Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Mangga Besar Jakarta Barat Saksi Sarjana Jadi Ojek LC dan PSK, Ngaku Kerja Kantoran agar Orangtua Bangga

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
24 Mei 2025
A A
Mangga Besar Jakarta Barat, saksi sarjana jadi ojek LC dan PSK tapi pura-pura kerja kantoran ke orangtua MOJOK.CO

Ilustrasi - Mangga Besar Jakarta Barat, saksi sarjana jadi ojek LC dan PSK tapi pura-pura kerja kantoran ke orangtua. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dapat upah uang hingga “jatah tidur”

Meski awalnya setengah hati, tapi lambat-laun Tomi mulai menikmati pekerjaannya. Apalagi setelah tahu akumulasi penghasilannya selama satu bulan.

Tomi memiliki tiga pelanggan tetap. Dua LC di sebuah kelab malam. Satunya seorang PSK yang sering menjual jasanya dari hotel ke hotel di Jakarta Barat.

Iklan

Dari ketiganya saja, masing-masing biasanya memberi upah Rp150 ribu hingga Rp300 ribu permalam. Dalam sebulan, Rp9 juta lebih bisa Tomi kantongi.

“Uang itu aku sisihkan buat ngirim ke rumah. Orangtua seneng lah pasti. Aku dianggap udah sukses,” kata Tomi. “Tapi ya tentu nggak selalu lancar. Ada seretnya juga.”

“Dari tiga yang aku anter-jemput itu, PSK yang unik. Kadang kalau lagi seret, upah ke akunya bukan uang. Tapi jatah tidur bareng di kosannya di Mangga Besar,” sambungnya.

Awalnya Tomi menolak. Kalau sedang tidak bisa bayar upah, dia minta diganti bensin saja.

Namun, lama-lama Tomi tergiur juga. Alhasil, beberapa kali malah dia sendiri yang menawarkan: tak usah bayar, cukup kasih jatah tidur saja.

Tawaran jadi kurir narkoba di Mangga Besar Jakarta Barat

Dua tahun berjalan, teman Tomi lantas menawari pekerjaan dengan upah lebih menggiurkan: menjadi kurir narkoba. Namun, untuk ini, Tomi bersikeras menolak.

“Risikonya sih. Kalau kurir narkoba rawan banget ketangkep. Takut masuk penjara, malah bikin malu orangtua,” kata Tomi.

Akhirnya Tomi memutuskan tetap menjadi ojek LC dan PSK, sembari terus berpura-pura sebagai pekerja kantoran di Jakarta kepada orangtuanya di rumah.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Nelangsa melihat orangtua yang terlanjur bangga

Awal 2020 menjadi akhir perjalanannya menjadi ojek LC dan PSK di Mangga Besar, Jakarta Barat. Seiring Covid-19 dan pembatasan ketat sejumlah tempat hiburan malam, Tomi memutuskan pulang ke Cilegon.

Awalnya dia berniat hanya pulang sebentar sambil menunggu situasi membaik. Namun, ketika melihat betapa tulusnya orangtua Tomi membanggakannya sebagai pekerja kantor, Tomi malah menjadi nelangsa.

“Ibu misalnya, sering tanya, bosmu baik atau nggak? Kantormu Suasananya gimana? Begitu-begitu lah,” tutur Tomi.

Menceritakan yang sejujurnya jelas bukan pilihan terbaik. Maka dari itu, Tomi tetap berpura-pura sebagaimana sebelumnya.

Iklan

Sampai akhirnya, karena terus dikungkung rasa berdosa, Tomi memutuskan berhenti. Kepada temannya dan perempuan LC-PSK yang dia kenal, dia mengabari kalau dia tidak lagi menjadi ojek LC dan PSK.

“Aku bilang sama orangtua aku kena PHK. Itu alasan masuk akal karena semasa Covid-19 banyak yang bangkrut,” kata Tomi. “Ibu malah nenangin aku, bilang kalau setelah Covid-19 reda insyaAllah bakal bisa keja lagi.”

Gelar sarjana tetap tak berguna

Tapi gelar sarjana nyatanya benar-benar tak berguna bagi Tomi. Setelah tabungannya habis, dia kelabakan mencari pekerjaan lagi. Mencoba mengandalkan gelar sarjananya lagi. Namun, dalam situasi Covid-19, mencari pekerjaan malah terasa makin sulit.

Pada penghujung 2021, Tomi kembali memutuskan ke Jakarta Barat. Namun kali itu bukan untuk kembali menjadi ojek LC dan PSK, tapi menjadi driver ojek online. Pekerjaan yang masih dia jalani sampai sekarang.

“Hasilnya? Kalah jauh lah sama jadi ojek LC-PSK. Makanya kadang tergiur buat balik lagi ke dunia itu,” kata Tomi.

Kali itupun Tomi memilih jujur saja kepada orangtuanya. Susah mencari pekerjaan kantoran “lagi”. Hanya menjadi ojol pilihan yang tersedia bagi Tomi. Yang penting halal.

“Sulit menebak perasaan orangtua. Rela nggak sih sebenernya anaknya yang sarjana ini jadi tukang ojek? Kadang pengin balik ke “dunia malam” biar dapat uang gede. Tapi itu jadi beban moral ke orangtua. Tapi kalau gini-gini aja juga beban moral, karena kayak jadi sarjana gagal,” lanjutnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Ngaku-ngaku Kuliah Teknik Elektro ITS biar Keren, Berujung Malu Dikira Tetangga Bisa Elektronik padahal Takut Listrik atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2025 oleh

Tags: anjeloijazah s1Jakarta Baratmangga besarmangga besar jakarta baratsarjanasarjana susah cari kerja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana
Esai

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO
Esai

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda MOJOK.CO
Tajuk

Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda

4 Mei 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO
Esai

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

9 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.