Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Mengenang PKL Srikana, Penyelamat bagi Mahasiswa Unair yang Miskin dan Ingin Bertahan Hidup di Surabaya dengan Utang

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
2 Desember 2024
A A
Mengenang PKL Srikana, Penyelamat bagi Mahasiswa Unair yang Miskin dan Ingin Bertahan Hidup di Surabaya dengan Utang. MOJOK.CO

ilustrasi - PKL Srikana tempat penyelamat bagi mahasiswa Univeristas Airlangga Surabaya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berbincang dengan tokoh inspiratif di PKL Srikana

Tak hanya menyediakan menu yang murah, PKL Srikana juga cocok dijadikan tempat untuk mengerjakan tugas. Apalagi warung-warung di sana buka 24 jam. Tiap warung juga menyediakan wifi dan stop kontak.

Iklan

Fasilitasnya yang nyaman juga membuat mahasiswa menggunakannya sebagai tempat berdiskusi. Tak hanya mahasiswa, tapi juga masyarakat sekitar. Suhek bahkan pernah menjumpai tokoh-tokoh yang menurutnya inspiratif.

Suatu hari, dia pernah bertemu dengan pengendara sepeda pancal yang mampir sejenak di warung. Pengendara itu bercerita sedang mengelilingi kota-kota di Indonesia dengan sepedanya. 

“Itu nggak bakal kutemukan di kafe atau di tempat-tempat yang penuh dengan nilai-nilai kapital yang tinggi, apalagi sampai ngobrol panjang lebar,” ucap Suhek.

Kegigihan orang itu membuat Suhek terkesan dan termotivasi untuk berkeliling Indonesia. Maka sejak tahun 2018, dia sudah mencoba berkeliling Sumatera sampai akhirnya ke Papua. 

“Dari 2018 sampai 2022, aku sudah keliling ke 30 provinsi, 57 gunung, dan 800 kota,” kata dia.

PKL Srikana, riwayatmu kini…

Suasana PKL Srikana nampak berubah di tahun 2024. Namanya sudah berganti menjadi SWK Srikana. Warung-warungnya dibentuk seperti kontainer.

Menurut Imam, penataan itu adalah hal yang bagus sehingga PKL Srikana lebih tertata dan enak dipandang. Namun, dia merasa tidak bisa nongkrong seperti dulu karena fasilitas warung yang berkurang.

“Vibe untuk kita kenal banyak orang itu sudah berbeda. Dulu kita bisa ngobrol dengan prodi lain lama, tapi karena sekarang kursi dan mejanya terbatas jadi tidak mendukung kita untuk saling akrab. Harus gantian tempat juga karena antre,” ucapnya.

Selain itu, tidak banyak warung di sana yang kini buka 24 jam. Berdasarkan pengalamannya, warung-warung sudah tutup pukul 03.00 WIB. Pedagang juga tidak menyediakan wifi dan stop kontak, karena biaya sewa tempatnya sudah mahal. 

Meski begitu, PKL Srikana tetap menjadi pilihan mahasiswa untuk mencari makanan murah, sebab harganya tidak jauh berbeda dengan yang dulu. Menunya bahkan lebih beragam seperti bubur, batagir, rawon, pecel, dan lain-lain.

“Kalau dibandingkan dengan kantin warna-warni, harganya memang edan. Terlebih transaski pembayarannya terbilang ribet karena harus memakai kupon. Harganya makanan itu 15 ribu ke atas,” ujar Imam.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Iklan

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Cerita Kebaikan Hati Pemilik Kos di Surabaya, Penyelamat Mahasiswa KIP Kuliah  yang Hobi Nunggak Bayar Sewa

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2024 oleh

Tags: mahasiswa unairpkl srikanatempat nongkrong di surabayaUNAIR Surabayauniversitas airlangga
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Mahasiswa penerima KIP-K Unair korupsi iuran AUBMO. MOJOK.CO
Sekolahan

Kasus Mahasiswa KIP-K Unair Korupsi Rp103 Juta: Dari Salah Transfer, Terlilit Pinjol, hingga Janji Mengganti dengan Jaminan Sertifikat Rumah

20 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Rozi, dosen penyandang disabilitas Unair yang lulus S3. MOJOK.CO
Sekolahan

Perjalanan Dosen Unair yang Kehilangan 2 Kaki, Berhasil Selesaikan Kuliah S3 di FKH dengan IPK Sempurna

27 Mei 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO
Kampus

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.