Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
7 April 2026
A A
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

ilustrasi - Kuliah Unair di Jurusan Elite, Lulusnya Masih Sulit Cari Kerja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Awalnya Rahma mengira setelah lulus dari kampus top seperti Universitas Airlangga (Unair), jalannya mencari kerja bakal lebih mudah. Apalagi, profesi yang ia tuju sudah jelas dan selinier dengan jurusannya, yakni Kebidanan. Namun, ia pun tak terhindar dari cap fresh graduate nganggur.

Terkena layoff setelah kerja baru beberapa bulan

Setelah menyelesaikan kuliah di Jurusan Kebidanan Unair selama 4 tahun, Rahma diwajibkan mengikuti pendidikan profesi jika ingin melanjutkan karier di bidang tersebut. Meski harus lembur dan tanpa dibayar, Rahma rela bersusah payah mewujudkan mimpinya.

“Aku harus menyesuaikan jam kerja serta praktik ke pasien. Jika senggang, aku mesti menyelesaikan laporan kasus karena di Unair ada target per kompetensi. Belum lagi kalau ada tugas membuat makalah, sampai ikut penyuluhan di Puskesmas,” tutur Rahma saat dihubungi Mojok, Minggu (5/4/2026).

Setelah melalui proses itu semua selama 2 tahun, Rahma akhirnya diterima kerja di sana. Namun, baru beberapa bulan kerja dirinya terkena layoff imbas dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Tak pelak, ia pun merasa kecewa apalagi statusnya masih fresh graduate yang kurang pengalaman.

“Aku sampai overthinking dan stres. Mulai cari-cari kesalahanku dan merasa jadi orang paling bodoh,” kata Rahma.

Perasaan itu muncul kurang lebih selama seminggu. Mau dialihkan dengan cara apa pun, kata Rahma, pikiran negatifnya tak mau hilang. Meski terjebak dalam lingkaran setan, Rahma masih rutin mengirim lamaran kerja.

Lulus dari Unair tak menjamin dapat kerja dan gaji layak

8 bulan pun berlalu usai Rahma terkena layoff. Ia yang tadinya masih semangat mengejar karier sebagai bidan, sempat putus asa dan ingin mencari pekerjaan lain. Ia sudah kecewa dengan asumsinya sendiri bahwa lulusan kampus top seperti Unari bakal membuka peluangnya lebih besar tapi ternyata tidak. 

“Aku kira dengan kuliah S1 Unair plus profesi yang kujalani hampir 6 tahun ini, bakalan gampang cari kerja, tapi ternyata setelah aku cari sana-sini, banyak lowongan kerja yang nggak fresh graduate friendly. Kalaupun ada, gajinya bakal jauh di bawah UMR,” jelas Rahma.

Memang benar fresh graduate seharusnya ada di fase memperbanyak pengalaman. Ironinya, hal itu justru dimanfaatkan oleh klinik kecil untuk menggaji fresh graduate yang jumlahnya bahkan nggak sampai setengah UMR. 

“Aku juga sudah coba cari di website lain, ternyata kapoknya kurang lebih sama. Kerasa banget ditampar kenyataan. Berarti betul kata orang-orang, kalau kamu nggak punya niatan kuat jadi tenaga kesehatan, mending mundur,” lanjutnya.

Baca Halaman Selanjutnya

Tantangan kuliah di Unair lebih sulit

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 April 2026 oleh

Tags: alumnus Unairfresh graduateJurusan KebidananKebidananprofesi bidansulit cari kerjaunairuniversitas airlangga
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO
Kampus

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Skripsi Jurusan Antropologi Unair susah. MOJOK.CO
Sekolahan

Kecintaan Mengerjakan Skripsi di Jurusan Antropologi Unair, Malah Jadi “Donatur Tetap” dan Tersadar karena Nasihat Timothy Ronald

14 April 2026
Gagal daftar CPNS usai lulus Unair, pilih slow living di Bali. MOJOK.CO
Urban

Gagal CPNS karena Dipaksa Orang Tua usai Lulus dari Unair, Pilih “Melarikan Diri” ke Bali daripada Overthinking dan Hidup Bahagia

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera

23 April 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
Merintis Jastip ala Mahasiswa Flores Cuan Jutaan Tiap Bulan MOJOK.CO

Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan

23 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Gen Z pilih soft living daripada slow living

Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.