Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Desa Tlogowatu Klaten: Dulu Serba Susah Kini Uang Melimpah berkat Olah Batu

Lina Sunarni oleh Lina Sunarni
8 Oktober 2024
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Batu alam Desa Tlogowatu Klaten diminati berbagai daerah

Ragil (41), salah satu pengusaha batu alam di Desa Tlogowatu, Klaten, membenarkan apa yang Gunar ungkapkan.

Ragil bisa dibilang juga merupakan generasi awal yang mengikuti jejak Gunar untuk memanfaatkan batu alam di desanya tersebut.

Kata Ragil, sejak 2008 itu, seiring waktu batu alam dari Desa Tlogowatu, Klaten, terutama batu candi dan batu hitam, mulai dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia. Banyak kontraktor dan pengusaha properti menggunakan batu alam dari Tlogowatu untuk bangunan-bangunan mereka.

“Batu dari sini kualitasnya bagus, tahan lama, dan teksturnya unik. Itu yang bikin produk kami diminati,” tambah Ragil,

Harapan hidup lebih baik bagi warga Desa Tlogowatu Klaten

Usaha batu alam tersebut pada akhirnya membawa dampak besar bagi perekonomian Desa Tlogowatu, Klaten, hingga saat ini. Batu alam tidak hanya melahirkan pengusaha-pengusaha baru, tapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat.

Sejak pabrik batu alam mulai menjamur di Desa Tlogowatu, Klaten, banyak warga akhirnya memilih tidak merantau ke luar daerah, seperti bertahun-tahun silam.

Sebab, penghasilan dari bekerja di pabrik batu alam terbilang sudah sangat cukup untuk menyambung hidup. Tukang gergaji batu, misalnya, bisa membawa pulang Rp4 juta-Rp5 juta perbulan jika mendapat borongan, setengah dari UMR Klaten.

Desa Tlogowatu, Klaten, Dari Desa Susah Jadi Sejahtera karena Batu Alam MOJOK.CO
Pekerja di salah satu pabrik batu alam Tlogowatu, Klaten. (Lina Sunarni/Mojok.co)

Lalu tukang pecah batu, mendapat sekitar Rp120 ribu perhari. Sementara sopir truk pengangkut batu alam memperoleh Rp200 ribu perhari. Angka-angka tersebut jika ditotal, hampir mendekati UMR Klaten.

Oleh karena itu, banyak warga memilih bekerja di pabrik di desa saja. Sehingga bisa lebih dekat dengan keluarga. Tak perlu jauh-jauh merantau ke luar daerah.

“Bahkan ada beberapa pekerja dari Jawa Timur yang datang ke sini untuk bekerja di pabrik batu alam,” ungkap Ragil.

“Ini menunjukkan bahwa industri kami nggak cuma mengangkat ekonomi lokal, tapi juga menjadi daya tarik bagi pekerja dari luar,” sambungnya.

“Dulu, untuk makan aja kadang susah. Sekarang, warga sudah bisa menyekolahkan anak mereka lebih tinggi, membangun rumah yang layak, bahkan beli motor atau mobil,” tambah Ragil lagi.

Ingin ciptakan produksi ramah lingkungan

Meski industri batu alam di Desa Tlogowatu, Klaten, sudah berkembang pesat, Gunar dan Ragil tidak mau berhenti di situ.

Mereka terus berinovasi agar usaha batu alam tersebut bisa terus tumbuh dan membawa kemanfaatan yang lebih besar lagi.

“Kami masih punya banyak potensi. Sekarang kami sedang mencari cara agar produksi kami bisa lebih ramah lingkungan,” ujar Gunar.

Selain itu, kami juga ingin memperluas pasar, mungkin sampai ke luar negeri,” imbuhnya dengan penuh harap.

Penulis: Lina Sunarni
Editor: Muchamad Aly Reza

Liputan ini diproduksi oleh mahasiswa Magang Jurnalistik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta periode September 2024.

BACA JUGA: Umbul Manten, Surga Tersembunyi di Klaten yang Wajib Dikunjungi

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2024 oleh

Tags: batu alam klatenklatenpabrik batu alam klatenpilihan redaksitlogowatu klaten
Lina Sunarni

Lina Sunarni

Artikel Terkait

Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO
Eksplor

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.