Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Tajuk

Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda

Redaksi oleh Redaksi
4 Mei 2026
A A
Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda MOJOK.CO

Ilustrasi: Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Musim wisuda di Yogyakarta selalu dirayakan dengan penuh sukacita. Namun, di baliknya menyimpan tragedi, membludaknya jumlah hewan peliharaan terutama anak bulu (anabul), entah kucing atau anjing yang ditelantarkan. 

“Belum 2 jam sejak rescue si pom, ada lagi shitzu ditinggal pulang anak kos. Dudah 2 minggu dia ditinggal pergi. Dia menanti pemiliknya di depan pintu kamar kos. Tanpa kandang, tanpa tali, tapi dia tidak pernah pergi😞”

Membaca utas Threads dari salah satu shelter anjing di Jogja, Ron Ron Dog Care Jogja (RRDCJ) beberapa hari silam rasanya sedih. Dalam utasnya, RRDCJ menceritakan satu jam sebelumnya, mereka padahal baru melakukan rescue satu anjing jenis minipom dari sebuah kos-kosan. Anabul tersebut terkunci sudah satu minggu di dalam kamar, ditinggalkan pemiliknya. Akhirnya pintu dibuka paksa oleh pemilik kos demi menyelamatkan anjing tersebut.

RRDJ mencatat, musim wisuda tahun lalu, mereka melakukan rescue belasan anjing yang dibuang pemiliknya yang merupakan mahasiswa. Lembaga lain yang peduli dengan hewan 

menginformasikan mereka menerima kiriman anabul dari mahasiswa yang akan pulang kampung atau pindah kota. 

Skripsi jadi teman, usai wisuda ditelantarkan

Ada juga yang mendapat laporan dari pemilik kos kalau ada hewan yang ditinggal begitu saja oleh penghuni kos karena pulang kampung selepas wisuda. Persoalan hewan yang telantar setelah wisuda, bukan hanya terjadi di Jogja, tapi juga di kota-kota lain. 

Ironisnya, alasan mahasiswa memelihara hewan seringkali sangat emosional. Banyak yang menjadikan anabul sebagai healing partner atau pendukung kesehatan mental. Interaksi dengan hewan terbukti mampu menurunkan stres, mengurangi kecemasan, dan mengusir kesepian di tengah tekanan tugas kuliah atau skripsi yang menghimpit. 

Namun, ketika status mahasiswa itu selesai, kedekatan emosional itu seolah sirna tanpa bekas. Hewan yang dulu dipeluk saat pemiliknya menangis karena revisi, kini ditinggalkan begitu saja di kamar sempit atau dibuang ke jalanan karena dianggap sulit dibawa pulang atau pindah kota.

Ini adalah bentuk keegoisan mahasiswa yang memelihara hewan tanpa mengukur diri dan lingkungan tempat tinggalnya. Tidak semua mahasiswa kos bisa bertanggung jawab dengan baik ketika menjadikan kamar kos sehingga tempat tinggal hewan peliharaannya. 

Apalagi ketika kemudian membuang hewan-hewan itu masa studi berakhir. Itu adalah sebuah pengkhianatan kemanusiaan. Banyak mahasiswa yang sekadar mengikuti tren “lucu-lucuan” tanpa menyadari bahwa memelihara nyawa adalah komitmen seumur hidup hewan tersebut, bukan sekadar komitmen selama empat tahun masa kuliah.

Baca selengkapnya

Gelar sarjana harusnya punya empati

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2026 oleh

Tags: anabulAnjingJogjakucingsarjanawisuda
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur.MOJOK.CO
Urban

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

5 Mei 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

SMARAI rilis album "Semai" berisi tentang perjuangan hidup, salah satunya perjuangan guru honorer MOJOK.CO

Potret Himpitan Hidup Guru Honorer dalam Lagu “Optimis” di Album “Semai”, SMARAI Ajak Belajar Menghadapi Kesulitan dan Kegagalan

7 Mei 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, guru honorer, pendidikan.MOJOK.CO

JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk

8 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
Anak Indonesia bicara soal isu perkawinan anak dan kekerasan di forum dunia. MOJOK.CO

Anak-anak Indonesia Muak Dipaksa Kawin tapi Jarang Didengar, Kini Kesal dan Mengadu ke Forum Dunia

8 Mei 2026
Coffee shop menjamur di Klaten MOJOK.CO

Buka Coffee Shop di Klaten Tanpa Ekspektasi Justru Ramai Dikunjungi, Tandai Tren Baru Warlok hingga Jadi Incaran Pelancong

5 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur.MOJOK.CO

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

5 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.