Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Hidup Sulit Para Honorer Menanti Kejelasan PPPK: Gaji Nunggak, Dirumahkan, Terpaksa Pinjol demi Bisa Makan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
17 Maret 2025
A A
Guru PPPK Paruh Waktu, guru honorer, pendidikan.MOJOK.CO

Ilustrasi - Guru Muda (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nasib jauh lebih buruk dialami oleh calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), imbas penundaan pengangkatan CPNS-PPPK 2024. Mereka adalah pegawai honorer yang mengupayakan nasib lebih baik, tapi justru tersandung-sandung. Salah satunya yang seorang pegawai honorer Bekasi ini alami.

***

Iklan

Sedianya pengangkatan CPNS dijadwalkan berlangsung pada 22 Februari hingga 23 Maret 2025. Sementara peserta PPPK tahap 1 dijadwalkan diangkat pada Februari 2025 dan tahap 2 pada Juli 2025.

Namun, setelah rapat dengan Komisi II DPR, MenPAN-RB, Rini Widyantini menyampaikan pengangkatan CPNS ditunda menjadi serentak pada 1 Oktober 2025, edangkan PPPK pada 1 Maret 2026. Penundaan yang terlampau panjang.

Nasib pegawai honorer: gaji kecil dan kerap nunggak

Merujuk data MenPAN-RB, ada 1.017.11 calon PPPK yang semestinya diangkat dan kini mengalami penundaan. Satu di antaranya adalah Bowo (30), pegawai honorer asal Bekasi, Jawa Barat.

Sebelumnya, Bowo menjadi pegawai honorer bidang administrasi di sebuah instansi pemerintah sejak 2018. Situasi yang dia alami selama menjadi pegawai honorer kurang begitu baik. Itulah kenapa dia mengikuti seleksi PPPK.

“Sejak 2018 itu gaji saya kurang lebih Rp1 jutaan. Kadang nunggak,” ungkap Bowo, Sabtu (15/3/2025) malam WIB.

“Apalagi rekan honorer guru. Gaji Cuma Rp200 ribu per bulan, masih dibayarkan per tiga bulan,” sambung pegawai honorer asal Bekasi tersebut.

Jika mengikuti seleksi CPNS terbilang ketat, maka pilihan rasional Bowo adalah mendafar PPPK. Paling tidak, jika keterima, tetap ada peningkatan kesejahteraan ketimbang menjadi seoranag pegawai honorer.

Dirumahkan imbas efisiensi anggaran

Nasib Bowo makin sulit ketika pemerintah melakukan efisiensi anggaran. Sebab, gajinya yang tidak besar itu pembayarannya malah dicicil oleh pihak kantornya.

Efisiensi memang berpengaruh pada pelayanan di kantor. Seperti, hanya satu lift yang boleh nyala, kondisi ruangan cukup redup karena beberapa lampu dimatikan, AC mati, hingga WiFi yang terasa lambat.

Namun, tentu saja itu tidak seberapa dengan dampak selanjutnya: sejumlah pegawai honorer—setidaknya di kantor Bowo—terpaksa dirumahkan. Termasuk Bowo sendiri.

“Karena instansi tidak mampu lagi menggaji. Anggarannya terbatas. Walau pemerintah pusat bilang tidak boleh ada PHK honorer, tapi fakta di lapangan berbeda jauh. Efisiensi sangat berpengaruh ke nasib kami,” tuturnya getir.

Merespons Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menegaskan tidak ada PHK terhadap pegawai honorer di seluruh kementerian/lembaga. Nyatanya, Bowo dan sejumlah rekannya tetap saja dirumahkan.

Iklan

Tersandung-sandung menjadi PPPK

Bowo awalnya merasa “aman”. Karena kendati dirumahkan, paling tidak dia sudah terbayang bakal segera diangkat menjadi PPPK. Sialnya, pengangkatan PPPK malah ditunda hingga selama itu.

“(Saat mendengar berita tersebut) Saya pribadi dan keluarga menangis. Karena itu harapan saya satu-satunya setelah sekian tahun. Teman-teman saya saking kagetnya, tidak bisa berkata-kata,” ujar Bowo emosional.

Setelah dirumahkan, Bowo memeras habis energinya untuk mencari pemasukan. Beberapa pekerjaan yang sifatnya freelance dia ambil.

Akan tetapi, tidak banyak orang yang bisa seperti Bowo. Mencari pekerjaan di Indonesia, sekalipun freelance, juga sama sulitnya dengan pekerjaan tetap. Kalau toh dapat, itu pun tidak cukup satu pekerjaan jika urusannya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Beberapa rekan saya banyak yang pinjol, gali lubang-tutup lubang untuk susu anak, makan keluarga, apalagi ini mau lebaran. Lebaran nggak pegang uang,” ucap Bowo.

Beberapa teman Bowo, pegawai honorer asal Makassar hingga Batam, bahkan ada yang akhirnya dijemput maut. Mereka belum sempat merasakan peningkatan kesejahteraan hidup gara-gara penundaan pengangkatan tersebut.

Aliansi pegawai honorer akan bergerak ke KemenPAN-RB

Bowo tergabung dalam aliansi pegawai honorer dari berbagai daerah. Terdiri dari guru, tenaga teknis, Satpol PP, petugas Damkar, tenaga kesehatan (nakes), dan lain-lain.

Mereka kini menyiapkan demo nsional tolak penundaan pengangkatan PPPK 2024, menyasar kantor KemenPAN-RB. Rencananya demo akan berlangsung pada Selasa (18/3/2025).

“Massa kami kurang lebih 10.000. Kami sudah berkali-kali diintimidasi agar tidak demo, tapi kami tetap bulat (untuk demo),” tegas Bowo.

Sementara Fadlun, Ketua Umum (Ketum) Forum Komunikasi Bantuan Polisi Pamong Praja Nusantara (FKBPPPN) yang juga akan turun aksi menekankan agar para pegawai honorer tidak takut bersuara untuk memperjuangkan nasibnya.

“Menyalurkan aspirasi lewat demo itu dilindungi Undang-Undang, dengan catatan tidak anarkis. Pemerintah juga jangan alergi untuk dikritik,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang Mojok dapat.

Pasalnya, bagi para pegawai honorer itu, pemerintah sudah teramat keterlaluan. Menipu mereka berulang kali. Berkali-kali dijanjikan jadi PNS, tapi nyatanya tidak juga. Setelah punya harapan di PPPK, tapi malah tertunda-tunda dengan jangka waktu yang kelewat lama.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Bagi Lulusan UNY, Kerja Sampingan jadi Guru Les Privat Lebih Menjanjikan: 10 Kali Upah Honorer atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 17 Maret 2025 oleh

Tags: bekasiCpnscpns bekasihonorerPNSPPPK
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

PNS di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
tips menonton konser EXO dari akuntan. MOJOK.CO

Membayar Utang Masa Kecil: Cerita EXO-L yang Menabung Berbulan-bulan walaupun Situasi Ekonomi sedang Sulit

20 Juni 2026
Kirab pusaka malam 1 Suro di kawasan Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, tidak hanya upaya menjaga warisan budaya-tradisi turun-temurun. Tapi juga jadi penggerak ekonomi daerah MOJOK.CO

Nilai Lain Kirab Malam 1 Suro di Surakarta: Jadi Daya Tarik Lintas Zaman, Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah Jateng

17 Juni 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
Perjuangan Lily usai lulus dari manajemen dakwah. MOJOK.CO

Kisah Anak Tukang Tambal Ban yang Setahun Nganggur usai Wisuda, Kini Bisa Kerja di Sekolah Internasional setelah Ratusan Penolakan

17 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.