Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Menjemput Rezeki Subuh di Masjid Al Aqsha Klaten

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
23 Desember 2024
A A
Menjemput Rezeki Subuh di Masjid Al Aqsha Klaten.MOJOK.CO

Ilustrasi - Menjemput Rezeki Subuh di Masjid Al Aqsha Klaten (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Azan Subuh berkumandang. Waktu baru menunjukkan pukul 03.32 WIB saat orang-orang mulai berbondong memadati halaman Masjid Al Aqsha, Klaten, Sabtu (21/12/2024). 

Masjid ini, biasanya memang menjadi tempat transit banyak kendaraan. Mayoritas adalah bus-bus besar yang membawa rombongan wisatawan atau mobil pribadi.

Bulan Desember sendiri kebetulan adalah puncak musim liburan. Sehingga, arus kendaraan yang keluar masuk Masjid Al Aqsha jauh lebih padat daripada hari biasa. 

Terlihat para wisatawan dengan wajah lelahnya satu per satu turun dari bus. Di antara mereka, ada yang langsung berjalan menuju dalam masjid, berkeliling sebentar untuk melepas rasa kantuk, dan sebagian lain menghampiri pedagang kaki lima yang menjual aneka jajanan.

Masjid Al Aqsha Klaten.MOJOK.CO
Halaman Masjid Al Aqsha Klaten dipenuhi pengunjung saat musim liburan (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Sebagaimana masjid besar di kota-kota lain, di halaman Masjid Al Aqsha Klaten juga banyak dijumpai para pedagang jajanan. Biasanya adalah makanan ringan seperti telur gulung, cilok, siomay, atau aneka teh dan kopi.

Buka sejak pukul 2 pagi

Salah satu pedagang yang saya temui adalah Abah. Begitu kira-kira dia biasa dipanggil. Umurnya memasuki 50-an tahun. Rambut putih juga sudah memenuhi kepalanya. Namun, dia masih tampak bugar melayani satu per satu pembeli yang datang.

Abah merupakan penjual telur gulung di halaman Masjid Al Aqsha Klaten. Dia sudah berjualan di sini kurang lebih delapan tahun.

“Sejak baru diresmikan sama bupati, saya sudah jualan di sini,” ujarnya, sambil menggulung satu per satu telur yang dia tuangkan ke penggorengan secara cekatan.

Masjid Al Aqsha Klaten.MOJOK.CO
Abah, 50 tahunan, penjual telur gulung yang menjemput rezeki Subuh di Masjid Al Aqsha (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Lelaki asli Klaten ini sudah 15 tahun lebih berjualan telur gulung. Biasanya, dia berjualan dari sekolah ke sekolah. Namun, ketika Masjid Al Aqsha Klaten sudah diresmikan, Abah mulai menjajakan dagangannya di tempat ini.

“Jam 2 pagi saya sudah berangkat ke sini, Mas,” ungkapnya.

“Biasanya sampai waktu habis subuh, saya jualan di halaman masjid sini. Baru nanti agak pagian, saya lanjut dagang di sekolah. Di sana juga sudah ada istri saya.”

Omzet naik tiga kali lipat saat musim liburan

Bagi Abah, musim liburan adalah “high season” baginya. Di momen-momen sepertinya, omzet dagangannya melonjak drastis. Hal ini disebabkan karena pengunjung Masjid Al Aqsha Klaten meningkat, sehingga pembelinya pun juga semakin banyak.

“Soalnya ‘kan masjid ini biasanya jadi tempat transit, Mas. Bus-bus besar yang bawa wisatawan, dari mana aja, pasti mampir ke sini,” jelas Abah.

Dia pun juga sudah menandai momen-momen kapan saja high season itu datang. Kebetulan, dia juga punya anak yang masih sekolah di jenjang SMP dan SMA. Sehingga, ketika anaknya sedang memasuki liburan atau musim study tour, dia bakal menambah jumlah barang dagangannya.

Iklan

“Setahun biasanya ada tiga kali momen-momen libur gini. Libur sekolah, lebaran, sama akhir tahun. Nah, kalau begini saya biasanya yang beli nggak habis-habis. Sampai sering saya minta istri buat nganter stok tambahan,” jelasnya.

Masjid Al Aqsha Klaten.MOJOK.CO
Saat musim liburan, penghasilan Abah bisa meningkat tiga kali lipat (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Abah memang tak menjelaskan secara rinci berapa omzet hariannya dan berapa jumlah peningkatan ketika musim liburan. Dia hanya mengilustrasikan, jika hari-hari biasa menjual 100-150 gulung telur, saat high season bisa sampai 400 gulung lebih.

“Pokoknya kalau lagi liburan begini, bisa sampai tiga kali lipat penghasilan hariannya.”

Para penjemput rezeki Subuh di Masjid Al Aqsha Klaten

Selain Abah, ada banyak pedagang lain yang menjajakan dagangan mereka di halaman Masjid Al Aqsha Klaten. Banyak di antara mereka adalah pedagang di Alun-Alun Klaten. Namun, saat musim liburan seperti ini, mereka juga berjualan di halaman masjid karena pengunjung sedang ramai-ramainya.

Salah satunya adalah Ayu (39), seorang pedagang kopi dan minuman instan lainnya. Bagi Ayu, musim liburan seperti ini ada untungnya, tapi juga banyak “pengorbanannya”.

“Ya kalau ngomongin untung, jelas omzet naik, Mas,” kata Ayu kepada Mojok.

“Tapi repotnya musim liburan kan barengan sama musim hujan. Apalagi kita jualannya pagi, jadi ya kudu niat. Kalau nggak niat-niat banget atau ibaratnya kita setengah-setengah, nggak bisa dapat rezeki, Mas,” imbuhnya.

Ayu bercerita, misalnya pagi itu saat sedang mempersiapkan dagangannya, Klaten diguyur hujan lebat. Berhenti sebentar, gerimis kemudian menerjang saat dia sampai di halaman Masjid Al Aqsha Klaten.

“Tapi ya udah, niat saja cari rezeki. Mau dingin, hujan, kalau diniati pasti Allah kasih jalan, Mas. Yang penting ikhtiar,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Klaten Akhirnya Punya Bioskop setelah Puluhan Tahun, Tak Repot ke Jogja-Solo Lagi buat Nonton Film

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2024 oleh

Tags: kabupaten klatenklatenKulinerMasjidmasjid al aqshamasjid al aqsha klatentelur gulung
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO
Esai

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO
Kuliner

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
Petani di Delanggu, Klaten maju berkat sistem permakultur. MOJOK.CO
Lipsus

Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten

6 Mei 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO
Kilas

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.