Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Anggaran Pendidikan Bakal Disembelih Atas Nama Efisiensi Prabowo, Masa Depan Anak Muda Terbunuh

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Februari 2025
A A
efisiensi anggaran, anggaran pendidikan indonesia.MOJOK.CO

Ilustrasi - Anggaran Pendidikan Disembelih (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dampak dari rencana pemangkasan anggaran pendidikan akibat efisiensi anggaran ala Prabowo sangat menyeramkan. Ratusan ribu mahasiswa terancam putus sekolah. Beasiswa mandek di tengah jalan. Sampai gaji guru honorer dan dosen terancam tak dibayarkan.

***

Iklan

Airin (20) mengandalkan penuh beasiswa KIPK untuk terus bisa berkuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kedua orang tuanya adalah buruh tani yang penghasilannya tak menentu. 

Bagi perempuan asal Jawa Tengah ini, bangku kuliah adalah sesuatu yang mustahil ia gapai seandainya dirinya tak menerima beasiswa dari pemerintah.

Makanya, Airin amat lesu ketika mengetahui pemerintah bakal memangkas anggaran pendidikan yang berpotensi menghilangkan beasiswanya. Perasaan marah bercampur sedih ia tumpahkan ke media sosialnya sejak Kamis pagi.

Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) sendiri menjadi salah satu kementerian yang mengalami pemangkasan anggaran terbesar akibat kebijakan efisiensi anggaran Prabowo, yakni sekitar Rp22,54 triliun. Kemendikti menempati pos pemangkasan terbesar kedua setelah Kementerian PUPR yang dipangkas mencapai Rp81,38 triliun.

Tak hanya Kemendikti Saintek, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mengalami pemangkasan anggaran mencapai Rp8,03 triliun.

Bagi Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), pemangkasan anggaran atas nama “efisiensi” ini selain melanggar konstitusi, juga bisa bikin masa depan anak bangsa menjadi suram. Airin dan 600 ribu mahasiswa penerima KIPK lainnya terancam mengalami putus kuliah karena beasiswa yang dibayarkan.

“Pemangkasan anggaran pendidikan tahun 2025 menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan Indonesia. Di tengah berbagai persoalan krusial yang masih menghantui, pemerintah justru mengambil langkah yang berpotensi memperburuk kondisi pendidikan di tanah air,” kata Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, saat dihubungi Mojok, Kamis (13/2/2025).

Anggaran pendidikan dipangkas, pemerintah melanggar Pasal 31 UUD 1945

Menurut Ubaid, pemangkasan anggaran pendidikan setidaknya bakal berimbas kepada tiga kementerian. Antara lain Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dan Kementerian Agama (Kemenag). 

Apabila pemangkasan anggaran pendidikan sampai mengurangi mandatory spending 20 persen, kata Ubadi, berarti pemerintah sudah melanggar Pasal 31 UUD 1945. 

“Jadi, mandatory spending 20 persen itu seharusnya dipertahankan, bukan malah disunat sana-sini,” ujar dia. 

Mandatory spending sendiri merupakan belanja atau pengeluaran negara yang sudah diatur oleh undang-undang. 

600 ribu mahasiswa berhenti kuliah, guru honorer banyak dipecat

Sejumlah dampak akan muncul sebagai akibat dari pemangkasan anggaran pendidikan ini. Satu di antaranya, menurut Ubaid, adalah bertambahnya angka putus sekolah. 

Iklan

Banyak siswa, terutama dari keluarga miskin dan kelompok rentan lainnya, yang bergantung pada bantuan pemerintah untuk biaya pendidikan. 

Sebagai misal, mahasiswa penerima beasiswa KIPK saja jumlahnya 844.147. Jika anggaran dipangkas, beasiswa 663.821 mahasiswa on going tidak bisa dibayarkan.

“Tentu ini dapat menyebabkan mereka putus sekolah karena tidak mampu lagi membayar biaya pendidikan,” kata Ubaid.

Pemangkasan anggaran juga akan berdampak pemecatan guru honorer secara massal. Kebijakan ini pernah terjadi pada 2024. Kala itu, ribuan guru honorer telah terdampak kebijakan ini; mereka diputus kerja secara sepihak. 

Alhasil, jika anggaran pendidikan 2025 semakin disunat karena adanya efisiensi anggara, maka guru honorer ini rentan untuk dipecat karena status dan kekuatan hukum mereka sangatlah lemah. 

Akses pendidikan makin sulit

Lebih lanjut, Ubaid juga menjelaskan, pemangkasan anggaran bakal menyulitkan akses pendidikan di daerah. 

Menurutnya, jumlah sekolah di kota saja masih sangat terbatas, apalagi di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan. 

Di kota saja, kata dia, daya tampung sekolah negeri sangat minim, apalagi di daerah. Alhasil, ketimpangan pendidikan pun akan makin menganga. 

Anak-anak dari keluarga kaya akan memiliki akses pendidikan yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga miskin.

Pemangkasan anggaran pendidikan harus ditinjau ulang

JPPI pun mendesak agar Prabowo Subianto meninjau kembali keputusan pemangkasan anggaran pendidikan tahun 2025. 

“Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai pemangkasan anggaran ini justru menghancurkan masa depan anak-anak Indonesia,” ujar dia.

Pihaknya juga meminta Presiden untuk lebih memperhatikan nasib anak-anak yang tidak atau putus sekolah, daerah-daerah yang belum memiliki sekolah, kondisi infrastruktur sekolah yang rusak, nasib guru honorer, kesejahteraan guru dan dosen, serta biaya sekolah dan kuliah yang bertambah mahal.

Sementara di tengah huru-hara yang terjadi, Menteri Dikti dan Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro menegaskan, bahwa program beasiswa tidak akan terdampak pemangkasan meskipun pagu anggaran kementerian terimbas efisiensi dalam jumlah besar.

Satryo menyebut bahwa program beasiswa, termasuk program KIPK tidak akan terkena imbas efisiensi anggaran. Akan tetapi, berdasarkan data yang telah tersebar luas di media sosial, pagu awal KIP Kuliah mencapai Rp14,698 triliun, tapi ketika efisiensi pagu anggarannya berkurang drastis menjadi Rp1,319 triliun.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA:’WiFi Diputus, Listrik Dimatikan, Pegawai Dirumahkan’ – Imbas Kebijakan Efisiensi Anggaran Prabowo bagi ASN di Jogja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

 

Terakhir diperbarui pada 13 Februari 2025 oleh

Tags: anggaran pendidikanefisiensi anggaranpilihan redaksiprabowo
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026
Jadi gini rasanya keracunan motor Yamaha Xabre bekas MOJOK.CO

Akulah yang dulu meremehkan motor Yamaha Xabre karena harganya yang nggak ngotak, tapi kini rasa ingin memilikinya semakin tinggi

23 Juli 2026
Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026
Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.