Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Ngaku-ngaku Kuliah Teknik Elektro ITS biar Keren, Berujung Malu Dikira Tetangga Bisa Elektronik padahal Takut Listrik

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
22 Mei 2025
A A
Ngaku-ngaku kuliah Teknik Elektro ITS Surabaya biar keren padahal kuliah di kampus nggak terkenal MOJOK.CO

Ilustrasi - Ngaku-ngaku kuliah Teknik Elektro ITS Surabaya biar keren padahal kuliah di kampus nggak terkenal. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Persoalan gengsi membuat seorang mahasiswa di sebuah kampus di Jawa Timur mengaku-aku kuliah di Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Hanya agar terlihat keren.

Sialnya, banyak orang di sekitarnya tidak hanya berhenti pada tahap takjub. Tapi juga menganggap mahasiswa Teknik Elektro ITS Surabaya pintar dan serba bisa.

Situasi kemudian menjadi pelik ketika mahasiswa itu tidak bisa membuktikan apa-apa. Penyamarannya agar terlihat bergengsi itu malah jadi tali mati yang nyerimpeti.

Berawal dari kegagalan SNBP dan UTBK

Teknik Elektro sebenarnya bukan jurusan yang Sami (26) incar. Dia mengaku tidak punya keterampilan teknis di bidang tersebut. Hanya saja, sejak SMA dia mengaku menyukai mata pelajaran Fisika.

Maka, ketika SNBP dan UTBK 2018, Sami mengincar kuliah jurusan Fisika (murni) di beberapa kampus negeri. Termasuk ITS.

Sayangnya, Sami tidak lolos. Singkatnya, alih-alih memilih opsi seleksi mandiri, Sami memutuskan kuliah di sebuah kampus tidak terkenal di Jawa Timur (dia enggan menyebut namanya). Masih di jurusan Fisika, tapi spesifik pendidikan.

Ngaku kuliah Teknik Elektro ITS Surabaya karena malu

Orangtua Sami—karena kurang terliterasi soal dunia kampus—tidak banyak ikut campur dalam urusan pilih-memilih jurusan dan kampus yang Sami lakukan. Yang mereka tahu, kata Sami, sebatas bahwa Sami sedang mencoba mendaftar kuliah.

Orangtua Sami hanya tahu kalau mereka akan bekerja keras demi menyokong pendidikan sang anak.

Blunder fatal terjadi jelang keberangkatan Sami ke Surabaya. Momen perpisahan di sekolah—yang juga dihadiri oleh orangtua siswa—menjadi ajang orangtua saling pamer jurusan dan kampus ternama anak masing-masing.

Sementara ibu Sami hanya menggeleng tiap ditanya orangtua siswa lain. Sebab memang Sami belum memberi tahu sebenarnya dia keterima kuliah di mana?

“Jane kowe iki kuliah apa, to? (Sebenarnya kamu kuliah apa?” Tanya ibu Sami setiba di rumah.

“Aku bilang ke ibu gini, kalau ditanya orang, jawab saja aku kuliah di Teknik Elektro ITS Surabaya. Itu jurusan dan kampus besar,” beber Sami saat membagi ceritanya, Rabu (21/5/2025) malam. “Itu belajarnya kelistrikan dan elektronik, Bu.”

Jujur saja, ucapan itu keluar asal nyeplos saja dari mulut Sami. Referensi Teknik Elektro ITS muncul dari bawah sadar karena beberapa hari terakhir dia sedang banyak membaca soal jurusan dan kampus terbaik Jawa Timur.

Lebih-lebih, suasana hatinya saat itu sedang tidak baik: iri melihat teman-temannya bisa kuliah di jurusan dan kampus ternama. Sehingga kalau ditanya “Kuliah di mana?” bisa menjawab dengan mantap dan membusungkan dada.

Iklan

Baca halaman selanjutnya…

Dikira tetangga bisa elektronik padahal takut listrik, mau jujur terasa berat

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 Mei 2025 oleh

Tags: ITSits surabayakampus terbaik jawa timurteknik elektroteknik elektro its
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

ITS Surabaya MOJOK.CO
Kampus

Sombong Bisa Kuliah di Jurusan Akreditasi A ITS Surabaya, Kini Menyesal karena Susah Lulusanya: Nyesek Teman Seangkatan Sudah jadi Dosen

7 Juni 2025
Tergiur pakai joki UTBK-SNBT di Surabaya demi lolos jurusan Teknik Elektro. Berujung DO karena kuliahnya sulit hingga jadi sampah keluarga MOJOK.CO
Mendalam

Tipu Orangtua Rp10 Juta buat Joki UTBK demi Kuliah Teknik Elektro, Berujung DO karena Kesulitan dan Jadi “Sampah Keluarga”

3 Mei 2025
ITS Surabaya MOJOK.CO
Ragam

Nasib Mahasiswa Jurusan Teknik di ITS yang Nggak Menjunjung Solidaritas dan Terkenal Ansos

19 Maret 2025
Nestapa Para Perantau di Kawasan Gubeng Surabaya: Bertahan di Kos Kumuh, Berdamai dengan Bau Busuk dan Segala Kehororannya.MOJOK.CO
Ragam

3 Alasan Surabaya Timur Tak Aman Buat Ngekos, Mahasiswa ITS dan UNAIR Surabaya Dibikin Kapok

15 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.