Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Penerapan Kurikulum Merdeka Banyak Dikritik tapi Punya Sisi Menarik, Siswa Ngantuk Boleh Istirahat di Luar

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
2 Februari 2024
A A
kurikulum merdeka.MOJOK.CO

Ilustrasi tidur (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak bergulirnya Kurikulum Merdeka, banyak kritikan tertuju padanya. Namun, di sisi lain ada banyak implementasi menarik dari kurikulum ini. Salah satunya soal murid bisa keluar kelas saat merasa ngantuk.

Salah satu penekanan dalam Kurikulum Merdeka adalah kehadiran siswa yang dipandang sebagai subjek utama dalam pembelajaran. Tidak sekadar mendengar penjelasakan dari para guru. Sementara guru, punya peran lebih sebagai fasilitator pendamping proses pembelajaran.

Seperti kata Mendikbudristek Nadiem Makarim bahwa keunggulan Kurikulum Merdeka punya keunggulan karena lebih relevan dan interaktif. Murid bisa mendapat kesempatan lebih luas untuk aktif mengeksplorasi isu-isu aktual, misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Selain itu, Nadiem berkeyakinan Kurikulum Merdeka akan lebih sederhana dan mendalam lantaran fokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi murid pada fasenya.

Salah satu keunikan di Kurikulum Merdeka adalah implementasi pembelajaran matematika. Dosen Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Reni Dwi Susanti, memaparkan bahwa matematika di Kurikulum Merdeka mendorong siswa menemukan pola sampai menyusun strategi penyelesaian masalah mereka sendiri.

“Mereka diajarkan untuk berpikir kreatif dan logis serta melihat matematika sebagai sebuah proses eksplorasi dan eksperimen. Bukan hanya sebagai kumpulan rumus yang harus dihafalkan,” jelas Reni melansir laman resmi UMM.

Kurikulum Merdeka bebaskan siswa, ngantuk boleh keluar kelas

Menurutnya, agar konsep dalam Kurikulum Merdeka dapat berjalan efektif guru harus punya pola pikir lebih inovatif dalam mengajar. Guru bisa merancang dan melaksanakan sistem evaluasi sesuai kurikulum untuk mengukur pencapaian siswa.

kurikulum merdeka.MOJOK.CO
Ilustrasi guru mengajar (Christna Wocientechchat/Unsplash)

Salah satu contoh kelenturan dalam menerapkan sistem terlihat di SMAN 2 Playen Gunungkidul. Di sana, siswa dapat keleluasaan untuk membuat peraturan kelas sendiri demi bisa menciptakan pembelajaran yang lebih efektif.

Guru dengan siswa bersama-sama menyepakati aturan yang sudah mereka buat. Kepala Kesiswaan SMAN Duplay Imam Mushodo mengatakan, Kurikulum Merdeka membuka ruang bagi pelajar untuk lebih optimal mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

“Misalnya usulan dari anak bahwa selama proses pembelajaran HP (handphone) tidak boleh dinyalakan,” ujarnya melansir Radar Jogja.

Uniknya, ada juga kesepakatan yang mengizinkan siswa boleh keluar kelas jika mengantuk. Imam percaya, hal ini justru akan membuat peserta didik lebih fokus dalam pembelajaran.

Kesepakatan antara guru dengan siswa ini diperkuat dengan pakta integritas yang ditandatangani kedua belah pihak. Kendati begitu, tidak ada hukuman yang memberatkan bagi siswa jika melanggar.

“Kalau ternyata ada yang lupa (melanggar) tidak ada sanksi, cukup dengan saling mengingatkan,” ucapnya.

Kritik terhadap kurikulum ini

Dalam proses pembelajaran, banyak inovasi menarik yang muncul dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Namun, di sisi lain ada juga kritikan, terutama dari para guru yang merasa terbebani berbagai persoalan administrasi.

Iklan

Beberapa beban tambahan yang guru rasakan di antaranya kewajiban mendapatkan sertifikat pengembangan diri di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Juni*, bukan nama sebenarnya, persoalan mengisi e-Kinerja di PMM sebenarnya persoalan sederhana saja. Namun, tindak lanjut yang menuntut guru mendapat 32 poin pengembangan diri lah yang ia nilai memberatkan.

“Misalnya satu agenda diklat itu dapat 8 poin. Padahal diklat itu prosesnya panjang dan memakan waktu,” keluhnya kepada Mojok, Senin (29/1/2024).

Menurutnya, keluhan semacam ini banyak keluar dari para guru di sekitarnya. Impelementasi Kurikulum Merdeka di 2024 ini mendorong mereka untuk terus mengejar perolehan sertifikat pengembangan diri padahal tugas utamanya adalah mendidik siswa di kelas.

“Target-target baru ini yang bikin guru pada pusing. Bahkan, tugas utamanya mengajar itu terpinggirkan,” katanya.

Selain Juni, di media sosial beredar juga berbagai keluhan guru seputar Implementasi Kurikulum Merdeka. Kebanyakan, persoalannya memang mengenai beban administrasi  guru yang mengakibatkan mereka kewalahan mengajar.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Mirisnya Penerapan Kurikulum Merdeka di 2024, Siswa Sampai Mencari Guru yang “Hilang” karena Sibuk Administrasi

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2024 oleh

Tags: gurukurikulum merdekapmmsiswa
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO
Esai

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026
guru, stem, guru honorer, pns.MOJOK.CO
Edumojok

Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM

31 Januari 2026
guru BK.MOJOK.CO
Ragam

Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita

29 Januari 2026
Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki MOJOK.CO
Esai

Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki

23 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

19 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.