Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
11 Mei 2026
A A
lulusan unesa dapat beasiswa dan langsung kerja. MOJOK.CO

ilustrasi - Elpanta, sarjana Unesa yang dapat tawaran kerja dari rektor. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Elpanta Tarigan atau yang akrab dipanggil El, berjalan perlahan sambil membawa tongkat saat Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Nurhasan memintanya naik ke atas panggung. Di sana, El mendapat penghargaan sebagai wisudawan terbaik.

Rektor Unesa Nurhasan berujar akan memberikan Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas) sebesar Rp20 juta kepada El atas prestasinya lulus kuliah selama 3,5 tahun alias 7 semester dengan IPK 3,68.

Nurhasan juga menawarkan dua opsi, yakni melanjutkan beasiswa penuh S2 atau bekerja di Unesa. Tak langsung menjawab, pemuda asal Medan itu akhirnya memilih kerja di Unesa. Mendengar jawaban El, Nurhasan menanggapi jawaban itu sebagai strategi yang cerdas karena kesempatan beasiswa S2 masih bisa didapatkan El saat bekerja nanti.

“Mulai tanggal 1 besok menjadi pegawai tetap di Unesa,” tegas Nurhasan kepada orang tua El yang turut hadir dalam acara wisuda Unesa periode ke-119, Rabu (29/4/206).

Sebagai pegawai tetap di Unesa, El juga berhak melanjutkan pendidikan sampai S3 tanpa biaya, serta tinggal di asrama dengan gratis selama 1 tahun. 

Alami titik terendah di usia 12 tahun

Siapa sangka, El sempat minder mengenai keterbatasan fisiknya. Di usia 12 tahun, saat penglihatannya mulai memudar karena tinggi badannya yang mencapai 215 sentimeter akibat kondisi gigantisme, El harus bertarung dengan dirinya sendiri sampai ia benar-benar tabah dan menerima musibah tersebut.

“Sedih banget mulanya, di mana keadilan itu terhadap diri saya? Tapi lama-kelamaan saya dapat menerimanya karena juga kuasa Tuhan-lah yang memberikan saya jalan agar saya bisa bangkit kembali,” kata El dikutip dari Youtube Kece Media by Unesa, Senin (11/5/2026).

Karena postur tubuhnya yang tinggi menjulang, El kerap mencuri perhatian. Meski menghadapi tantangan teknis dalam keseharian, seperti mencari ukuran pakaian dan sepatu jumbo, El menganggap keunikannya tersebut sebagai bagian dari identitas yang harus disyukuri.

Motivasi lain muncul saat El mendengar cerita dari teman-temannya yang juga berjuang dan bisa sukses. El mulai pun berpikir, ketika orang lain bisa, mengapa dirinya tidak bisa? 

“Karena motivasi itulah saya bangkit kembali untuk mencoba mengawali hidup saya sebagai seorang tunanetra,” ujar El yang tak memilih menyerah hingga berhasil diterima di Unesa.

Unesa dukung mahasiswa penyandang disabilitas

El diterima sebagai mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) di Unesa tahun 2022. Di Unesa, El mengaku mendapatkan lingkungan yang ramah disabilitas seperti fasilitas guiding block dan budaya saling bantu antar mahasiswa dan dosen.

Guna menunjang prestasi akademiknya, El turut mengkaji peran Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) dalam meningkatkan keterampilan sosial disabilitas di Lamongan. Dalam menuntaskan risetnya, El menggunakan teknologi screen reader atau pembaca layar pada laptopnya. 

“Teknologi membantu saya tetap mandiri dalam membaca materi hingga menyusun skripsi. Saya ingin menunjukkan bahwa dengan aksesibilitas yang tepat, kami mampu bersaing secara setara,” ungkap El yang kerap menghabiskan waktunya di perpustakaan.

Selain prestasi akademik, El juga aktif sebagai atlet paralimpik multitalenta. Ia pernah meraih medali di cabang olahraga tolak peluru pada Pekan Paralimpik Pelajar 2017, juara satu goalball tingkat provinsi tahun 2019, hingga aktif dalam turnamen catur di berbagai kejuaraan.

Iklan

Lulus S1 langsung kerja di Unesa

Kerja keras El akhirnya berbuah manis saat dirinya berhasil menyelesaikan kuliah S1 di Unesa bersama rekan-rekan seangkatannya. Kelulusannya itu membuktikan, bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi penyandang tunanetra untuk berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Momen wisuda pun menjadi emosional saat Rektor Unesa mengumumkan pemberian beasiswa lanjut studi jenjang Magister (S2) kepada mahasiswa berprestasi termasuk El. Kabar ini menjadi apresiasi nyata atas kegigihan dan prestasi yang telah ia tunjukkan selama menempuh pendidikan sarjana.

“Jika Pak Rektor memberi kesempatan, tentu saya terima dengan penuh tanggung jawab. Rencana saya adalah mendalami bidang pendidikan inklusif di jenjang S2,” ujar El penuh haru.

Sembari menjalani pekerjaan pertamanya di Unesa, El berencana untuk kembali ke Medan di kemudian hari. Ia berharap bisa menjadi mengabdi sebagai pendidik. Sebab, ia sadar jika di kampung halamannya masih minim perguruan tinggi negeri yang memiliki jurusan PLB. 

El ingin menjadi jembatan bagi anak-anak disabilitas di Medan agar mendapatkan akses pendidikan yang layak seperti yang ia rasakan di Unesa.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Pernah Pamit ke Rektor Unesa buat Kuliah di Unair, Kini Jadi Wisudawan S2 Tunanetra Pertama dan Jadi PNS di Jakarta atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2026 oleh

Tags: alumnus unesaJurusan Pendidikan Luar Biasakampus surabayaPLBtunanetraunesa
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO
Urban

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO
Sekolahan

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026
Kuliah Jurusan Pendidikan Bahasa Mandarin di Unesa. MOJOK.CO
Kampus

Sulitnya Masuk Jurusan Bahasa Mandarin Unesa, Terbayar usai Lulus dan Kerja di Perusahaan Tiongkok

3 Desember 2025
Eva Nandha Jalma Yael, wisudawan terbaik Unesa Jurusan Psikologi. MOJOK.CO
Kampus

Belajar dari Kerja Keras Sang Bapak sebagai Buruh Bangunan, Antarkan Saya Jadi Wisudawan Terbaik di Unesa

25 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia MOJOK.CO

Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia

7 Mei 2026
Lulusan UNJ berkebun di Bogor. MOJOK.CO

Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan

8 Mei 2026
Tidak memberi utang saat teman pinjam uang selalu dicap jahat dan dijauhi dari pertemanan MOJOK.CO

Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat

8 Mei 2026
Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada MOJOK.CO

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada

11 Mei 2026
Dolar ke Rupiah Tembus 17 Ribu Krisis Ekonomi di Depan Mata? MOJOK.CO

Rupiah Anjlok, Pakar UGM Wanti-wanti Kenaikan Harga Sembako 

7 Mei 2026
burung migrasi.MOJOK.CO

Menyusutnya Populasi Burung Migran Jadi Alarm Tanda Bahaya bagi Bumi

9 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.