Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Nestapa Pemuda Nganjuk 4 Kali Gagal Lolos Seleksi TNI-Polri, Gugur Gara-gara Makan Mie

Muhammad Ridhoi oleh Muhammad Ridhoi
20 Agustus 2024
A A
Nestapa Calon Abdi Negara di Nganjuk yang Harus Mengubur Mimpi: 4 Kali Gagal Lolos Seleksi, Gugur Gara-gara Makan Mie.MOJOK.CO

Ilustrasi Nestapa Calon Abdi Negara di Nganjuk yang Harus Mengubur Mimpi: 4 Kali Gagal Lolos Seleksi, Gugur Gara-gara Makan Mie (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menjadi abdi negara adalah cita-cita banyak putra-putri bangsa. Sebab, tentara maupun polisi masih merupakan profesi yang diidam-idamkan dan terpandang di masyarakat.

Namun, seleksi masuknya pun juga tak mudah. Ada banyak tahapan yang harus dilalui oleh seorang calon siswa (casis) untuk bisa meraih cita-citanya itu.

Iklan

Mojok sendiri menemui Aminudin (21) dan Irza (21), dua casis yang berkali-kali gagal lolos seleksi Bintara tapi masih belum mengubur mimpi. Kepada Mojok, mereka menceritakan banyak hal, termasuk motivasinya menjadi abdi negara sampai kejadian “absurd” yang bikin mereka gagal lolos seleksi.

Semangat jadi abdi negara, tapi 4 kali menemui kegagalan saat seleksi

Pada Jumat (16/8/2024), saya menemui Amin di salah satu kedai kopi di Nganjuk, Jawa Timur. Saat itu, ia sedang duduk termenung, sambil sesekali menyeruput coklat hangatnya. 

Saya kemudian menyapanya. Kemudian kami mulai mengobrol, yang mana dalam 4 jam obrolan malam itu Amin lebih banyak curhat tentang bagaimana awal mula dia tertarik dengan hal-hal yang berbau militer.

“Aku ingat dulu pas SD diajak ayahku nonton upacara HUT TNI. Kayak keren gitu, terus jadi cita-citaku sampai sekarang,” ungkap Amin, membuka kisahnya, malam itu.

Amin mengaku, sejak 18 tahun sudah memulai mengejar cita-citanya dengan mengikuti tes Bintara. Ia lolos pada tahapan-tahapan awal seleksi. Namun, ia gugur ketika tes kesehatan. 

Tahun berikutnya, Amin masih belum menyerah mengikuti tes menjadi abdi negara. Ia merasa masih ada peluang untuk bisa lolos. 

Pasalnya, usianya masih eligible buat mengikuti seleksi. Begitu juga dengan fisiknya, yang menurut dia, masih cukup mumpuni untuk bersaing. Sayangnya, di pemantauan terakhir (pantukhir), ia gugur lagi. 

“Meski begitu mentalku sampai saat ini tak ciut,” tegasnya. 

Ia bahkan langsung menjajal lagi di Bintara TNI dan Polri pada tahun ketiganya. Naas, kedua kesempatan itu lagi-lagi membuatnya kecewa karena tak lolos. 

“Terakhir ini pokoknya harus lolos, karena biar bisa banggain orang tua,” ucap Amin dengan penuh semangat.

Menjajaki kemungkinan lain demi bahagiakan ortu

Memang, Amin merasa tak boleh menyerah di tengah jalan untuk menjadi seorang abdi negara. Apalagi, selama ini ia sudah berjuang sekuat tenaga untuk meraih cita-citanya itu. Bagi dia, membuat bangga orang tuanya yang merupakan seorang petani adalah prioritasnya.

Namun, Amin juga realistis bahwa ada kalanya ia bakal kesulitan meraih cita-cita itu karena beberapa alasan. Salah satunya, terkendala batas umur yang makin hari makin bertambah. Makanya, ia memutuskan untuk berkuliah saja ketika asa menjadi abdi negara makin mengecil.

Iklan

Amin sendiri tercatat sebagai mahasiswa Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Ia terdaftar di program studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga angkatan 2022.

Di luar dugaan Amin, di kampus tersebut ternyata ada beberapa mahasiswa yang bernasib sama sepertinya. Ada sekitar delapan teman yang ia kenal juga pernah gagal mengikuti seleksi Bintara.

“Ada beberapa temanku juga di prodi yang sama, masih mengikuti tes (abdi negara),” kelakarnya.

Gugur seleksi Bintara gara-gara sarapan mie instan

Pada malam tersebut, saya juga nongkrong bersama Irza dan Ahmad. Irza, boleh dibilang punya nasib serupa dengan Amin: sama-sama gagal tes Bintara. Sementara Ahmad, sahabat Irza, adalah saksi dari kegagalan tersebut.

Sebagaimana diceritakan Ahmad, pada 2022 lalu ia mengantarkan Irza tes Bintara di Kodam Brawijaya, Surabaya. Menurut cerita Ahmad, sahabatnya itu mengaku diam-diam mengikuti tes ini agar teman-temannya terkejut ketika ia berhasil lolos. 

“Dia (Irza) kalau sore jogging keliling perumahan, kalau pulang biasanya bawa roti tawar sama susu. Meski bilangnya iseng, tapi sebenarnya dia niat,” ungkap Ahmad saat Mojok wawancara pada Jumat (16/8/2024) malam WIB. Mendengar cerita sahabatnya itu, Irza hanya tersipu.

“Nah, aku kaget dia lolos sampai tahap tes ketiga. Nah pas itu dia gugur di tes postur tubuh gara-gara kurang berat badan,” imbuh Ahmad, sambil tertawa mengingat kejadian itu.

Mendengar Ahmad tertawa, Irza berusaha meluruskan cerita bahwa ia gagal bukan karena kurang berat badan. Melainkan, oleh alasan yang sangat absurd.

“Sebenarnya waktu itu, pas hari H aku kesiangan bangun. Nah, nggak sempat sarapan akhirnya makan pop mie buat mengganjal perut,” curhat Irza Jumat (18/8/2024) malam itu, mengklarifikasi.

Seketika tongkrongan langsung riuh dengan tertawa. Sebab, saya sendiri tak bisa menahan gelagat Irza ketika menceritakan itu. Irza mengaku saat ini masih belum punya niatan untuk kembali menjajal tes menjadi abdi negara. Karena baginya, menjadi bos rongsokan saat ini sudah cukup baginya.

Berbeda dengan Amin. Sampai berita ini ditulis, ia tak akan pernah berhenti mengejar cita-citanya itu. Karena mendengar cerita dari Irza, Amin jadi lebih semangat dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya, agar tak terjadi kepadanya kisah Irza yang unik itu.

Penulis: Muhammad Ridhoi

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA Cerita Emak-Emak Joki Game Online AQW, 24 Jam menatap Komputer Demi Menghidupi 2 Anak Seorang Diri

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 20 Agustus 2024 oleh

Tags: Abdi NegarabintaraPolisiseleksi polisiseleksi tentaraTentara
Muhammad Ridhoi

Muhammad Ridhoi

Artikel Terkait

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO
Tajuk

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
Tidak mau ikut CPNS karena tidak mau jadi PNS/ASN atau abdi negara
Urban

PNS Pekerjaan Paling Menjanjikan, tapi Ada Orang yang Memilih Tak Menjadi Abdi Negara karena Tidak Mau Menggadaikan Kebebasan

14 April 2026
rkuhap, kuhap, polisi.Mojok.co
Fragmen

Catatan Kritis KUHAP (Baru) yang Melahirkan Polisi Tanpa Rem Hukum, Mengapa Berbahaya bagi Sipil?

19 November 2025
Ortu kuras tabungan buat anak jadi polisi malah kena tipu. Sempat bikin stres tapi kini bersyukur tak jadi sasaran amuk tetangga MOJOK.CO
Ragam

Ortu Kuras Tabungan buat Anak Jadi Polisi malah Kena Tipu “Intel”, Awalnya Stres tapi Kini Bersyukur

6 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.