Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
5 April 2026
A A
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Ilustrasi salah jurusan di PTN. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Eh, ijazah PTN tak laku di mata HRD

Kenyataan di dunia kerja ternyata jauh lebih kejam. Setelah wisuda, Bima mulai mencari lowongan pekerjaan. Namun, selama berbulan-bulan ia tak kunjung juga mendapat pekerjaan dan terpaksa hidup dari uang orang tua.

“Jujur malu. Di saat kakak sudah bisa banggain keluarga, ngasih THR ponakan saat lebaran, aku masih nganggur. Di rumah aja makan tidur,” katanya.

Menurut Bima, memang jarang ada lowongan pekerjaan yang sesuai dengan ijazahnya di PTN. Sekalinya ada, itu adalah pekerjaan-pekerjaan–yang kata dia–”indie” dengan gaji jauh di bawah UMR Jogja.

Kasus Bima ini adalah potret nyata dari kerasnya dunia rekrutmen masa kini. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), setiap tahun angka pengangguran terdidik (lulusan universitas) di Indonesia konsisten berada di angka ratusan ribu jiwa. Salah satu penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian antara ijazah dengan kebutuhan industri.

Di era sekarang, perusahaan sangat kaku soal keahlian yang linier. Tim rekrutmen mencari orang dengan skill dan legalitas ijazah yang spesifik. Mereka tidak punya waktu untuk mengajari karyawan dari nol, apalagi merekrut orang yang salah jurusan hanya karena tergoda nama besar kampusnya.

“Lulusan filsafat daftar call center sih bisa, tapi ya aneh aja nggak sih?”

Daftar CPNS pun mentok

Putus asa ditolak belasan perusahaan swasta, Bima akhirnya mencoba peruntungan terakhir: mendaftar seleksi CPNS. Orang tuanya juga sangat mendukung langkah ini.

Lagi-lagi, realita data menampar wajah Bima. Saat melihat daftar rincian formasi yang dirilis Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima lemas. Formasi untuk lulusan Ilmu Hukum selalu mendominasi, mencapai puluhan ribu lowongan di hampir semua kementerian dan pemerintah daerah.

Sebaliknya, lowongan untuk lulusan Filsafat hanya ada segelintir. Itu pun posisinya sangat terbatas.

Bima akhirnya sadar, bahkan untuk mengabdi kepada negara pun, ijazah PTN-nya tidak punya tempat. Ia telah membuang disiplin ilmu yang sebenarnya paling dicari oleh negara.

“Gengsi masuk PTN itu rasanya memang enak, tapi umurnya cuma sebulan setelah pengumuman. Percaya deh, kalau kamu sampai salah pilih jurusan dan buang mimpimu cuma demi PTN, ya penyesalannya bakal datang.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 April 2026 oleh

Tags: Biaya kuliah PTNjurusan buangankuliah ptnkuliah ptsmahasiswa ptnpilihan redaksiPTNPTSUII
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO
Catatan

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO
Catatan

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO
Catatan

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO
Sekolahan

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

22 April 2026
Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos MOJOK.CO

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos

24 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.