Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cerita Mahasiswa Muslim Tinggal di Kos Penjual Masakan Babi di Mrican Jogja, Nyaman tapi Overthinking saat Ibu Kos Bagi-bagi Makanan

Lina Sunarni oleh Lina Sunarni
10 September 2024
A A
Cerita unik tinggal di kos penjual masakan babi di Mrican, Caturtunggal, Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Cerita unik tinggal di kos penjual masakan babi di Mrican, Caturtunggal, Jogja. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rasa nyaman di kos penjual masakan babi

Terlepas dari problem overthinking di atas, selebihnya Kiki mengaku nyaman-nyaman saja tinggal di kos penjual masakan babi di Mrican, Jogja, tersebut. Ia sudah tiga tahun tinggal di sana dan belum ada niatan untuk pindah.

“Biasa aja, sih (nggak ada yang ganggu). Kadang ada aroma masakan (babi) masuk ke kamar. Bikin laper sih emang hehe. Tapi itu kan nggak lantas bikin aku tergoda buat makan babi. Selain itu nggak ada yang ganggu,” ujar Kiki disertai tawa kecil.

Tiga tahun tinggal di kos penjual masakan babi di Mrican, jogja, Kiki mengaku tidak khawatir jika barang miliknya tercampur dengan barang-barang yang dipakai untuk masak atau makan babi.

Kiki memang jarang menggunakan dapur kos. Urusan makan, ia lebih sering makan di luar atau pesan online.

“Kami punya alat makan sendiri-sendiri. Jadi, nggak perlu takut campur aduk,” jelasnya.

Atas kenyamanan-kenyamanan yang ia dapat di kos Mrican, Jogja, itu, Kiki berencana untuk tetap tinggal di sana sampai lulus kuliah. Bahkan mungkin lebih lama jika ia bekerja di Jogja.

“Udah nyaman di sini. Kosnya bersih, tetangga kos juga enak. Jadi, nggak ada alasan buat pindah,” ujarnya mantap.

Toleransi jadi kunci di kos penjual masakan babi Mrican Jogja

Toleransi memang jadi kunci utama di kos Mrican, Jogja, ini. Begitu kata Margaret (21), mahasiswa PBSI beragama Katolik yang juga tinggal di kos penjual masakan babi tersebut.

Tinggal di kos tersebut memberi pengalaman berharga bagi Margaret. Sebab, ia bisa belajar tentang keberagaman dan bagaimana menghargai orang lain yang mungkin tidak bisa mengonsumsi babi.

“Buat saya, ini kesempatan buat belajar toleransi, karena nggak semua orang bisa makan daging babi. Kita bisa lebih menghargai perbedaan,” ungkapnya saat saya temui di waktu yang sama dengan momen bertemu Kiki.

Meski ada perbedaan preferensi makanan, Margaret menegaskan bahwa hubungan antar penghuni kos–yang berbeda agama–berjalan normal dan bahkan cenderung harmonis. Semua orang di kos ini tahu cara saling menghargai.

“Yang makan daging babi nggak bakal makan di depan yang nggak makan babi. Begitu juga sebaliknya. Jadi, semuanya saling menghormati,” tutup Margaret.

Menjelang Magrib, obrolan kami berakhir. Lokasi kos dan warung masakan babi letaknya memang bersebelahan. Keluar dari kos, beberapa orang tampak tengah makan di warung masakan babi tersebut.

Dari anak-anak kos, saya tahu kalau yang stay di warung adalah pegawai-pegawai ibu kos. Hal itu membuat saya urung untuk mewawancara ibu kos pemilik warung masakan babi itu. Mungkin lain waktu saya akan berbincang secara khusus dengannya. Semoga.

Iklan

Penulis: Lina Sunarni
Editor: Muchamad Aly Reza

Liputan ini diproduksi oleh mahasiswa Magang Jurnalistik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta periode September 2024.

BACA JUGA: 5 Jenis Kos di Jogja dari yang Spesifikasi Pesantren hingga Penuh Kebebasan

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 September 2024 oleh

Tags: JogjaKos di Jogjamrican jogjarestoran babi jogjawarung babi jogja
Lina Sunarni

Lina Sunarni

Artikel Terkait

mahasiswa autis Fakultas Peternakan UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman

20 Mei 2026
Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle.MOJOK.CO
Sosok

Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle

20 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO
Urban

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO
Urban

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO

Ada Kasih Ibu di Balik Cicilan Vario 150 yang Terancam Macet karena Jadi Pengangguran: Kisah dan Rasa Takut Saya Bersama Motor Honda Terbaik

21 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.