Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Keresahan Anggota Silat SH Winongo, Cuma Ingin Damai tapi Terpancing Rusuh dengan PSHT yang Mengaku Setia Hati Paling Tua

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
28 Juli 2024
A A
Anggota Perguruan Silat SH Winongo Resah Bentrok Terus dengan PSHT MOJOK.CO

Ilustrasi - Anggota perguruan silat SH Winongo resah bentrok terus dengan PSHT. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah bertahun-tahun dan istilah tunggal guru aja padu (satu guru jangan berseteru) seperti tak berlaku bagi dua perguruan silat tua asal Madiun, Jawa Timur: Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)—selanjutnya kita sebut saja SH Winongo—dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Meski sanad keguruannya sama, tapi keduanya sering terlibat perseteruan. Lingkaran setan yang tak putus-putus hinga sekarang. Keduanya menjadi musuh bebuyutan.

Dulu, perseteruan tersebut seolah dipupuk sejak dini. Bara api permusuhan disulut dengan klaim siapa paling tua dan layak melabeli diri sebagai Persaudaraan Setia Hati (SH).

Dulu, klaim-klaim itu berhasil memacu adrenalin untuk saling gepuk. Karena masing-masing membawa klaim kebenarannya sendiri. Tapi sekarang, ada beberapa anggota—baik di SH Winongo maupun PSHT—yang merasa lelah dan resah dengan perseteruan tanpa ujung ini.

Anggota SH Winongo hanya ingin silat dengan damai

Jika diminta untuk mengurai apa akar masalahnya, Widadi* (25), bukan nama asli, mengaku betul-betul bingung. Anggota SH Winongo yang kini berdomisili di Ponorogo itu hanya mengaku lelah dengan perseteruan dengan PSHT yang notabene-nya—menurutnya—adalah saudara sendiri.

“Cuma bertahun-tahun kan yang jadi masalah kalau nggak saling merusak tugu ya labrak-labrakan. Alhasil aliran dendamnya terus mengalir,” ujar Widadi kepada Mojok, Sabtu (27/7/2024) malam WIB.

Intensitas perseteruan antara SH Winongo dan PSHT sejauh pengamatan Widadi sebenarnya sudah mulai turun dalam dua tahunan terakhir. Terlebih pada Juli 2023 silam sempat ada deklarasi damai antara SH Winongo dan PSHT di Ponorogo dan Blitar, demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Hanya saja di level akar rumput, Widadi masih melihat adanya kerentanan gesekan antar dua perguruan silat tersebut. Sebab, di lingkungan Widadi sendiri, ia masih menemui ada kalangan muda yang masih memendam seteru dengan perguruan silat lain.

“Kalau aku, sudah harus diakhiri. Bener-bener damai. Karena kita berasal dari guru yang sama,” tutur Widadi.

SH Winongo dan PSHT tidak ada yang lebih tua

Salah satu narasi yang kerap terbawa dalam perseteruan adalah klaim siapa perguruan silat paling tua.

Merangkum dari laman resmi SHTerate, cikal baka lahirnya SH Winongo dan PSHT adalah dari sosok pendekar bernama Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo alias Eyang Suro. Ia mendirikan perguruan silat bernama Persaudaraan Setia Hati (PSH) pada 1917 yang berbasis di Winongo, Madiun.

Seiring waktu, murid Eyang Suro bernama Ki Hadjar Hardjo Oetomo mendirikan perguruan silat sendiri bernama Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC). Persisnya pada 1922. SH PSC lalu berganti nama menjadi PSHT pada 1948 di era kepemimpinan RM Soetomo Mangkoedjojo dan melebarkan sayap hingga ke berbagai daerah di luar Madiun.

Ketika PSHT eksis, sebenarnya PSH di Winongo masih aktif. Sampai akhirnya pada 1966, murid Eyang Suro yang lain (Raden Djimat Hedro Soewarno) mendirikan PSHW.

“PSHT merasa paling tua karena secara organisasi lahir lebih dulu. Sementara SH Winongo merasa paling tua karena ruhnya adalah ruh Winongo, cikal bakal dari PSHT,” beber Widadi.

Iklan

Tapi ia sendiri berpendapat bahwa keduanya tidak ada yang lebih tua. Karena berasal dari ruh dan guru yang sama.

Baca halaman selanjutnya…

Warga bocil sok jagoan jadi pemicu perseteruan 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2024 oleh

Tags: madiunperguruan silatPSHTPSHWsetia hatish winongosilattunas muda winongo
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO
Kampus

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO
Ragam

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
OTT Wali Kota Madiun
Aktual

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
Merintis Jastip ala Mahasiswa Flores Cuan Jutaan Tiap Bulan MOJOK.CO

Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan

23 April 2026
Aksi tanam 100 pohon gayam di sekitar Candi Borobudur, Magelang. MOJOK.CO

Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.