Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
24 Februari 2026
A A
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Sisi gelap orang Surabaya yang kerja secara brutal dan memilih bertahan dengan melamun di Danau UNESA. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi warga Surabaya, Danau Universitas Negeri Surabaya (UNESA) adalah tempat paling cocok untuk melamun. Di salah satu spot kota terbesar setelah Jakarta itu, beragam pekerja bisa merenungi nasibnya: beban kerja yang tak setara UMK Surabaya.

Derita underpaid worker Surabaya di bawah tekanan BUMC

Danau UNESA berada di kawasan Kelurahan Lidah Wetan, Surabaya Barat. Letaknya yang strategis bikin danau seluas 300 meter persegi itu selalu ramai pengunjung. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang datang sendiri.

Iklan

Salah satunya Eka yang sering mengunjungi Danau UNESA selepas bekerja. Terlebih saat sore, sekitar pukul 17.00 WIB ke atas. Hari di mana semuanya terasa melelahkan setelah menyelesaikan tugas-tugas dari kantor dan menghadapi atasan atau rekan kerja.

Eka adalah pegawai di salah satu agensi BUMC alias Badan Usaha Milik (orang) China. Sistem kerjanya terbagi menjadi 3 shift atau 10 jam bekerja dalam sehari. Namun, gajinya sama sekali tak menyentuh angka UMK Surabaya.

“Shift pertamaku dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam. Shift kedua dari jam 12 siang sampai jam 10 malam. Shift ketiga dari jam 11 siang sampai jam 9 malam. Dan gajiku Rp2,3 juta,” kata Eka, Selasa (24/2/2026).

Tiap weekend maupun tanggal merah, Eka tetap masuk seperti biasa. Meski pekerjaannya tak mengharuskan Eka ke kantor, tetap saja badannya terasa remuk. Di sela-sela pekerjaannya itu, Eka tetap menyempatkan diri untuk melamun di Danau UNESA.

Kebiasaan melamun orang Surabaya di pinggir Danau UNESA

Sebetulnya, kata Eka, tampilan Danau UNESA biasa saja tapi pemandangan langit senjanya tak pernah mengecewakan kecuali saat mendung di Surabaya. Warna jingga dari langit sore yang memantul di permukaan danau juga bikin hatinya lega dan membantunya untuk melamun.

“Aku bisa berdialektika dengan diriku sendiri. Aku bisa mengurai masalahku satu persatu. Dari proses dan hasil berpikirku tadi, aku bisa bangkit,” ucapnya.

Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, melamun dapat mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan kreativitas, hingga membantu seseorang memecahkan masalah. Berbagai penelitian juga menyebut, melamun cocok dilakukan di ruang terbuka, hijau, dan menenangkan.

Eka sendiri memilih Danau UNESA sebagai spot favoritnya selain duduk di kursi Indomaret, karena keindahan alam Danau UNESA. Di sana, dia bisa melihat cahaya gedung yang menyala menjelang malam. Lalu mengamati kegiatan orang-orang di sekitar sehingga membuatnya berpikir bahwa dia tidak sendiri.

Sebagai pegawai formal, Eka masih merasa beruntung meski terasa pahit. Sebab, masih banyak pekerja informal di Surabaya yang posisinya tidak diuntungkan. Mulai dari kontrak jangka pendek, rentan PHK, gaji lebih rendah, tanpa jaminan sosial, bahkan sering overwork tapi underpaid. Data BPJS Jawa Timur menunjukkan pekerja informal ini lebih banyak dibandingkan pekerja sektor formal yang hanya 38,3 persen.

Baca Halaman Selanjutnya

“Pelengkap” saat melamun di pinggir Danau UNESA

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2026 oleh

Tags: danau unesakerja di surabayaoverworkpekerja surabayaSurabayaunderpaidunesaunesa lidah wetan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO
Eksplor

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
lulusan unesa dapat beasiswa dan langsung kerja. MOJOK.CO
Sekolahan

Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa

11 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
MLSC, Yogyakarta.MOJOK.CO

Redemsi Yogyakarta All Stars, Menolak Pulang Lebih Awal

26 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Refleksi untuk orang tua di Jawa Tengah (Jateng): punya peran penting awasi anak agar tidak sibuk main gadget MOJOK.CO

Refleksi untuk Orang Tua di Jateng agar Gadget Tak Kuasai Rumah hingga Anak Lebih Sibuk Tenggelam dalam Layar

29 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri? MOJOK.CO

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri?

29 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.