Gelar sarjana harusnya punya empati
Daripada memaksakan diri memelihara hewan di indekos atau kontrakan, main-mainlah ke shelter hewan di Jogja atau lembaga-lembaga yang mendedikasikan diri untuk menyelamatkan hewan-hewan telantar. Banyak yang membuka diri bagi orang-orang yang ingin jadi volunteer, atau bermain dengan hewan-hewan di sana.
Kelulusan seharusnya menjadi bukti bahwa seseorang telah tumbuh menjadi manusia yang lebih dewasa, bijaksana, dan bertanggung jawab. Sangat kontradiktif jika seseorang meraih gelar sarjana namun meninggalkan jejak kekejaman di belakangnya. Ijazah yang diraih dengan susah payah tidak akan ada artinya jika moralitasnya jatuh karena menelantarkan makhluk yang tak berdosa.
Kita perlu menyadari satu hal: bagi mahasiswa, anabul mungkin hanyalah pengisi waktu atau pengusir sepi selama masa studi. Namun bagi hewan-hewan tersebut, pemiliknya adalah seluruh dunia yang mereka miliki.
Jika belum siap bertanggung jawab hingga akhir, jangan pernah mulai memelihara hanya demi ego sesaat. Karena pada akhirnya, kehormatan seseorang bukan dilihat dari seberapa tinggi pendidikannya, tapi seberapa besar empati yang ia miliki terhadap makhluk hidup lainnya. (*)














