekitarnya jika ia belajar di sekolah berbasis Islam tersebut. Namun, keinginan Revanno untuk ahli di bidang teknik ternyata lebih besar dari keraguannya sendiri. 

Tak pernah alami diskriminasi di Muhammadiyah

Menurut Revanno, SMK Muhammadiyah Pekalongan memiliki kualitas pembelajaran otomotif yang baik di daerahnya, apalagi minatnya besar di bidang teknik sepeda motor. 

“Di Pekalongan kan ada dua (Jurusan Teknik Sepeda Motor yang tersedia), yakni SMK Dwija Praja dan SMK Muhammadiyah Pekalongan. Yang bagus di SMK Muhammadiyah, (makanya) saya pilih di sini,” ujar Revanno dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Senin (18/5/2026).

Lebih dari itu, kekhawatiran Revanno pun luruh setelah ia diterima dan menjalani pembelajaran di SMK Muhammadiyah Pekalongan. Revanno mengaku tak pernah mengalami diskriminasi atau perlakuan berbeda, baik dari guru maupun teman-temannya, hanya karena perbedaan agama.

Justru, ia dapat hak pendidikan agama sesuai keyakinannya. Pihak sekolah bahkan menyediakan guru agama Katolik untuk mendampingi proses pembelajaran Revanno.

Kepala SMK Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO
Kepala SMK Muhammadiyah Pekalongan, Khusnawan meminta Revanno maju ke atas panggung. (Youtube/SMK Mudikal Official)

“Selama di sekolah tidak ada diskriminasi apapun, paling teman bercanda dan masih normal. Teman dan guru-guru, semuanya baik,” ucapnya.

Keraguan melebihi keinginan

Mendengar kisah anaknya, sang ibu, Silvia mengaku lega. Bagaimana tidak, ia tak bisa menentang keinginan anaknya untuk sekolah di SMK Muhammadiyah Pekalongan. Sudah beberapa kali Silvia menanyakan hal itu ke Revanno dan hasilnya tetap sama: ingin sekolah di sana. 

“Saya tanya ke anak saya, bagaimana, kamu bersedia tidak, karena kita ada di lingkungan muslim. Dia jawab tidak apa-apa,” kata Silvia.

Silvia akhirnya menanyakan lebih detail soal pembelajaran di sana kepada pihak sekolah. Alih-alih dipandang sinis, pihak sekolah justru terbuka memberikan informasi soal prospek kerja, bahkan mereka menyambut baik kedatangan Revanno. 

Pelajaran agama, kata mereka, bisa disesuaikan. Setelah mendengar penjelasan tersebut, Silvia akhirnya mantap menyekolahkan anaknya di sana.

“Saya percayakan ke SMK Muhammadiyah Pekalongan, karena keinginan anak sendiri. Anak saya itu lebih suka praktik, penginnya otomotif, jurusannya teknik sepeda motor,” tegas Silvia.

Lulus SMK dapat beasiswa magang ke Jepang

Menurut pengakuan anaknya, selama 3 tahun menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah Pekalongan, Silvia tak pernah mendengar anaknya mendapat masalah di sekolah. Tidak ada pembulian maupun sikap rasis dari orang-orang di sekitarnya. Pelajaran agama pun didapatkan Revanno dengan baik.

“Anak saya Katolik mendapatkan pelajaran Katolik juga, tidak ada paksaan harus ikut pelajaran agama Islam,” tegasnya.

Iklan

Justru menurut Silvia, perilaku Revanno mengalami banyak perubahan ke arah positif. 

“Terus terang di SMK ini dia malah lebih semangat. Waktu SD dan SMP dia kurang, kadang tugas tidak dikerjakan. Di SMK ini dia malah semangat kerjakan tugas, tidak pernah terlambat sekolah,” katanya.

Revanno dapat beasiswa. MOJOK.CO
Revanno dapat beasiswa ke Jepang. (Youtube/SMK Mudikal Official)

Kemampuan Revanno di bidang otomotif pun berkembang pesat. Kini ia bahkan sudah mampu memperbaiki sepeda motor sendiri dan kerap dimintai bantuan oleh tetangga sekitar.

Siapa sangka, saat Revanno lulus, ia mendapat gelar lulusan terbaik kedua di jurusannya, bahkan mendapat kesempatan magang ke Jepang melalui program beasiswa dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) AICHI yang bekerjasama dengan SMK Muhammadiyah Pekalongan, serta menerima hadiah uang senilai Rp1 juta.

Muhammadiyah untuk semua golongan

Kepala SMK Muhammadiyah Pekalongan, Khusnawan, menegaskan pihak sekolah tidak pernah membedakan siswa berdasarkan latar belakang agama. Ia menegaskan sekolah tidak pernah memiliki tujuan memaksa siswa non-Muslim mengikuti ajaran Islam.

“Perlakuan kami sama. Ternyata dia bagus, dia ahli dalam sepeda motor, bisa memotivasi teman-temannya,” ujarnya.

Lebih dari itu, Khusnawan berujar pendidikan Muhammadiyah terbuka bagi siapa saja dan tetap memberikan ruang bagi siswa untuk menjalankan keyakinannya masing-masing.

“Muhammadiyah itu luas. Pendidikan Muhammadiyah untuk semuanya, siapa saja. Pendidikan agama kami pilah, kami carikan guru agamanya, tetap ada fasilitas agama,” katanya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2026 oleh

Tags: beasiswa Jepangjurusan SMKmagang di jepangMuhammadiyahpekalonganSMK Muhammadiyah
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
lulusan unesa dapat beasiswa dan langsung kerja. MOJOK.CO

Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa

11 Mei 2026
Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada MOJOK.CO

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada

11 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.