Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Pedihnya Guru Honorer Sidoarjo Bergaji Rp700 Ribu, Ditinggal Minggat Istri ke Arab dan Setengah Mati Merawat 3 Anak Seorang Diri

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
7 Maret 2024
A A
Guru Honorer Sidoarjo Ditinggal Minggat Istri karena Gaji MOJOK.CO

Ilustrasi guru honorer sidoarjo ditinggal minggat istri karena gaji. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang guru honorer Sidoarjo harus menjalani hari demi hari dengan kepala yang berisik dan penuh sesak. Banyak hal ia pikirkan. Perihal gaji, istri yang minggat, tiga anak yang harus ia urus, dan tentu masih banyak hal lain.

***

Iklan

Setiap kali melihat Mukmin (38), bukan nama sebenarnya, di SMP tempat ia mengajar, matanya sering kali menatap langit dengan nanar.

Mukmin bisa menghabiskan berbatang-batang rokok dalam kesendiriannya di bawah pohon dekat gudang. Tempat favoritnya untuk merenung dan memikirkan banyak hal.

Meskipun tiap dalam keramaian ia selalu tampil sebagai sosok ceria, tapi sorot matanya tak bisa menyembunyikan kegetiran yang tengah ia rasakan.

Saya sebenarnya tak terlalu kenal dengan Mukmin. Hanya sebatas saling sapa saja setiap kali saya main di sebuah SMP swasta di Sidoarjo, Jawa Timur yang teman saya kelola.

Dari teman saya itu pula saya akhirnya tahu, kalau Mukmin tengah menjalani hari-hari berat dalam hidupnya sebagai seorang guru honorer.

Bahtera rumah tangga yang rumit

Atas bantuan dari teman saya pula, saya akhirnya bisa mengobrol agak dalam dengan Mukmin pada kesempatan main ke tempatnya pada awal Februari 2024 lalu.

Seperti biasa, di hadapan orang, Mukmin selalu mencoba tampil seceria mungkin. Sesekali ia melempar guyonan yang sebenarnya agak ia paksakan.

“Anakku tiga. Masih kecil-kecil. (Saat ini) masih SD semua,” ucap guru honorer asal Madura itu memulai ceritanya. “Tapi beda ibu”.

Ternyata Mukmin sudah menikah dua kali. Dari istri yang pertama ia mendapat dua anak laki-laki.

Akan tetapi, istri pertamanya tersebut meminta cerai karena merasa gaji Mukmin sebagai guru honorer tidak bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga.

“Waktu itu gajiku masih Rp700 ribuan. Istri nggak mau bawa anak-anak, berarti ya sudah aku yang ngasuh,” ungkapnya.

Kasus serupa pun menimpa rumah tangganya dengan istri kedua. Namun untuk yang kedua, sakitnya lebih terasa karena, kalau meminjam istilah anak zaman sekarang, istri keduanya meng-ghosting Mukmin dengan meninggalkan satu orang anak perempuan yang masih kecil.

Iklan

Istri minggat ke Arab karena tak tahan gaji guru honorer kecil

Hari-hari menjelang minggatnya sang istri keduanya itu, memang Mukmin dan istri keduanya sering terlibat adu mulut.

Alasannya ya apalagi kalau bukan persoalan ekonomi. Gaji Mukmin sebagai guru honorer, menurut yang sang istri kedua rasakan, mana cukup untuk menghidupi lima orang dalam satu rumah.

“Gajiku kan sudah lumayan naik, jadi Rp1,2 juta. Tapi memang nggak cukup. Utang numpuk di mana-mana,” beber Mukmin.

FYI, SMP swasta tempat Mukmin mengajar memang berada di bawah sebuah yayasan yang cukup lancar dalam pendanaan.

Sehingga, tak seperti kebanyakan guru honorer yang gajinya stuck di angka Rp300 ribu-Rp500 ribu, Mukmin dan rekan-rekannya sesama guru honorer di SMP itu mendapat gaji yang, paling tidak, sedikit lebih tinggi ketimbang guru-guru honorer pada umumnya.

Untuk membantu menambal kebutuhan hidup dan membayar utang-utang, istri kedua Mukmin pun sempat ikut bekerja di warung makan milik saudaranya.

Tapi mungkin karena sudah tak tahan hidup dalam kungkungan kemiskinan dan jeratan utang, istri kedua Mukmin memilih menjadi TKW di Arab.

“Minggat begitu saja. Tanpa pamit. Aku nggak tahu kapan perginya. Cuma ngasih uang saku ke anaknya, setelah itu minggat,” ujar Mukmin.

Dengan kata lain, sebenarnya hubungan antara Mukmin dan istri keduanya tersebut saat ini tak jelas. Cerai tak cerai.

Kalau dibilang cerai, tapi kok belum ada kata cerai dan ketok palu di Pengadilan Agama. Tapi kalau masih menjadi suami istri sah, tapi kok sudah tak pernah menjalin komunikasi lagi.

Istri masih peduli pada anak

Seturut pengakuan Mukmin, istri keduanya yang minggat ke Arab itu memang sudah sama sekali tak menghubunginya. Mukmin pun, meski awalnya merasa nyesek, tapi perlahan-lahan mencoba mengikhlaskan.

Namun, istri keduanya itu ternyata masih suka ngirim uang ke anak perempuannya yang ia tinggal bersama Mukmin.

“Ngirimnya lewat saudaranya. Aku tahu. Tapi itu sudah jadi hak anak. Aku nggak akan ambil,” ujar Mukmin.

Lebih dari itu, istri keduanya yang minggat ke Arab itu ternyata pun dari bulan ke bulan mulai mencicil utang-utang yang menumpuk selama ia masih tinggal dengan Mukmin.

Satu sisi Mukmin merasa tertampar. Karena sebagai suami, gajinya dari guru honorer nyatanya memang tak mampu menutup kebutuhan sehari-hari. Apalagi membayar utang.

Sisi lain ia merasa lega karena meskipun minggat, tapi istri keduanya tersebut tak lupa dan tak lepas kasih sayang begitu saja pada anak perempuannya.

Tak bisa kerja lain selain guru honorer

“Pernah kepikiran merantau juga ke luar negeri. Orang Madura kan banyak juga yang di Malaysia?” tanya saya.

“Kalau aku merantau ke luar negeri, anak-anak siapa yang urus?” jawab Mukmin dengan pertanyaan retoris.

Namun sebenarnya, itu pun bukan jawaban yang sebenarnya.

Sejak dulu Mukmin memang bercita-cita menjadi guru. Itulah kenapa ia kemudian mengambil jurusan Matematika saat kuliah. Ia ingin menjadi guru Matematika.

Guru Honorer Ditinggal Minggat Istri MOJOK.CO
Ilustrasi guru honorer mengajar. (Kenny Eliason/Unsplash)

Hanya saja, ia tak menyangka kalau ternyata menjadi guru tak serta merta mendapat gaji layak. Meski tanggung jawabnya sangat besar: mencerdaskan anak bangsa.

“Sudah berkali-kali ikut CPNS. Nggak lolos,” tutur Mukmin.

Di satu sisi Mukmin mumet karena gajinya sebagai guru honorer nggak cucuk. Tapi di sisi lain, ia sendiri sebenarnya nyaman dengan profesi yang ia tekuni itu.

Bahkan, ia juga masih punya bayangan sampai akhir hayat pun ia akan tetap menjadi seorang guru.

“Kalau jajannya ank-anak, kadang mbah-mbah dan saudaraku ngasih uang. Toh ibunya anakku yang perempuan juga masih sering kirim (ke anak perempuannya),” terang Mukmin.

Maka, Mukmin harus pintar-pintar mengelola gajinya dari guru honorer untuk meng-cover kebutuhan-kebutuhan yang vital.

Belakangan ini Mukmin berniat untuk mencari sumber pemasukan lain. Tapi memang masih belum ia putuskan usaha apa yang akan ia jajal.

“Anak-anak terus tumbuh. Nanti harus sekolah dari SMP sampai SMA. Kebutuhan pun pasti akan lebih banyak. Aku belum tahu nanti bagaimana. Gelap. Mumet,” tutup Mukmin dengan tawa sumir.

Sebenarnya, Mukmin sempat di fase sangat hancur dan putus asa atas apa yang telah terjadi di hidupnya.

Ia sempat membayangkan opsi kematian: bunuh diri untuk mengakhiri penderitaan dan rasa sakit yang ia rasakan.

Hanya saja, bayangan anak-anaknya yang masih membutuhkannya membuat Mukmin bertahan dan bahkan bertekad hidup lebih lama lagi.

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Diremehkan karena Cuma Lulusan SMA, Kerja Gaji UMR Semarang Langsung Pamer Bangun Rumah Sendiri ke Sarjana yang Sulit Cari Kerja

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2024 oleh

Tags: guru honorerJawa Timurpilihan redaksiSidoarjotkw
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM MOJOK.CO
Esai

Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM

29 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO
Eksplor

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO
Fragmen

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO
Catatan

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
gagal jastip saat war tiket konser BTS. MOJOK.CO

Pertama Kali War Tiket Konser BTS: Trust Issue Pakai Jastip karena Selalu Gagal, Justru Hoki Berkat Teman yang FOMO

23 Juni 2026
Cerita awardee Beasiswa LPDP University of Edinburgh, Skotlandia, pilih pulang ke Indonesia untuk bangun bisnis brand tas kerja lokal MOJOK.CO

Pulang Kuliah dari Skotlandia Pilih Bisnis Tas Lokal di Indonesia: Buka Lapangan Kerja hingga Terlibat Pemberdayaan Perempuan

29 Juni 2026
Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.