Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

Hendra Santika oleh Hendra Santika
9 Juli 2026
A A
Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO

Ilustrasi Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pelajaran itu tidak gratis, tapi harganya sepadan. Ini pengalaman saya menjual saham ANTM lalu membeli BBRI.

Pada suatu titik di tahun 2024, saya membuat keputusan yang pada saat itu terasa sangat masuk akal. Jadi, saya menjual saham ANTM atau Aneka Tambang, lalu membeli BBRI.

Iklan

Untuk yang belum tahu, Aneka Tambang adalah perusahaan tambang pelat merah. Harga saham ANTM naik dan turun mengikuti irama harga komoditas dunia. Emas, nikel, logam. 

Semua bergantung pada selera pasar global yang tidak bisa saya kendalikan. Bahkan tidak bisa saya prediksi dengan baik. 

Itulah yang membuat saya tidak nyaman. Yah, bukan karena perusahaannya buruk, tapi terlalu banyak faktor yang menentukan nasib harga ANTM dan itu jauh dari jangkauan saya.

Alasan saya membeli BBRI

Nah, seperti saya singgung di atas, uang hasil menjual ANTM saya belikan BBRI. Alasannya sederhana dan, menurut saya waktu itu, sangat solid. 

BBRI bukan bank biasa. Ini bank yang cabangnya ada sampai pelosok desa. Bank yang pasarnya adalah jutaan pelaku UMKM mulai dari pedagang kecil, petani, sampai pengrajin. Mereka adalah tulang punggung ekonomi rakyat Indonesia. 

Seberapa mungkin bank seperti ini goyah? Bisnis yang menyentuh kehidupan nyata jutaan orang terasa jauh lebih bisa saya pahami ketimbang fluktuasi harga nikel di pasar London. Saya pikir saya sedang membuat pilihan yang lebih cerdas, terukur, dan aman.

Saya merasa sudah berhitung dengan benar. Tapi ternyata, pasar punya pendapat lain.

Dua tahun setelah membeli menjual ANTM dan membeli BBRI

Dua tahun kemudian, saya membuka aplikasi portofolio dengan perasaan yang sulit saya jelaskan. Saham ANTM, yang saya jual, harganya melejit. Sedangkan saham BBRI, yang saya beli di harga tinggi, kini tinggal separuhnya.

Dari sisi capital gain, jelas kerugian saya nyata. Tidak perlu saya menutup-nutupi. Saya sudah cukup lama berinvestasi untuk tahu bahwa menyangkal kerugian hanya memperlambat proses belajar. 

Akui dulu, pahami kemudian. Karena kalau kita sibuk membela keputusan yang sudah terbukti keliru, kita tidak akan pernah benar-benar belajar dari sana.

Iklan

Apa yang sebenarnya terjadi pada BBRI?

Menariknya, bukan bisnisnya yang bermasalah. BBRI tetap mencatat laba, jaringannya tetap meluas, jutaan nasabah UMKM-nya tidak ke mana-mana.

Yang menekan harganya adalah faktor-faktor di luar kendali manajemen. Mulai dari dana asing keluar besar-besaran akibat rebalancing indeks MSCI, suku bunga acuan Bank Indonesia naik, rupiah melemah, dan segmen kredit mikro menghadapi tekanan akibat inflasi yang menggerus daya beli debitur kecil. Semua itu menghantam sentimen pasar, bukan fundamental perusahaan.

Ini pelajaran penting yang sering orang lupakan. Harga saham dan nilai bisnis adalah dua hal yang bisa bergerak ke arah berbeda, setidaknya dalam jangka pendek. Pasar tidak selalu rasional. Dan ketidakrasionalan itu bisa berlangsung lebih lama dari yang kita duga.

Apakah keputusan saya menjual ANTM lalu membeli BBRI itu salah?

Analisis saya soal ANTM tidak keliru. Saham tambang memang sangat sensitif terhadap harga komoditas global. Siapa saja yang memegang saham ANTM harus siap dengan volatilitas yang datang dari arah yang tidak terduga. 

Misal, kebijakan negara lain, permintaan industri global, bahkan ketegangan geopolitik. Keluar dari ANTM bukan keputusan yang salah. Itu keputusan yang masuk akal bagi profil risiko saya saat itu.

Analisis saya soal BBRI juga tidak keliru. Fundamental bank ini tetap kuat. Jaringannya luar biasa. Pasarnya tidak ke mana-mana. UMKM Indonesia tidak tiba-tiba menghilang.

Yang saya lewatkan bukan analisisnya. Yang saya lewatkan adalah timing, dan lebih dalam lagi, saya lupa bahwa pasar tidak selalu menghargai logika di waktu yang kita inginkan. 

Pasar punya jadwalnya sendiri. Dan jadwal itu tidak pernah bisa dipesan. Kita bisa benar soal perusahaannya, tapi salah soal waktunya. Kalau di pasar saham, keduanya sama-sama menentukan hasil akhir.

Baca halaman selanjutnya

Dividen yang menyelamatkan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2026 oleh

Tags: aneka tambangantmbbriharga saham bbriInvestasiinvestasi sahamsahamsaham bbritips investasi
Hendra Santika

Hendra Santika

Praktisi industri dan investor dengan pengalaman panjang di sektor bisnis Indonesia. Kini aktif menulis tentang literasi keuangan dan investasi.

Artikel Terkait

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

14 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Fenomena sarjana jadi pengangguran karena ijazah kuliah memang bulan modal ekonomi dan persoalan ketimpangan kapital MOJOK.CO

Bedah Penyebab Sarjana Pengangguran: Ijazah Kuliah Tak Bisa Jadi Modal Ekonomi, Dapat Kerja Ditentukan Privilege Keluarga

15 Agustus 2026
Pameran foto dalam Pesta Rakyat Jogja guna memeriahkan acara HUT ke-81 RI. MOJOK.CO

Potret Warga Jogja: Asyik “Pesta” Saat Pejabat sedang Upacara HUT ke-81 RI di Gedung Agung

17 Agustus 2026
Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun MOJOK.CO

Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun

14 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.