Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Lulusan D3 Selalu Diremehkan di Dunia Kerja, Didiskriminasi Sampai Ditolak Perusahaan 100 Kali

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
7 Oktober 2024
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Indonesia, lulusan D3 masih mendapatkan diskriminasi dalam dunia kerja. Sebagian besar dari mereka kesulitan masuk perusahaan karena dianggap kurang kompeten dalam bekerja ketimbang lulusan S1.

Salah satu jobseeker yang mengalami kendala tersebut adalah Fia (22), lulusan D3 Jurusan Kesehatan di Universitas Airlangga. Bahkan, 100 perusahaan pernah menolaknya hanya karena latar belakang lulusannya.

Sebagai seorang fresh graduate saat itu, Fia merasa kesulitan mencari kerja. Apalagi, kelulusannya di tahun 2022 dibarengi dengan hadirnya pandemi Covid-19. 

Ia sudah beberapa kali menjalani interview, tapi tak ada yang menghubunginya lagi. Fia mencoba peluang untuk bekerja freelance sambil menunggu hasil selama dua tahun. Berbagai penolakan yang ia terima membuatnya semakin pesimis. Ia menduga, salah satu alasannya karena tak bergelar sarjana.

“Orang-orang, khususnya perusahaan masih banyak yang tidak mau menerima lulusan D3 alias diploma. Mereka berpikir hasil kerjanya akan kurang dari anak-anak S1,” ucap Fia kepada Mojok pada Selasa (1/10/2024).

Alasan perusahaan tolak Lulusan D3

Menurut pengalaman Fia ada beberapa perubahan pada pembuatan surat lamaran kerja. Dulu surat lamaran memiliki template yang pasti dan general. Caranya sudah diajarkan dengan kurikulum yang sama. Seiring berjalannya waktu, beberapa perusahaan, memiliki tren curriculum vitae atau CV dengan persyaratan tertentu. 

Perempuan kelahiran 2002 itu mulai mempelajari cara membuat CV di internet dengan sumber yang berbeda. Namun, tentu saja, sumber itu tak cukup membantu. 

“Misalnya di internet, syarat mencantumkan foto saja sudah berbeda. Ada yang bilang pakai foto, ada yang tidak usah. Atau pengiriman lamaran kerja, ada yang bilang ‘itu sudah termasuk di body email mu’,” tuturnya.

Kini, persyaratan CV semakin subjektif dari masing-masing perekrut. Termasuk syarat untuk calon pelamar harus S1 dan bukan D3. Fia memisalkan, ada banyak lowongan kerja sebagai Management Trainer atau MT dengan lulusan S1 dari segala jurusan. Mereka tidak mau menerima anak dengan lulusan D3. Padahal, kata dia, kedua lulusan itu sudah mendapatkan pelatihan yang sama dari universitas tentang pembentukan karakter untuk bekerja.

Baca halaman selanjutnya…

Alasan-alasan perusahaan menolak mahasiswa D3.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2024 oleh

Tags: d3Gen Zkemenakerlapangan kerjamahasiswa d3unair
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO
Urban

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co
Pojokan

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
5 Alasan Earphone Kabel Kembali Tren dibanding TWS: Nggak Ribet Kalau Hilang Sebelah sampai Jadi Peringatan Tersirat Budak Korporat MOJOK.CO
Urban

5 Alasan Earphone Kabel Kembali Tren dibanding TWS: Nggak Ribet Kalau Hilang Sebelah sampai Jadi Peringatan Tersirat Budak Korporat

7 Mei 2026
Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Anak tunggal dari pengusaha toko kelontong diterima di UGM. MOJOK.CO

Lolos UGM Justru Dilema karena Tak Tega Tinggalkan Ibu untuk Merantau dan Buka Toko Kelontong Sendirian

21 Mei 2026
In this economy, melarisi pedagang lansia yang lapaknya sepi tidak bikin kita rugi MOJOK.CO

Melarisi Pedagang Lansia Sepi Pembeli meski Tak Selera: Harga Recehan Tak bikin Saya Rugi tapi Bagi Mereka Sangat Berarti

21 Mei 2026
Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, Istri Bahagia dan Rumah Idaman jadi Tujuan MOJOK.CO

Kisah Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, demi Istri Bahagia dan Rumah Idaman

21 Mei 2026
Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.