Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Umbul Manten, Surga Tersembunyi di Klaten yang Wajib Dikunjungi

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
4 Oktober 2024
A A
Umbul Manten, Surga Tersembunyi di Klaten yang Wajib Dikunjungi.MOJOK.CO

Umbul Manten, Surga Tersembunyi di Klaten yang Wajib Dikunjungi (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak lama Klaten mendapat julukan “negeri seribu candi”. Sebab, potensi wisata yang paling terkenal di kota ini adalah candinya. Mulai dari Candi Sewu, Candi Plaosan, hingga Candi Karangnongko yang punya nilai sejarahnya masing-masing.

Selain itu, bicara soal Klaten sulit juga untuk tak menyebut Delanggu. Kawasan ini merupakan kecamatan di Klaten yang terkenal sebagai penghasil beras berkualitas top dalam negeri.

Iklan

Namun, potensi Klaten nyatanya tak melulu soal candi dan Delanggu. Kabupaten yang diapit Jogja dan Solo ini juga terkenal sebagai “negeri seribu umbul”. Pasalnya, di Klaten terdapat banyak umbul atau tempat pemandian yang terkenal. Totalnya ada 147.

Salah satunya adalah Umbul Manten. Berlokasi di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, kolam pemandian ini kondang karena airnya yang jernih, berasal dari mata air langsung dan bebas kaporit. 

Lokasinya pun juga tak jauh dari pusat Kabupaten Klaten. Sekitar 20 kilometer atau 40 menit berkendara sepeda motor.

Umbul Manten Klaten masih asri dan menyatu dengan alam

Mojok sendiri pernah dua kali berkunjung ke Umbul Manten Klaten. Yakni pada pertengahan 2023 dan sekitar Februari 2024 lalu.

Awalnya, kolam pemandian ini direkomendasikan karena julukannya sebagai “surga yang tersembunyi”. Konon, kalau sedang mumet atau stres, datang dan mandi di embung ini adalah solusi. Bahasa kekiniannya: healing.

Umbul Manten, Surga Tersembunyi di Klaten yang Wajib Dikunjungi.MOJOK.CO
Kesegaran air di Umbul Manten Klaten sangat cocok untuk healing (Mojok.co)

Benar saja, pada kunjungan pertama Mojok, terlihat bahwa air di sini begitu jernih. Saking jernihnya, dasar Umbul Manten Klaten yang berbatu bisa disaksikan dari pinggiran kolam.

Pada dua kali kunjungan tersebut, Mojok menyaksikan bahwa bentuk dan tatanan kolam masih dipertahankan sealami mungkin. Jadi, sensasi menyatu dengan alamnya masih terasa. Beda dengan umbul-umbul buatan pada umumnya, yang nuansanya malah seperti masuk kolam renang.

Bahkan, dulu kabarnya ada banyak pohon beringin di sekitaran umbul. Kerindangan itu kerap dimanfaatkan pengunjung untuk berteduh atau bersantai menikmati suasana.

Sayangnya, pada 2022 lalu beberapa pohon tumbang terkena angin kencang. Kini hanya tersisa beberapa pohon saja–meski tak mengurangi keasrian Umbul Manten Klaten.

Mitos pengantin yang hilang misterius

Selain itu, Mojok juga pernah berbincang dengan warga sekitar. Berdasarkan penuturan beberapa warga, mereka meyakini nama “Manten” pada umbul ini jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti “pengantin”.

Penamaannya sesuai dengan cerita rakyat yang mereka percayai. Dikisahkan, dahulu ada sepasang kekasih yang melanggar pantangan: tak boleh keluar rumah sampai waktu yang ditentukan demi menghindari malapetaka.

Namun, mereka melanggar pantangan tersebut. Pasangan kekasih ini kemudian berjalan ke sebuah umbul–kini menjadi Umbul Manten–dan menghilang secara misterius.

Iklan
Umbul Manten, Surga Tersembunyi di Klaten yang Wajib Dikunjungi.MOJOK.CO
Tak cuma keindahannya, mitos Umbul Manten Klaten jadi daya tarik lainnya (Mojok.co)

Benar atau tidaknya kisah itu, yang jelas mitos tadi bikin Umbul Manten Klaten makin dikenal masyarakat luas. Seiring dengan popularitasnya, masyarakat setempat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengelola umbul ini pada 2016. Sejak itu, fasilitas di Umbul Manten terus berkembang hingga saat ini.

Cukup bayar 10 ribu, dapat fasilitas lengkap

Pada 2023 lalu, tiket masuk ke Umbul Manten Klaten sebesar Rp10 ribu. Hingga saat ini, pengelola belum menaikan tarif masuk.

Meski cuma membayar Rp10 ribu, fasilitas yang didapatkan pengunjung cukup lengkap. Antara lain kolam utama yang diperuntukkan untuk dewasa, kedalamannya kira-kira 1,5 meter; dan kolam untuk anak-anak.

Selain itu ada juga ruang ganti baju, kamar mandi, dan toilet. Kalau pengunjung ingin mengisi perut, ada beberapa warung makan yang bisa dituju di area umbul ini.

Apabila tertarik datang untuk healing dan menikmati segarnya air Umbul Manten Klaten, pengunjung bisa datang antara pukul 6 pagi sampai 6 sore.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA 9 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan di Klaten Timur Minimal Sekali Seumur Hidup

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2024 oleh

Tags: klatenklaten timurumbulumbul klatenumbul mantenwisata klatenwisata klaten timur
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO
Eksplor

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten dan dirikan KOMSAH. MOJOK.CO
Sosok

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.